6819 KALI DIBACA

Racik Tembakau Gorila, 4 Pelajar Di Bandung Dibekuk Polisi

Racik Tembakau Gorila, 4 Pelajar Di Bandung Dibekuk Polisi

Bandung | Realitas – Racik Tembakau Gorila, 4 pelajar Di Bandung dibekuk Polisi.

Empat pelajar terpaksa berurusan dengan Polisi.

Mereka ditangkap lantaran meracik dan menjual Tembakau Gorila.

Keempat pelajar tersebut ditangkap petugas Direktorat Reserse Narkoba Polda Jabar dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Jawa Barat.

Keempatnya yakni MRF (18) yang ditangkap Polda Jabar pada, Rabu (06/02/2019) serta 3 orang yakni MZF (19), MAKW (19) dan DAR (19) yang ditangkap BNN Jabar pada, Jumat (15/03/2019).

“Jadi kami bersama BNN melakukan penangkapan, pelaku masih di bawah umur,” ucap Direktur Reserse Narkoba Polda Jabar Kombes Enggar Pareanom di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Selasa (19/03/2019).

Enggar menuturkan pelaku MRF meracik sendiri tembakau gorila tersebut di sebuah apartemen di Jalan Karapitan.

Dia mengumpulkan barang dari mulai tembakau hingga zat kimia berwarna putih dan jingga.

Bahan-bahan itu didapat MRF dengan cara membeli secara online.

Tembakau murni didapat dari Indonesia sementara zat kimia didapat dari China.

“Dia ini Home Industry dengan menggunakan salah satu apartemen,” kata Enggar.

Hasil racikan MRF lantas dijual melalui Media Sosial bernama ‘Elephan Hunter’ yang dikelola sendiri oleh MRF.

Dari penjualan tersebut, MRF memperoleh keuntungan yang cukup besar.

Meski tidak menyebut nominal keuntungan, namun Polisi menyebut hasil bisnis yang dilakoni MRF dapat menghidupi sehari-hari.

“Keuntungannya dia untuk sehari-hari, dia bisa sewa apartemen lah,” katanya.

Sementara untuk 3 pelajar lain yang diamankan BNN, aksi yang dilakoni hampir serupa.

Mereka menggunakan apartemen di kawasan Buahbatu sebagai lokasi peracikan tembakau gorila tersebut.

“Mereka bersama-sama melakukan peracikan sampai pemasaran, perbuatannya dilakukan selama 6 bulan,” kata Kabid Pemberantasan BNN Jabar AKBP Daniel.

Sama dengan MRF, hasil racikan tembakau gorila tersebut dijual ketiganya melalui Media Sosial Instagram bernama ‘Little Heaven’.

“Keuntungannya ini dibagi tiga, dari penjualan ini, mereka bisa mampu menyewa apartemen,” ucap Daniel.

(dtc/intan)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS