98419 KALI DIBACA

Setelah Terima Laporan, Polres Bireuen Tahan Wanita Yang Baru Melahirkan Sejak 5 Hari

Setelah Terima Laporan, Polres Bireuen Tahan Wanita Yang Baru Melahirkan Sejak 5 Hari

Bireuen | Realitas – Setelah menerima laporan dari salah satu anggota TNI Pihak kepolisian langsung mengambil sikap terhadap ibu, yang baru 5 Hari menjalani masa persalinan pada 29 Agustus lalu di RSUD Zubir Mahmud, Idi Kabupaten Aceh Timur.

Mereka adalah buah hati dari pasangan Jafadli (29) dan Maqfirah binti Zakirsyah (27) warga Desa Beuringin, Peureulak Barat, Aceh Timur, yang saat ini Masih mendekam di Rutan Cabang Bireuen Bersama Bayi kembar yang saat ini berusia 3 Bulan.

Kesedihan ketiga anak yang baru lahir kedunia itu, tak dapat di bayangkan melihat anak berusia 5 Hari itu harus menikmati masa hidupnya di dalam penjara bersama ibu kandungnya anak yang tidak berdosa itu, juga ikut menikmati apa yang harus di rasakan oleh orang tuanya.

Keberhasilan tim Satreskrim Polres Bireuen, setelah berasil mengungkap satu kasus dugaan penipuan yang melibatkan ketiga bayi kembar itu ikut merasakan di dalam jeruji besi tua yang seharusnya tidak mereka rasakan semasa hidup di dunia.

Kasat Reskrim Polres Bireuen Iptu Eko Rendi Oktama SH melalui pesan singkat yang mengatakan Kasus penipuan CPNS yang dilakukan oleh tsk Maghfirah dilaporkan oleh seseorang korban penipuan di Mapolres Bireuen dan setelah melalui proses penyelidikan telah terpenuhi unsur materiil dan formil yang dilakukan TSK tersebut.

Berkas-berkas dalam proses penyidikan sudah dinyatakan B2 16 Kejaksaan Negeri Bireuen beberapa waktu lalu melalui pesan Whatsapp dan penyerahan TSK bersama barang bukti ke Kejaksaan Negeri Bireuen setelah dilakukan penahanan terhadap Tersangka.

Dirinya melanjutkan penahanan tersebut bukan dilakukan kepada tiga bayi kembar itu tapi penahanan lakukan kepada PSK karena hasil gelar perkara di tingkat penyelidikan sama yang saat ini juga menganggap perlu melakukan penanganan bahan untuk 3 bayi tersebut.

Ketiga bayi itu tidak ada bersangkutan dalam perkara penipuan tersebut dan hak-hak tersangka saat penyidikan, kita berikan baik hak untuk beribadah maupun salah satunya untuk menyusui kata Kasat Res Polres Bireuen.
(M.Reza/iqbal)

Subscribe

MEDIA REALITAS