46119 KALI DIBACA

Raker DPRD Medan Dicap Hanya Untuk Refreshing

Raker DPRD Medan Dicap Hanya Untuk Refreshing

Medan | mediarealitas

Rapat Kerja (Raker) anggota DPRD Medan yang diadakan di The Hill
Sibolangit, Deliserdang, pada hari ini Kamis (29/10) sampai Jumat
(30/10) dicap hanya sebagai refreshing. Sebab, Raker tersebut masih
bisa digelar di Kota Medan.

Demikian diungkapkan oleh Pemerhati Sosial, Roni Jambak, S.Sos ketika
dihubungi wartawan Rabu (28/10). Menurutnya, Raker yang digelar di luar
kota seperti itu tidak menunjukkan kecintaan legislator terhadap kota
Medan.

“Mereka itu wakil rakyat dari Medan, ngapain ke Sibolangit atau Karo
sana. Ini kan Raker bukan untuk refreshing,” kata alumnus Universitas
Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) ini.

Roni menilai, untuk menggelar Raker berbiaya Rp300 juta tersebut
masih banyak tempat yang layak di Medan. “Masih banyak kan tempat
layak di sini (Medan) kalau hanya untuk Raker saja. Paling tidak kalau di
sini kan sekaligus menunjukkan kalau mereka benar-benar wakil rakyat
Medan,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Ahmad Arif
menilai Raker sah-sah saja digelar di The Hill Sibolangit karena itu sudah
dianggarkan dan direncanakan jauh-jauh hari. “Lebih enak (Raker) di
sana, kan bisa santai,” beber Ahmad Arif saat ditemui sebelum
mengikuti rapat di ruang Badan Anggaran (Banggar) gedung DPRD
Medan.

Dijelaskannya lagi, Raker sendiri diadakan untuk bertujuan untuk
membahas program dari komisi-komisi yang ada di DPRD Medan.
“Program itu nantinya akan dilaksanakan bersama Pemko. Raker itu juga
akan diikuti oleh SKPD juga kok,” tandasnya.

Sebelumnya Heri Zulkarnain menilai Raker lebih baik dilakukan di
Medan ketimbang di Sibolangit mengingat kondisi kabut asap melanda
Medan. “Raker itu memang akan menghasilkan satu yang positif, tapi di
Medan kan bisa. Jadinya kurang elok, media, LSM dan pengamat
menyoroti rencana Raker ini,” jelas Politisi Partai Demokrat, Selasa
(27/10).

Sementara Liz Usman selaku Ketua Panitia Pelaksanaan Raker DPRD
Medan menyebut raker tersebut menelan anggaran Rp300 juta. Biaya
raker tersebut tercantum dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja
Daerah (APBD) tahun 2015. “Jadi atas dasar ini, Raker dilaksanakan
dengan biaya sebesar Rp300 juta. Dan ini dibenarkan dalam Peraturan
Pemerintah  No 16 Tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Peraturan
tentang Tata Tertib DPRD,” ucapnya. ( LR )

Subscribe

MEDIA REALITAS