952119 KALI DIBACA

Proyek Anak Bupati Bireuen Diduga Berkubang Masalah, Jalan Langgar Square Dibangun Tanpa Aspal

Proyek Anak Bupati Bireuen Diduga Berkubang Masalah, Jalan Langgar Square Dibangun Tanpa Aspal

example banner

BIREUEN | Media Realitas-Program pembangunan Pemerintah Kabupaten Bireuen dibawah kepemimpinan H Saifannur S.Sos, terus saja menuai persoalan. Selain terkesan lamban dan kerap menimbulkan kontroversi, indikasi nepotisme juga mengiringi kinerja bupati Bireuen ini. Terutama, dugaan bagi-bagi proyek untuk keluarga serta penyimpangan lainnya yang ditengarai sarat korupsi.

Seperti proyek pembangunan jalur kawasan Langgar Square Kota Bireuen. Penataan fasilitas umum di pusat kota itu, dengan peningkatan ruas jalan di area pusat jajanan serba ada ini, diduga menjadi ladang korupsi uang rakyat. Betapa tidak, proyek yang dikerjakan anak kandung bupati ternyata dibangun asal jadi. Tetapi pihak instansi terkait tak berani bertindak tegas, karena rekanan pelaksana merupakan putera bupati.

Kontraktor proyek “Pemeliharaan Jalan Syik Johan Alamsyah” yakni PT Kota Metro Dollar bernilai Rp 4.994.400.000, bersumber dari APBK Bireuen TA 2017 dan sesuai kontrak harus selesai 18 Desember 2017, tapi bangunan jalan dibangun asal-asalan dan tidak diaspal. Selama ini proyek itu dikerjakan oleh anak kandung Bupati Bireuen yang bernama Uun.

Sementara hasil pantauwan media ini di lokasi “Semen cor teras (trotoar) di kawasan Rex terlihat rapuh, jalan tak diaspal. Proyek ini, kesannya dibangun asal jadi dan tidak memberi hasil maksimal, malah terlihat makin semberaut karena parit juga dalam posisi terbuka di pinggir jalan,”

Sementara itu, seorang sumber internal di lingkungan Pemkab Bireuen menyebutkan, proyek tersebut dikerjakan oleh anak bupati yakni Uun. Selama proyek itu berjalan, hampir seluruh armada alat berat, merupakan milik PT CKA yang dulunya dipimpin oleh H Saifannur yang kini menjabat sebagai bupati Bireuen.

Koordinator LSM Konsultan Gapura Indonesia, Marvirin kepada awak media menandaskan, bahwa dirinya melihat pembangunan di kawasan Langgar Square belum memberi manfaat bagi masyarakat. Bahkan, hampir seluruh pekerjaan itu tak menampakkan bentuk fisik yang sesuai konstruksi yang baik.
“Saya meliihat pekerjaan sarana di sekitar Meunasah Kota Bireuen, dibangun asal jadi dan gagal konstruksi, Saya siap buktikan ini secara tehnis,” ungkapnya,

Menurut estimasi pegiat LSM, pekerjaan yang dikerjakan oleh Dinas PUPR Bireuen ini, secara quality dan quantitinya proyek itu sangat buruk dan diperkirakan tidak sesuai spesifikasi tehnis. Dia mendesak kadis terkait mampu menjalankan tugas dengan baik dan tegas.”Jangan hasilkan lagi konstruksi buruk, karena kinerja bobrok pihak dinas. Kami mempertanyakan keberadaan konsultan, potong saja anggaran mereka,” pukaUsnya.

Namu kadis PUPR Bireuen Fatli yang sempat di hubungi media ini kamis Sore sekitar 16: 18 wib belum enggan menjawab dan mengaja jumpa awak media. Namun sampai saat ini kepala dinas tersebut belum berhasil di temui sampai berita ini di terbitkan. (M. Reza.)

Subscribe

MEDIA REALITAS