17419 KALI DIBACA

Proyek Peningkatan Jalan Senilai Rp 8 Milyar, Empat Bulan Dikerjakan Sudah Rusak

Proyek Peningkatan Jalan Senilai Rp 8 Milyar, Empat Bulan Dikerjakan Sudah Rusak

Karang Baru | Realitas – Proyek Peningkatan Jalan Senilai Rp 8 Milyar, Empat Bulan Dikerjakan Sudah Rusak.

Proyek Peningkatan Struktur Ruas Jalan Simpang 3 Selele Alur Baung Kecamatan Karang Baru Kabupaten Aceh Tamiang, yang baru selesai dikerjakan bulan November tahun 2018 lalu, saat ini kondisinya sudah mulai pecah-pecah di beberapa titik.

Pasalnya proyek yang menghabiskan anggaran Rp, 8.035.700.000,00 bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tersebut mengalami kerusakan di sejumlah titik.

Rusaknya jalan itu diduga akibat kegiatan laporan Mutual Check (MC) 0-100 dilakukan oleh pihak dinas itu sendiri (Bina Marga), begitu juga dengan pengawasan kegiatan itu dilakukan oleh konsultan peliharaan Bina Marga, sehingga pengawasannya dilakukan hanya di awal dan akhir pelaksanaan saja.

Sejumlah warga setempat ketika ditemui Realitas, Senin (25/03/2019) mengatakan, pengaspalan jalan di Kampung Alur Baung belum lama di kerjakan, tetapi sudah mengalami kerusakan di beberapa titik.

“Belum setahun jalan ini selesai dikerjakan, tapi sudah ada yang retak-retak, kesannya seperti asal jadi mengerjakan,” ungkap warga.

Padahal, kata mereka lagi, jalan ini tidak dilintasi kendaraan bertonase berat, hanya untuk melangsir TBS, tetapi aspal sudah banyak yang pecah.

“Kami khawatir, apabila tidak segera ditangani, kerusakan itu bisa semakin parah,”.

Setelah mendapat keterangan warga, Media ini bersama tim melakukan pantauan ke lokasi jalan guna mendapatkan kebenarannya, setibanya di lokasi itu benar saja, tim melihat ruas jalan di beberapa titik sudah mulai patah, dan ada juga yang sudah mulai longsor/amblas akibat tidak adanya bahu jalan, dan tidak ada pengaman tebing jalan.

Di beberapa ruas jalan, tim juga menemukan beberapa titik ruas jalan Kampung Alur Baung ada yang sudah di plingkut/tampal, ironisnya lagi, sebagian pengaspalan jalan itu berada di lokasi HGU milik PT. Socfindo kurang lebih 500 meter, padahal masih banyak ruas jalan kampung itu yang belum di aspal.

Untuk mengklarifikasi temuan tersebut, awak Media mencoba menghubungi Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Aceh Tamiang, Yaufi, ST melalui pesan WhatsApp, Selasa (26/03/2019), menurut Yaufi, mengenai kerusakan itu masih menjadi tanggung jawab pihak pelaksana, karena masih dalam masa perawatan, pihak Dinas sudah mengintruksikan kepada pelaksana untuk dapat segera dilakukan perbaikan.

Mengenai MC adalah menjadi salah satu urusan Administrasi yang ada pada Dinas PU khususnya Binamarga, balasnya singkat.

(Saiful Alam/intan)

Subscribe

MEDIA REALITAS