37019 KALI DIBACA

Sampurno Ikut Bongkar 2 Bangunan Bermasalah di Perumahan Johor Indah II

Sampurno Ikut Bongkar 2 Bangunan Bermasalah di Perumahan Johor Indah II

Medan | mediarealitas

Kadis Tata Ruang dan Tata Bangunan (TRTB) Kota Medan, Ir Sampurno Pohan memimpin langsung pembongkaran 2 unit rumah tempat tinggal bertingkat di Jalan Karya Wisata, Kelurahan Gedung Johor, Kecamatan Medan Johor, Selasa (2/9).Selain tidak memiliki Surat Izin Mendirikan Bangunan (SIMB), kedua unit rumah dibangun di atas lahan untuk peruntukan jalan.

                Kedua unit rumah yang dibongkar itu berukuran lebih kurang 10 x 25 meter dan berada di Perumahan Johor Indah II.  Menurut Sampurno, pemilik bangunan terlalu berani membangun kedua unit bangunan tersebut. “Sudah tidak ada SIMB, kedua bangunan itu pun didirikan di atas lahan yang akan diperuntukkan untuk jalan,” kata Sampurno.

                Dijelaskan Sampurno lagi, sebelum dilakukan pembongkaran, pihaknya juga telah menyurati pemilik bangunan atas pelanggaran yang telah dilakukannya tersebut. Selain minta pembangunan dihentikan, pemilik bangunan juga harus membongkar sendiri kedua bangunan yang telah dibangunnya itu.

                Namun  kata Sampurno, pemilik bangunan tidak menanggapi surat mereka. Karenanya dia langsung memerintahkan anggotanya turun melakukan pembongkaran. Apalagi jelas pria bertubuh tambun ini, izin kedua bangunan itu tak mungkin dikeluarkan karena berdiri di atas lahan yang telah diperuntukkan untuk jalan.

                Pemilik bangunan pun tidak bisa berbuat apa-apa ketika petugas Dinas TRTB datang dan melakukan pembongkaran. Itu sebabnya proses pem,bongkaran berjalan dengan lancar, petugas dengan menggunakan martil besar membongkar dinding  dan tiang bagian  belakang maupun samping  bangunan.

                Sampurno tidak hanya memerintahkan anggotanya, dia pun ikut langsung membongkar. Dengan menggunakan broti, Sampurno dibantu beberapa anggotanya mendorong dinding bangunan sampai roboh. Kehadiran Sampuno ini otomatis semakin memotivasi anggotanya lebih smeangat lagi melakukan pembongkaran.

                Usai melakukan pembongkaran, Sampurno mengingatkan pemilik bangunan untuk menghentikan seluruh proses pembangunan, termasuk memeprbaiki dinding maupun tiang yang telah dihancurkan. “Kedua bangunan ini kita nyatakan stanvast. Artinya, tidak boleh dilakukan pengerjaan sedikit  pun.  Jika tiba saat pembangunan jalan baru dilakukan, .kita ratakan ini semua,” paparnya (LR)

Subscribe

MEDIA REALITAS