24219 KALI DIBACA

Ratusan Nelayan Tapaktuan Mengeluh Kawasan TPI Tidak Ada Bangun IPAL

Ratusan Nelayan Tapaktuan Mengeluh Kawasan TPI Tidak Ada Bangun IPAL
Bagian belakang pasar rakyat Lhok Bengkuang Tapaktuan yang akan segera di fungsikan tetapi belum memiliki IPAL.

Tapaktuan | Realitas – Ratusan Nelayan wilayah Lhok Tapaktuan Kabupaten Aceh Selatan, mengeluh di kawasan Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) tidak tersedia bangun Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) untuk kebutuhan primer dari satu pasar.

Keluhan ratusan nelayan itu, melalui Panglima Laut Wilayah Lhok Tapaktuan, Taslim, Senin (3/12/2018) seiring dioperasikannya Pasar Rakyat Tapaktuan yang berdampingan dengan PPI.

“Pembangunan IPAL merupakan solusi untuk meminimalisir dampak limbah dari perdagangan ikan, daging dan sayur mayur,” terang Taslim kepada awak media.

Menurutnya tanpa Ipal air limbah dari perdagangan yang dapat menimbulkan bau yang tidak sedap dan rentan timbulnya sumber penyakit akan mengalir ke kolam yang ada PPI.

Sedangkan kolam itu, selain tempat labuh juga berfungsi sebagai dok atau tempat perbaikan boat, Ujar Taslim

“Bila kolam itu tercemar dengan air limbah hasil perdagangan,di khawatirkan banyak nelayan yang beraktifitas di kolam labuh itu terserang penyakit.

Ini bagian yang ditakuti nelayan,” ujar Taslim mengadopsi keluhan Nelayan.

Terkait dengan keluhan ratusan nelayan tersebut, Panglima Laot Lhok Tapaktuan, Taslim, mendesak Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan, untuk dapat membangun IPAL itu, harapnya.

Sekdakab Aceh Selatan H. Nasjuddin,SH. MM yang di konfirmasi secara terpisah menyangkut hal ini berujar fasilitas IPAL dipasar tersebut akan dibangun dengan mengusulkan anggaran pada APBK Perubahan Tahun 2019, janjinya.

“Kita akan upayakan pembangunan IPAL di komplek pasar dengan mengusulkan anggaran di APBK-P Aceh Selatan Tahun Anggaran 2019 mendatang,” terangnya.

Meskipun demikian, pedagang diharapkan dapat membuang limbah pada tempatnya agar bisa diangkut untuk dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir sampah, tambahnya.

“Sementara ini untuk pembuangan air limbah akan ditampung dalam kolam dan tidak langsung dibuang ke laut,” pungkas Sekda. (Zulmas/iqbal)

Subscribe

MEDIA REALITAS