58919 KALI DIBACA

Terbukti Beroperasi di Bulan Puasa Disbudpar Tutup Zengarden Spa dan The King Star Spa

Terbukti Beroperasi di Bulan Puasa  Disbudpar Tutup   Zengarden Spa dan The King Star Spa
Plt Kadisbudpar Kota Medan, Drs Hasan Basri MM memimpin langsung Tim Terpadu Penertiban Tempat Usaha Hiburan dan Rekreasi melakukan penertiban. Tim yang terdiri dari unrur Denpom I/5, Polresta Medan, Kodim 0201/BS, Satpol PP dan instansi terkait

mediarealitas | Medan

Dinas kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Medan menutup  paksa  Zengarden Family Spa Jalan S Parman dan The King Star Spa Jalan Biduk Medan,  Rabu (22/6). Penutupan ini dilakukan karena kedua tempat pijat refleksi itu melanggar Surat Edaran Wali kota Medan No.503/5838 tanggal 2 Juni 2016 tentang pelarangan tempat usaha hiburan dan rekreasi untuk tidak melaksanakan kegiatan pada hari besar keagamaan.

                Selain kedua tempat pijak refeleksi tersebut, Disbudpar juga minta kepada pengusaha New Iguana di lantai 5 Ramayana Plaza Jalan Iskandar tutup. Pasalnya, tempat usaha karaoke ini terbukti  tetap buka meski bulan puasa. Dari ketiga lokasi tempat usaha ini, diamankan 6 orang pekerja (5 wanita dan 1 pria).

                Penutupan ini dilakukan setelah Plt Kadisbudpar Kota Medan, Drs Hasan Basri MM memimpin langsung Tim Terpadu Penertiban Tempat Usaha Hiburan dan Rekreasi melakukan penertiban. Tim yang terdiri dari unrur Denpom I/5, Polresta Medan, Kodim 0201/BS, Satpol PP dan instansi terkait  langsung bergerak dari Kantor Disbudpar Jalan HM Yamin sekitar pukul 14.30 WIB.

                Sebelum  bergerak, Hasan lebih dahulu membagi seluruh unsur menjadi  4 tim untuk mengecek seluruh tempat usaha dan rekreasi apakahu beroperasi atau tidak setelah pihak Disbudpar melayangkan Surat edaran Wali kota Medan tersebut. Hasan yang memimpin tim satu langsung bergerak menuju Jalan S Parman Medan.

                Saat melintas depan Zengarden Family Spa, Hasan nyaris tekecoh. Sebab, pemilik spa sengaja memalang bangku kayu kosong di depan halaman masuk, sedangkan di depan pintu dibuat bacaan closed. Jika dilihat sepintas, orang beranggan spa tersebut tutup. Namun Hasan tidak terkecoh, sebab ia curiga melihat sejumlah mobil parkir di halaman depan spa tersebut.

                Hasan selanjutnya memerintahkan tim terpadu untuk memastikan apakah Zengarden beroperasi atau tidak. Saat tim hendak masuk, pintu depan terkunci. Meski digedor berulangkali namun baik pemilik maupun pekerja spa tak ada yang keluar. Menurut sejumlah warga yang melihat kedatangan tim, mereka mengatakan sejak awal Ramadan, Zengarden tetap beroperasi.

                “Tadi kami lihat masih buka, pak. Coba periksa dari samping mel;alui perumahan sebelah, ada pintu keluar dari situ, pak. Yang pasti setahu kami selama bulan puasa tempat ini (Zengarden) tetap beroperasi, tamunya pun banyak,” ungkap salah seorang wanita berdarah Tionghoa.

                Mendengar penjelasan tersebut, kecurigaan Hasan pun semakin tinggi. Dia kemudian mengistruksikan tim masuk dari samping. Ternyata benar, tim berhasil masuk dans elanjutnya membuka pintu depan. Selanjutnya tim melakukan pemeriksaan, ditemukan dua orang pelanggan baru selesai pijat refleksi. Di samping itu tim juga  menemukan belasan terapis muda yang siap melayani pasien untuk dipajt refleksi sekaligus spa.

                Seorang wanita berdarah Tionghoa yang diduga sebagai kepercayaan pemilik Zengarden, membantah mereka beroperasi. “Kami tidak beroperasi pak, kami buka hanya untuk memberikan trainning kepada para pekerja,” jelas wanita tersebut.

