558019 KALI DIBACA

Setelah Dua Minggu Menghilang, Gadis Desa Simpang Tiga Ariana Ditemukan

Setelah Dua Minggu Menghilang, Gadis Desa Simpang Tiga Ariana Ditemukan

Manyak payed I Realitas  – Ariana (17) gadis warga Dusun Tanjung Sari, Desa Simpang Tiga, Kec Manyak Payed, Kab Aceh Tamiang yang hilang sejak (20/09/2018) telah ditemukan di Desa Baet, Kecamatan baitussalam, Kabupaten Aceh Besar, Sabtu (29/09/2018).

Ayahanda Ariana Zainal Abidin (53) mengatakan, berawal dari adannya panggilan masuk ke handphonenya sekira pukul 21:00 WIB pada Rabu (26/09/2018), yaitu ariana dengan menggunakan nomor handphone milik orang lain.

“Dia mengatakan kepada saya, kalau dia dalam keadaan baik dan sedang bekarja tanpa menyebutkan tempatnya bekerja,” kata Zainal kepada wartawan di kediamannya, Selasa (02/10/2018).

Untuk mengetahui identitas pemilik nomor tersebut, ayah ariana membawa nomor handphone tersebut ke kantor Polsek Manyak Payed untuk di selidiki, ternyata nomor tersebut, berasal dari salah seorang warga Desa Baet, Kecamatan baitussalam, Kabupaten Aceh Besar, yang merupakan saudara (keluarga) dari pada ariana.

Seperti berita yang dilansir sebelumnya, Ariana (17) gadis warga Dusun Tanjung Sari, Desa Simpang Tiga, Kec Manyak Payed, Kab Aceh Tamiang di duga menghilang sejak kamis pagi  (20/09/2018).

Hal ini dibenarkan oleh Datok Penghulu Desa Simpang Tiga Usman Muhammad saat di jumpai dirumah kediamannya, “Benar, memang betul salah satu warga kami ada yang menghilang sejak beberapa hari yang lalu dan hingga sekarang belum diketahui tentang keberadaanya,” kata Usman kepada wartawan Selasa (25/09/2018) sekira pukul 10:38 WIB.

Orang tua Ariana, Zainal abidin (53) mengatakan, sejak kamis pagi (20/09/2018) hingga (25/09/2018) dia belum kembali kerumah, bahkan sempat dihubungi nomornya tetapi tidak aktif sampai saat ini.

Saat berangkat dari rumah, Ariana menggunakan baju dan kerudung berwarna merah hati, dengan menggunakan rok berwarna hitam.

Sebelum menghilang, Ariana rabu sore (19/09/2018) sekira pukul 18:00 WIB masih hendak pergi ke sebuah dayah yang berada di Kecamatan Manyak Payed untuk mengaji, sebagian dayah disini, tidak membenarkan santrinya untuk pulang di malam hari tetapi diwajibkan menginap dikawasan dayah hingga pagi harinya baru izinkan  pulang ke rumah masing-masing.

“Kamis (19/9) pagi itu, dia (Ariana) tidak kunjung pulang, maka saya coba cek ke dayah, ternyata dia tidak masuk mengaji semalam,” ujar Zainal.

Menurut sumber terpercaya di Polsek Manyak payed mengatakan, sebelumnya Ariana sempat ingin bekerja disebuah rumah makan yang berada di Kota Langsa, namun, orang tuanya tidak mengizinkannya untuk bekerja.

Pengakuan dari Polsek Manyak Payed, saat ini, mereka masih belum menemukan tanda-tanda keberadaan Ariana.

“ini masih dalam penyelidikan, kita juga belum bisa menetapkan apa motif dibalik kasus ini,” jelas sumber terpecaya, Rabu (26/09/2018) yang tidak ingin disebutkan namanya.

Pihak keluarga Ariana sempat mencurigai seorang pria berinisial BR warga Desa Alue IE Puteh yang merupakan jaringan tempat ariana ingin bekerja.

Saat dijumpai pria berinisial BR di sebuah cafe yang berada di Kota Langsa, dia mengatakan, “ betul dulu saya menawarkan kerjaan kepada dia tetapi batal karena orang tuanya tidak mengizinkan dia bekerja,” ungkap BR kepada wartawan.

Lanjutnya, “ selesai dari pada itu, saya tidak pernah berkomunikasi lagi sampai saat ini, mengenai dia ingin bekerja ditempat saya itu sekitar 3 bulan yang lalu, taunya dia menghilangi Itu dari medsos beberapa hari yang lalu, jadi memang saya tidak tau-menau soal dia hillangnya kemana,” tutup BR.(Feri)

Subscribe

MEDIA REALITAS