84019 KALI DIBACA

PTPN2 Terus Bersihkan Lahan HGU Dari Penggarap

PTPN2 Terus Bersihkan Lahan HGU Dari Penggarap

TANJUNG MORAWA, SUMUT | Media Realitas – PT Perkebunan Nusantara 2 (PTPN2) akan terus melakukan pembersihan lahan (okupasi) terhadap areal HGU yang digarap oknum tidak bertangganggung jawab. Itu dilakukan sebagai pengamanan aset Negara dan kelangsungan hidup perusahaan.

Hal ini disampaikan Kepala Bagian Sekretariat Perusahaan PTPN2, AH Suharto SH di ruang kerjanya didampingi Kabag Hukum Pertanahan PTPN2 Kennedy NP Sibarani, di Kantor Direksi PTPN2 Tanjung Morawa, Jumat (29/12).

“Dalam melakukan pembersihan areal HGU, PTPN2 telah melakukannya sesuai dengan Standard Operating Procedure (SOP). Mulai dari pertemuan, himbauan dan surat peringatan kepada masyarakat penggarap bahkan sudah mendirikan plank peringatan bahwa akan dilakukan okupasi yang sebelumnya sudah beberapa kali diberikan himbauan dan peringatan baik secara langsung kepada masyarakat penggarap, surat maupun melalui media cetak, “jelas Suharto.

Dikatakan Suharto lagi, PTPN2 sudah melakukan okupasi dibeberapa Kebun seperti Kebun Tandem, Bulu Cina, Patumbak dan Kebun Limau Mungkur yang berlangsung aman dan terkendali. Dan akan terus dilakukan pembersihan areal HGU PTPN2 yang telah diamanah Pemerintah kepada PTPN2.

“Sehingga nantinya areal HGU aktif harus dikelola sebagaimana mestinya,”tambahnya.
Suharto juga menjelaskan, saat ini areal tersebut dimanfaatkan untuk kepentingan PTPN2 sejalan dengan Surat Edaran Menteri BUMN No SE-09/MBU/2009 yakni menyusun dan melaksanakan program secara sistematis untuk menata penguasaan rumah jabatan/dinas, penarikan semua aset yang dikuasai oleh orang yang tidak berhak termasuk dengan melakukan upaya hukum yang optimal, baik secara pidana maupun perdata.

Kemudian menyusun dan melakukan program sertifikasi atas tanah dan bangunan yang belum bersertifikat untuk memberikan kepastian dan kejelasan alas hak. Apabila Direksi mengalami kendala dalam melaksanakan penertiban aset tanah dan bangunan maupun rumah dinas akan diberikan laporan secara tertulis kepada Kementerian Negara BUMN untuk diteruskan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi.

Suharto juga menghimbau kepada masyarakat untuk tidak menguasai lahan HGU PTPN2 guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
“Masyarakat penggarap diharap mematuhi dan mentaati ketentuan hukum yang berlaku di Negara Republik Indonesia, “imbuh Suharto.
Terpisah, warga Patumbak TS (43 tahun) dan Ar (36 tahun) mengaku bahwa lahan yang mereka garap merupakan areal HGU PTPN2.

TS menuturkan dulunya lahan tersebut terdapat tanaman sawit PTPN2 yang tertata dengan baik. Belakangan banyak oknum menggarap sehingga mereka ikut juga menggarap lahan tersebut.

“Sekarang ini lahan tersebut akan diusahai oleh PTPN2. Kami akan memberikannya dikarenakan saya tau lahan tersebut areal dan hak mereka, “jelas TS.
Sejumlah warga saat dikonfirmasi di lapangan mengatakan sangat keberatan dengan adanya kafe-kafe liar di areal HGU PTPN2.
“Kesemuanya itu bisa membuat efek negatif d itengah masyarakat, baik kepada masyarakat sekitar maupun kepada generasi muda, “beber TS.(hendra)

Subscribe

MEDIA REALITAS