92819 KALI DIBACA

Terancam di PAW, YARA Dampingi Saiful Gugat Ke PN Tapaktuan

Terancam di PAW, YARA Dampingi Saiful Gugat Ke PN Tapaktuan
Ketua YARA Perwakilan Abdya, Miswar SH

Blangpidie | Media Realitas – Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Aceh Barat Daya (Abdya) melayangkan gugatan ke Pengadilan Negeri (PN) Tapaktuan terkait dengan pergantian antar waktu (PAW) yang mengancam posisi Saiful Asmadi sebagai anggota DPRK Abdya dari Partai Bulan Bintang (PBB).

Dalam Nomor Perkara REG.NO.1/PDT.G/2018/PN.Ttn, YARA menggugat DPP Partai Bulan Bintang (PBB) sebagai Tergugat I. Selanjutnya, DPRK Abdya tergugat II dan KIP Abdya sebagai Tergugat III.
 
“Kita akan dampingi Saiful menempuh jalur hukum ke PN Tapaktuan karena terancam di PAW dari jabatan anggota DPRK,” kata Ketua YARA Perwakilan Abdya Miswar SH didampingi Erisman SH, Senin (8/1/2018).

Sebagai pokok dasar gugatan, lanjut Miswar, tetap mengacu pada surat keputusan Gubernur Aceh dengan Nomor : 171.2/676/2014 tanggal 28 Agustus 2014, tentang Peresmian Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Aceh Barat Daya.

“Penggugat (Saiful) telah menduduki kursi DPRK hampir memasuki masa jabatan lima tahun kerja. Ia telah melakukan tugas-tugas kelembagaan sebagaimana  yang diamanatkan oleh aturan perundang-undangan yang berlaku. Dalam menjalankan tugas, Penggugat selalu berpegang sesuai dengan haluan dan visi-misi Partai,” ungkap Miswar kepada wartawan.

Dikemukakan Miswar, tergugat I (DPP PBB) saat ini sedang berupaya untuk melakukan PAW yakni menarik (merecall) Penggugat dari keanggotaan DPRK Abdya yang dibuktikan dengan surat tergugat I kepada tergugat II (DPRK) dengan Nomor : A-015/PCABD-Sek/04/1439 tanggal 26 Desember 2017.

Surat PAW tersebut, sambung Miswar, sudah dalam tahapan verifikasi pada tergugat II dan seterusnya akan disampaikan pada tergugat III (KIP Abdya). Sementara itu, Saiful sendiri dalam menjabat sebagai anggota dewan hingga saat ini tidak pernah melanggar peraturan perundang-undangan dan tidak pernah melakukan pelanggaran terhadap Anggaran Dasar Dan Anggaran Rumah Tangga (ADART) Partai.

Pasalnya, Saiful tetap setia dan patuh kepada garis perjuangan partai, bahkan Saiful sangat loyal dan aktif berkontribusi membangun Partai, baik secara pikiran, tenaga maupun secara materil yang secara rutin memberikan sebagian gaji Saiful untuk membesarkan  Partai yang nantinya akan dibuktikan dalam persidangan.

Karenanya tambah Miswar, perbuatan dan tindakan DPP PBB melakukan PAW terhadap Saiful sebagai Anggota DPRK Abdya merupakan tindakan yang semena-mena yang ujungnya telah melawan hukum dan  merugikan kliennya tersebut.

“Kami berharap, DPRK dan KIP Abdya agar menangguh proses PAW terhadap Saiful sebelum ada putusan final dan mengikikat,” demikian ujarnya. (Syahrizal)

Subscribe

MEDIA REALITAS