                Namun setelah Hasan mengecek satu persatu ruang, indikasi tempat itu beroperasi cukup kuat. Selain ditemukan dua pelanggan, sejumlah tempat pijat pun terlihat acak-acakan dan ditemukan handphone dan beberapa pakaian. Selanjutnya, hasan pun memerintahkan anggotanya untuk membuat-BAP. Dalam BAP tersebut, sang wanita berjanji tidak akan beroperasi kembali selama bulan Ramadan.

                Setelah itu Hasan memimpin tim terpadu menuju Jalan Biduk, sebab berdasarkan informasi yang diperolehnya masih da beberapa tempat pijat dan beroperasi meski bulan puasa. Dugaan Hasan terbukti, tim mendapati The King Star Spa beroperasi. Meski seorang wanita paro baya bersikukuh tempatnya tutup namun Hasan tidak percaya. Apalagi setelah diperiksa, ditemukan 4 wanita muda sembunyi dalam ruangan kecil di lantai dua.

                Dari keempat wanita yang diguna sebagai para pekerja itu, hanya dua diantaranya yang bisa menunjukkan KTP. Keempatnya mengaku tempat itu beroperasi mulai pukul 01.00 WIB sampai 17.00 WIB. Selain membuat BAP yang intinya pernyataan penanggung jawab The King Star Spa bahwa temapt itu tidak akan beroperasi selama bulan puasa, tim pun membawa keempat wanita muda itu untuk dilakukan pembinaan.

                Selanjutnya tim bergerak menuju New Iguana yang beradd I lantai 5 Ramayana Plaza Jalan Iskandar Muda. Berdasarkan informasi diperoleh, tempat usaha karaoke itu selama bulan puasa ini tetap beroperasi. Ketika tim berada di lokasi namun tidak ditemukan seorang pun pengunjung namun s alah seorang tim mendapati bukun inventaris yang mencatat kegiatan setiap malamnya.

                Dari buku itu ditemukan catatan bahwa New Iguana tetap beroperasi. Selanjutnya buku inventaris diamankan sebagai barang bukti. Selain itu tim  juga membawa seorang wanita muda yang mengaku bernama Dewi dan bertugas sebagai kasir dan seorang pekerja pria. Namun sebelum meninggalkan lokasi, tim pun meninggalkan kertas BAP.

                Terakhir tim mengatangi Chinergy Day Spa di Jalan Abdullah Lubis. Di tempat itu tim  tak menemukan seorang terapis (pekerja wanita) maupun pelanggan. Begitu juga  ketika satu persatu ruangan pijat repleksi dibuka,  kosong dan tilam pun tak tersedia. Menurut seorang pria yang mengaku sebagai pekerja di tempat tersebut, satu hari jelang bulan puasa, Chinergy Day Spa telah tutup. “Selama bulan puasa ini kami fokus melakukan renovasi tempat, pak,” jelas pria tersebut.

                Plt Kadisbudpar Kota medan, Hasabn basri menegaskan, pihaknya akan terus mengawasi Zengarden Family Spa, The King Star Spa dan New Iguana. “Apabila kita temukan mereka beroperasi kembali setelah kita berikan BAP untuk menutup usahanya selama puasa, kita akan bertindak tegas. Izin operasional nya akan kita tarik jika terbukti beroperasi kembali selama bulan puasa!” tegas Hasan.

                Selain itu imbuh Hasan lagi, pihaknya akan terus melakukan pengawasan hingga bulan puasa berakhir guna memastikans eluruh tempat usaha dan  hiburan dan rekreasi tutup selama bulan ramadhans esuai dengan Surat Edaran Wali Kota. “Pengawasan  lanjutan akan kita lakukan tiba-tiba agar tidak bocor,” terangnya.

                Ketika disinggung mengenai 6 pekerja yang diamankan itu, Hasan mengatakan akan dilakukan pembinaan. Setelah mendata indetitas mereka, keenam pekerja akan membuat surat pernyataan untuk tidak bekerja selama bulan puasa. “Apabila surat pernyataan itu mereka langgar dan kita dapati mereka tetap bekerja, kita akan mengambil tindakan tegas sesuai ketentuan yang berlaku,” paparnya.

Subscribe

MEDIA REALITAS