43819 KALI DIBACA

Terima Kasih, Pak Polisi Sudah Antar Penumpang Angkot

Terima Kasih, Pak Polisi Sudah Antar Penumpang Angkot

MEDAN | Media Realitas-Aksi mogok massal para supir angkot di Medan membuat para pelanggan yang biasa menanti jasa angkot kelimpungan untuk sampai tujuan, Rabu (13/12/2017).

Beruntung, pihak kepolisian bertindak sigap dan mengangkut para warga baik anak sekolah hingga mahasiswa dengan mobil patroli. Tidak hanya itu, polisi bekerja sama dengan Dinas Perhubungan Kota Medan tampak menaikkan para penumpang ke bus Damri.

Akun resmi Polrestabes Medan @polrestabes.medan menggungah beberapa video proses pengangkutan penumpang dengan bus dan mobil patroli.

“Atas perintah Kapolrestabes Medan, seluruh Polsek dan jajaran Satfung Polrestabes Medan melaksanakan bantuan kepada warga dan anak sekolah untuk pengantaran dan penjemputan baik dengan R4 maupun R2, sehubung dengan adanya aksi mogok dari angkutan umum yang berada di Kota Medan,” keterangan video tersebut.

Polres Pelabuhan Belawan juga tampak melakukan hal yang sama. Anak-anak sekolah tampak tersenyum dengan solusi yang diberikan petugas.

Seperti diketahui, aksi mogok massal para supir angkot ditengarai karena protes keberadaan transportasi online di Medan.

Kasihan, Anak Sekolah ‘Sengsara’

Angkutan kota (angkot) yang beroperasi di wilayah Medan sekitarnya melakukan aksi mogok massal. Imbasnya, anak-anak sekolah ‘sengsara’. Pasalnya, para pelajar SMP, SMA dan SMK yang menggunakan transportasi umum tak bisa berangkat ke sekolah.

“Enggak ada angkot bang, mogok massal. Gawat lah kalau begitu, bisa enggak sekolah kami ini,” ujar Abdul salah seorang pelajar SMA Negeri di Medan, Rabu (13/12/2017).

Siswa Kelas XII ini mengaku, mogok massalnya angkot karena protes adanya taksi online. Mereka meminta taksi online segera berhenti beroperasi.

“Dengar-dengar sampai tiga hari mogok massalnya. Maka dari itu, saya pulang aja ke rumah minta antar. Kalau naik Gojek enggak cukup uang saya,” ucap pelajar yang bersekolah di Jalan Sisingamangaraja Medan ini.

Dia menuturkan, hari ini sebagian besar siswa mengikuti ujian semester. Makanya, bisa terancam enggak ikut ujian akibat tak ada angkot yang beroperasi.

“Harapannya angkot tetap beroperasi, pikirkan juga kami yang mau sekolah,” cetusnya.

Tak hanya para pelajar, mahasiswa dan pegawai atau karyawan juga ikut terdampak. Mereka terpaksa menumpuk menunggu angkot di persimpangan jalan, terutama dekat kawasan Terminal Amplas dan Pinang Baris. (psc/red)

Subscribe

MEDIA REALITAS