43719 KALI DIBACA

Tim Gabungan Berhasil  Ringkus 2 Kurir Pembawa 1 Kg Ganja

Tim Gabungan Berhasil   Ringkus 2 Kurir Pembawa 1 Kg Ganja
Tim Gabungan Berhasil Ringkus 2 Kurir Pembawa 1 Kg Ganja

mediarealitas | Medan

                Tidak hanya berhasil menilang puluhan sepeda motor para pelaku asmara subuh dan mengamankan belasan diantaranya karena tidak dilengkapi Surat Tanda Nomor Kenderaan (STNK), tim gabungan Polresta Medan, Kodim 0201/BS, Denpom I/5 Medan, Marinir, TNI AU, Dinas Perhubungan, Satpol PP Kota Medan,  unsur Kecamatan Medan Sunggal juga sukses meringkus dua kurir pembawa ganja  saat menggelar razia pada hari ketiga bulan Ramadhan di Jalan Ring Road Medan, Rabu (8/6).

                Dari tangan kedua tersangka yang mengaku bernama Doni (34) warga Petisah dan Dodi (33) warga Jalan Gaperta tersebut diamankan satu bungkusan berisi ganja kering siap edar yang ditaksir sebesar 1 kg.  Selanjutnya, kedua tersangka  langsung dibawa ke Polsekta Medan Sunggal berikut barang bukti beserta 1 unit Honda Vario BK 4767 KQ yang  mereka  tunggangi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

                Penangkapan kedua kurir ganja ini berawal dari razia yang digelar tim gabungan di  2 titik Jalan Ring Road yakni depan eks SPBU Petronas dan Medan Focal Point Mall. Semula yang menjadi target razia awalnya para pelaku asmara subuh yang mengendarai sepeda motor tanpa mengenakan helm, bonceng tiga maupun  tidak dilengkapi kaca spion.

                Sekitar pukul 06.30 WIB, melaju kencang satu unit sepeda motor vario hitam yang sebagian bodinya dilapisi stiker putih ditunggangi 2 orang pria  mengenakan helm datang dari arah Jalan Ngumban Surbakti  hendak menuju Jalan Pondok Kelapa. Namun melihat puluhan tim gabungan melakukan razia di depan Medan Focal Poin Mall, Doni yang bertindak sebagai joki pun langsung gugup dan berusaha berbalik arah.

                Melihat gelagat mencurigakan kitu, tim gabungan terutama yang berasal dari unsur Satlantas Poltresta Medan dan Kodim 0201/BS langsung melakukan pengejaran. Akibat kedua pelaku semakin gugup dan akhirnya meninggalkan sepeda motornya dan berlari  menuju  perumahan yang persis berada di depan Medan Focal Poin Mall.  Keduanya lagi apes, tim gabungan akhirnya berhasil menghentikan pelarian terebut sekaligus meringkus mereka.

                 Curiga melihat bungkusan yang didekap Dodi, salah seorang tim gabungan langsung merobek kertas pembungkusnya. Ternyata  isinya ganja kering yang sudah dipres dan siap edar ditaksir seberat 1 kg. Kedua  pelaku pun tak berkutik, mereka pun pasrah dibawa petugas. Dodi mengaku barang haram itu bukan milik mereka. “Kami hanya ditugaskan untuk mengantar saja. Upahnya Rp.100 ribu,” aku Dodi tanpa mau menyebutkan siapa pemilik dan yang menyuruh mereka mengantarkan ganja.

                Kabg Ops Polresta Medan, Kompol Herwansyah yang ikut memimpin razia ini menjelaskan,  razia yang dilakukan tim gabungan tidak hanya sebatas untuk  menertibkan para pelaku asmara subuh tetapi juga masyarakat yang mengendarai sepeda motor tanpa helm maupun kelengkapan surat-surat kenderaan, juga memeriksa barang-barang bawaan dalam rangka memberikan rasa aman dan nyaman di bulan Ramadhan ini.

                “Ternyata ketika tim gabungan melakukan razia, kedua tersangka melintas dan coba melarikan diri. Namun tim gabungan berhasil mengamankan mereka. Dari tangan salah seorang tersangka, kita amankan bungkusan ganja kering yang ditkasir seberat 1 kg.  Berhubung lokasi kejadian berdekatan dengan wilayah hukum Polsekta Medan Sunggal, maka kedua pelaku kita serahkan ke Polsekta Medan Sunggal untuk proses penyidikan lebih jauh guna mengungkap siapa pemilik ganja tersebut,” jelas  Herwansyah.

                Selain meringkus dua kurir pembawa ganja, ada juga yang unik dari penertiban lanjutan tim gabungan pada hari ketiga bulan Ramadhan. Dua remaja putri yang dihentikan tim gabungan langsung menangis setelah mengetahui sepeda motor yang mereka kenderai dibawa petugas Satlanta Polresta Medan karena tidak memiliki STNK.

                Meski kedua menangis terisak-isak namun  petugas tidak menggubrisnya dan tetap saja membawa sepeda motor tersebut. Kedua remaja putrid itu akhirnya menangis sejadi-jadinya, sebab mereka mengaku tidak berani pulang karenaketika membawa sepeda motor dilakukan sembunyi-bunyi tanpa izin dari orang tua.(rel)

Subscribe

MEDIA REALITAS