24719 KALI DIBACA

Polres Blitar Tangkap Pelaku Pemalsuan STNK Berawal Dari Samsat Keliling

Polres Blitar Tangkap Pelaku Pemalsuan STNK Berawal Dari Samsat Keliling

Blitar I Media Realitas-Polres Blitar membongkar pelaku pemalsuan surat kendaraan saat melakukan pelayanan samsat keliling di Desa Gawang, Bakung, Kabupaten Blitar. Saat melakukan pelayanan, polisi menemukan sebuah STNK yang diduga palsu.

“Dari temuan itu kami langsung melakukan penyelidikan,” ujar Kapolres Blitar AKBP Slamet Waloya pada wartawan di Mapolres, Senin (14/8).

AKBP Slamet mengatakan, pada pelayanan samsat keliling itu, petugas menemukan sebuah STNK motor Honda nopol AG 4733 MR atas nama Siti Khotijah yang terindikasi palsu. Setelah diselidiki, polisi menemukan Ali Nur Hanifan (41), warga Dusun Ngrobyong, Desa Jiwut, Nglegok sebagai tersangka

Dari rumah tersangka, polisi mengamankan beberapa lembar STNK palsu, satu BPKB palsu, beberapa plat nomor kendaraan palsu, dan beberapa stempel. Rupanya tidak hanya surat kendaraan saja yang dipalsukan pelaku. Polisi juga menemukan satu buku nikah palsu dan lembar kartu keluarga palsu. Disita juga satu unit mobil dan empat unit motor.

“Tersangka diduga melakukan pemalsuan ini sendirian, namun tergabung dalam sindikat jaringan pemalsuan antar propinsi ,” tambah AKBP Slamet.

Ini terbukti dengan pengakuan tersangka, jika surat-surat yang dipalsukan itu berdasarkan pesanan dari Jakarta, Yogjakarta dan Surabaya. Lalu darimana pelaku mendapat lembaran STNK?

“Itu STNK mati yang didapat di tong sampah samsat. Satu bendel cuma saya ganti rokok saja pemulungnya mau, daripada dibakar atau dibuang,” aku tersangka .

Pelaku mematok harga satu lembar STNK seharga Rp 600 ribu untuk motor dan Rp 1 juta untuk roda empat. Sedangkan harga untuk BPKB bagi motor seharga Rp 3 juta dan mobil seharga Rp 7 juta.

“Yang pesen itu tahu kalau ini surat palsu. Biasanya mereka dapat kendaraan tapi gak ada suratnya. Kalau mau dijual, baru dipesankan suratnya ke saya,” papar Ali.

Tak hanya itu, pelaku juga menjual kendaraan bodong, lalu dibuatkan surat kendaraan palsu. Dia mengaku melempar kendaraan bodong itu ke Jakarta dan Jawa Tengah.

Ali harus berhadapan dengan hukum untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. Dia melanggar pasal 263 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal enam tahun penjara.(red)

Subscribe

MEDIA REALITAS