45219 KALI DIBACA

Usut Tuntas Kebakaran Buana Plaza dan Pasar Aksara

Usut Tuntas Kebakaran Buana Plaza dan Pasar Aksara
Wakil Ketua Ihwan Ritonga,Wakil Ketua Iswanda 'Nanda' Ramli,dan anggota Komisi C DPRD Medan Foto Bersama dengan latar belakang gedung Pasar Aksara dan Buana Plaza

mediarealitas I MEDAN

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Medan, Ihwan Ritonga
meminta aparat penegak hukum mengusut hingga tuntas kasus terbakarnya Buana Plaza atau pasar tradisional Aksara pada Selasa (12/7) kemarin.

“Kita minta Kepolisian mengusut  tuntas kasus terbakarnya Buana Plaza dan Pasar Aksara, “tegasnya  usai melakukan tinjauan ke lokasi kebakaran di Jalan Aksara /Jalan Prof HM Yamin , Kecamatan Medan Tembung bersama Wakil Ketua DPRD Medan lainnya, Iswanda ‘Nanda’ Ramli, Ketua Komisi C, Anton Panggabean, serta anggota Komisi C lainnya yakni Boydo HK Panjaitan dan Kuat Surbakti, Rabu (13/7).

Diketahui, selama dua tahun terakhir ini sudah dua plaza terbakar di Medan. Selasa (12/7) Buana Plaza yang akrab disebut Aksara Plaza ludes terbakar . Padahal baru Mei lalu Komisi C DPRD mempertanyakan kepada Kabag Aset dan Kabag Hukum tentang pemakaian sebagian Buana Plaza milik Pemko Medan yang disewakan kepada pihak swasta yakni PT Aksara Jaya Indah (AJI) yang diketahui kontrak dengan PT AJI sudah lima tahun habis.

Tapi, pengelolaan terus berjalan tanpa ada membayar pajak untuk menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) Medan. Apalagi, hingga terjadinya kebakaran kemarin, Buana Plaza masih tetap ‘membandel’ dengan terus operasional kendati Komisi C telah mengeluarkan rekomendasi untuk menstanvaskan operasional pasar yang dihuni oleh 738 kios itu.

Sampai, Aksara Plaza terbakar persoalan penunggakan pajak juga belum tuntas dibahas.Ada dugaan adanya unsur kesengajaan untuk menghilangkan dokumen dan bukti-bukti kontrak dengan Pemko Medan.

Menanggapi adanya unsur kesengajaan itu, Politisi Partai Gerindra meminta agar pihak kepolisian melakukan penyelidikan soal penyebab kebakaran itu. Terkait adanya dugaan kalau kebakaran tersebut sengaja dibakar.

” Boleh-boleh saja kebakaran itu dikaitkan dengan penunggakan pajak oleh PT AJI. Namun, harus diserahkan dulu penyelidikannya kepada pihak kepolisian sehingga bisa terbukti apa motif kebakaran, dibakar atau terbakar, “katanya sembari menegaskan bahwa ‘kebakaran’ salah satu ilmu selamat pengusaha. (rom)

Subscribe

MEDIA REALITAS