32619 KALI DIBACA

Terkait Pembuatan MC-0, Kabid Bina Marga PU Aceh Tamiang Diduga Lakukan Pembohongan

Terkait Pembuatan MC-0, Kabid Bina Marga PU Aceh Tamiang Diduga Lakukan Pembohongan

Kuala Simpang | Realitas – Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Aceh Tamiang, diduga lakukan pembohongan dalam memberikan keterangan pers terkait pembuatan pelaporan Muthual Chek 0 (MC-0).

Yaufi, ST, selaku Kabid Bina Marga
saat dikonfirmasi Awak Media awalnya terkesan mengelak, tapi setelah terus dibuntuti Kabid yang baru saja menjabat itu akhirnya mengundang Media Realitas Kamis (14/3/2019) keruang kerja, mengatakan bahwa pembuatan MC-O merupakan awal penanganan proyek pada tahap persiapan guna mengetahui perbandingan kondisi lapangan dengan design rencana kerja.

Dijelaskannya, proses MC0 tersebut dilakukan oleh 3 (tiga) instansi terkait, yaitu Depatermen Pekerjaan Umum (PU) selaku pemilik proyek, Konsultan Pengawas selaku pengawas teknik dan anggaran, dan Kontraktor selaku penyedia jasa pelaksana, kemudian hasil survey ini nantinya akan dijadikan dasar pertimbangan bila nanti terjadi perubahan kontrak, dan pembuatan MC-O dibuat secara bersama sama, dalam hal ini tidak dibuat secara khusus oleh salah satu rekanan yang ditunjuk,” katanya.

Ia menambahkan, pembuatan MCO itu tersebut tidak ada dibebankan biaya/pemotongan persen kepada pihak pemegang proyek, karena dilakukannya bersama-sama.

Sementara itu, sejumlah pihak rekanan yang tidak ingin di sebutkan namanya ketika dikonfirmasi media ini mengatakan, seharusnya pembuatan MC-O itu dikerjakan oleh pihak rekanan, sebab yang paham akan pekerjaan mereka adalah mereka sendiri, karena mereka yang mengerjakan proyek itu.

Jika perbuatannya dari pihak dinas, apa aspek legalnya, dan jika itu merupakan swakelola ya tidak masalah,

selama ini setiap proyek yang kami kerjakan, MC-O nya pihak dinas yang membuat dan rekanan pemegang proyek membayar sebesar 1 sampai 2%, tergantung besar kecilnya jumlah pagu yang didapat, ungkap mereka.

Sebenarnya kami mengetahui ASN itu tidak boleh melakukan pekerjaan proyek tadi mereka sejak lama yang membuat MC-0 ini selalu saja pihak Dinas, hal ini sudah berlangsung lama, coba dihitung sendiri setiap proyek fisik untuk membuat MC-0 mereka minta 2%.

Jika setahun ada nilai proyek mencapai Rp.100 milyar berapa mereka dapat, sementara kami para rekanan harus mengiklaskan pembuatan pelaporan MC-0 itu dikerjakan oleh mereka, karena jika kami yang buat ada saja yang salah, papar rekanan tadi yang tidak mau dipublikasikan jati dirinya.

Untuk itu kami mengharapkan pihak berwajib dapat mengusut permaian terselubung di dinas pekerjaan umum di Bidang Bina Marga, agar masalah seperti ini kedapan dapat dilakukan sesuai peraturan dan ketentuan yang berlaku.(Saiful Alam)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS