37319 KALI DIBACA

Sauti Pengaduan Warga Komisi A DPRD Medan Tinjau D’Green Town House

Sauti Pengaduan Warga Komisi A DPRD Medan Tinjau D’Green Town House
Medan | mediarealitas
menyauti pengaduan warga Komisi A DPRD Medan yang dipimpin Ratna Sitepu meninjau langsung D’Green Town House yang beralamat di Jalan Air Bersih ujung Lingkungan IV Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai, Jumat (11/9). Ratna yang didampingi Wakil Ketua Komisi A, Hendrik Halomoan Sitompul, Waginto, Hj Hamidah D’Green Town House sebagai tindak lanjut dari pengaduan Magdalena E Sirait yang mengaku tanah seluas 3.450 Meter miliknya dirampas CK Sijabat.
Hadir dalam kunjungan tersebut Sekretaris Fraksi Demokrat DPRD Medan, Parlaungan Simangungsong, Kabid Pengawasan Dinas TRTB, Indra, Camat Medan Denai, Lurah Binjai dan Kepala Lingkungan (Kepling) IV Kelurahan Binjai. Sedangkan perwakilan pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Medan tidak hadir meskipun telah diundang. Begitu juga dengan pihak pengembang D’Green Town House, rombongan wakil rakyat ini juga tidak berhasil menemui mereka.
“Kedatangan kami kemari sebagai tindaklanjut dari RDP Komisi A dan D sebelumnya atas pengaduan ahli waris yang mengaku tanahnya telah dirampas. Kita ingin mengetahui duduk persoalan alas hak atas tanah ini. Tapi sayang hari ini pihak BPN tidak hadir juga memenuhi undangan kita,” ujar Ratna.
Lebih lanjut dikatakan Ratna, atas ketidakhadiran pihak BPN Kota Medan Komisi C akan mengagendakan kunjungan ke Kantor BPN Medan pada Senin (14/9) mendatang. Sedangkan Komisi D, menurut Parlaungan Simangungsong juga akan mendatangi Dinas TRTB sebagai konterpatnya.
Dikatakan Parlaungan legalitas penerbitan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang dinilai berdiri di lahan sengketa patut dipertanyakan. Parlaungan juga mempersoalkan bangunan yang terbukti melanggar izin dan Keterangan Situasi Bangunan (KSB).
“Kita meminta TRTB sebagai konterpat Komisi D meninjau ulang persoalan surat permohonan IMB. Jika ada kekeliruan atas surat tersebut kami minta agar ditinjau ulang,”tegasnya.
Dalam kunjungan kemarin, anggota DPRD Medan juga didampingi oleh pihak pelapor Magdalena E Sirait dan kuasa hukumnya, Abednego Panjaitan. Mereka sempat menanyakan kepada para penghuni komplek terkait persoalan hukum atas tanah di D’Green Town House yang telah dilaporkan Magdalena ke Polresta Medan dan Poldasu.
“Kalau itu kami tidak tau. Pak Kepling juga tidak ada memberitahukan kepada kami soal adanya laporan itu. Kalau kami pembeli sudah jelas surat-suratnya maka kami beli. Kami juga terkejut tiba-tiba ada rombongan seramai ini datang. Ya jelas saat ini kita resahlah,”ujar salah seorang warga sembari meminta DPRD Medan juga memikirkan nasib warga yang telah membeli rumah di Komplek D’Green Town House.
Sementara itu perwakilan Dinas TRTB Medan, Indra mengaku kalau pihaknya tidak menemui data soal D’Green Town House. Kemungkinan menurut Indra permohonan IMB untuk pembangunan D’Green Town House atas nama pribadi.
“Memang kalau untuk atas nama D’Green Town House kita tidak jumpai. Kemungkinan permohonannya atas nama pribadi nanti kita cek kembali,”kilahnya.

Subscribe

MEDIA REALITAS