31619 KALI DIBACA

Polisi Gagalkan Peredaran 3 Kg Sabu untuk Pesta Tahun Baru

Polisi Gagalkan Peredaran 3 Kg Sabu untuk Pesta Tahun Baru

example banner

JAKARTA | MEDIA REALITAS – Polres Metro Jakarta Utara membekuk LS, EA, PN, RK, dan SS karena mengedarkan sabu serta RA, SF, dan TH sebagai pengedar ganja. Dalam kurun 10 hari ini polisi berhasil meringkus 8 tersangka dengan barang bukti sabu 3.047 gram, 9 butir ekstasi, 48.800 gram ganja, dan uang transaksi ganja sebesar Rp 50 juta.

“Operasi ini dilakukan dalam rangka cipta kondisi kondusif menjelang malam tahun baru. Dalam operasi ini, Sat narkoba Polres Jakut berhasil mengamankan barang bukti sebanyak 3,047 kg sabu, 48,800 kg ganja, dan uang hasil transaksi Rp 50 juta,” kata Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Reza Arief Dewanto di Polres Metro Jakarta Utara, Sabtu (30/12/2017).

“Sabu kemungkinan mau diedarkan malam tahun baru,” imbuhnya.

Berawal pada Kamis (21/12), Sat Resnarkoba Polres Jakut melakukan transaksi narkoba jenis sabu dengan pengedar LS serta EA dan disetujui pelaku untuk bertransaksi di wilayah Tanah Abang, Jakarta Pusat. Tersangka LS dan EA dibekuk dengan barang bukti sabu 230 gram. Menurut pengakuan LS dan EA, mereka mendapat sabu dari tersangka LF (narapidana Lapas Tigaraksa) dan pengiriman barang atas perintah GR (narapidana Lapas Gunung Sindur, Tangerang).

Selanjutnya, pada Selasa (26/12), Sat Resnarkoba Polres Jakut kembali melakukan transaksi sabu dan ekstasi dengan tersangka PN, RK, dan SS di Sunter, Jakarta Utara, serta mengamankan barang bukti berupa sabu. Selain itu, pada Kamis (28/12), polisi kembali menangkap RA, SF, dan TH dengan barang bukti ganja seberat 48.800 gram.

“Asal barang untuk yang ganja dari Aceh, untuk sabu jaringan yang dikendalikan dari beberapa lapas,” kata Reza.

Reza mengatakan jaringan napi ini melakukan transaksi melalui telepon untuk mengedarkan sabu. Untuk ganja, Reza mengatakan berasal dari Aceh dan dikirim menggunakan jasa ekspedisi pengiriman barang.

“(Ganja) langsung aja dibungkus pakai kardus dan ada pakaian di dalamnya. Modusnya pengiriman pakaian. Jasa ekspedisi ini juga bekerja sama dengan kita, mereka menginformasikan juga,” kata Reza.

Selain itu, Reza mengatakan kasus ini masih diselidiki lebih lanjut untuk mengetahui sumber awal sabu ataupun ganja tersebut. Dari hasil operasi cipta kondusif ini, total harganya adalah Rp 4 miliar untuk sabu dan Rp 732 juta untuk ganja.

“Untuk pasal kita kenakan pasal 114 ayat 2 dengan ancaman hukuman di atas 15 tahun,” kata Reza. (dtc/red)

Subscribe

MEDIA REALITAS