171819 KALI DIBACA

Proyek Pasar Rakyat Dikawal TP4D Kejaksaan Negeri Bireuen. Sampai saat ini Belum Juga Rampung

Proyek Pasar Rakyat Dikawal TP4D Kejaksaan Negeri Bireuen. Sampai saat ini Belum Juga Rampung

example banner

BIREUEN, ACEH | Media Realitas– Pembangunan Pasar Rakyat yang berlokasi di Desa Cureh Kecamatan Kota Juang, kabupaten Biueuen, saaat ini dalam pengawasan Kejaksaan Negeri Bireuen. Rekanan proyek, PT Putra Airlangga Jaya Banda Aceh didesak harus menyelasaikan paling lambat 31 Desember 2017.

Dari sumber internal kepada Media ini menyebutkan, proyek yang menelan Anggaran senilai Rp 4 Milyar lebih tersebut, akan terancam Silpa menyusul pembangunan pasar rakyat di Kabupaten Bireuen itu, dinilai lambat. Tidak mengherankan jika rekanan di desak untuk segera merampungkankan bangunannya paling lambat 31 Desember 2017 yang akhirnya melibatkan kejaksaan negeri Bireuen untuk mengawal langsung dan mengamankan proyek bereumber dana APBN .

Kadis Penanaman Modal, perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Bireuen, Darwansyah, SE mengaku proyek Pasar Rakyat mengalami kendala dalam pembangunannya. Menjelang berakhirnya masa kontrak, pekerjaan yang dilakukan baru mecapai 65 persen, yang tentu saja harus dituntaskan 31 Desember 2017.”Pihak Rekanan telah memasukkan Garansi Bank Sebesar Rp 2 Milyar untuk bisa menyelesaikan proyek tersebut paling lambat, bulan ini,” ujar Darwansyah.

Pihak rekanan, Firdaus yang dihubungi media ini via Handphone, milik pribadinya Kamis (21/12) menyebutkan, justru pekerjaan baru mencapai 60 Persen, kendatii Kadis Penanaman Modal, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Bireuen, Darwansyah menyebutkan pekerjaan baru mencapai 65 persen. Begitupun, ia mengaku akan menyelesaikan tepat waktu, per 31 Desember 2017.”Insyaallah proyek tersebut selesai pada waktunya. Karena proyek tersebut dalam pengawasan Kejaksaan Negeri Bireuen,” paparny Firdaus kepada media ini

Hal itu terbukti dengan dipancangkan plang bertuliskan. “Proyek ini Dikawal dan diamankan oleh Tim Pengawal dan Pengamanan pemenrintah dan Pembangunan daerah (TP4D) Kejaksaan Negeri Bireuen”. Namun, warga mempertanyakan, ada tidaknya TP4D untuk untuk mengawasi proyek-proyek lainnya di Kabupaten Bireuen yang juga mengalami kendala dalam pembangunannya, apalagi pekerjaan yang masa kontraknya harus selesai Desember.

Namun, pekerjaan yang bernilai, milyaran rupiah tidak memancangkan papan nama Proyek.” Contohnya, Seperti proyek pembangunan jalur kawasan Langgar Square Kota Bireuen. Penataan fasilitas umum di pusat kota itu, dengan peningkatan ruas jalan di area pusat jajanan serba ada ini, diduga menjadi ladang korupsi uang rakyat. Betapa tidak, proyek yang dikerjakan anak kandung bupati ternyata dibangun asal jadi. Tetapi pihak instansi terkait tak berani bertindak tegas, karena rekanan pelaksana merupakan putera bupati.

Kontraktor proyek “Pemeliharaan Jalan Syik Johan Alamsyah” yakni PT Kota Metro Dollar bernilai Rp 4.994.400.000, bersumber dari APBK Bireuen TA 2017 dan sesuai kontrak harus selesai 18 Desember 2017, tapi bangunan jalan dibangun asal-asalan dan tidak diaspal. Selama ini proyek itu dikerjakan oleh anak kandung Bupati Bireuen. bagaimana rakyat bisa tahu tentang pekerjaan tersebut,” ujar seorang warga Bireuen. (M. Reza)

Subscribe

MEDIA REALITAS