88219 KALI DIBACA

Polisi Berhasil Tangkap 33 Tabung LPG Illegal di Aceh Selatan

Polisi Berhasil Tangkap 33 Tabung LPG Illegal di Aceh Selatan

example banner

Aceh Selatan | Media Realitas:Kepolisian Polres Aceh Selatan, hari Rabu (27/12/2017) sekitar pukul 10.00 WIB pagi berhasil menangkap 33 tabung LPG Illegal isi tiga kilogram di kawasan jalan negara Gampong Lhok Bengkuang, kecamatan Tapaktuan.

Menurut keterangan Kapolres Aceh Selatan, AKBP Dedy Sadsono, ST, didampingi Kasat Reskrim, Iptu M. Isral, SIK dan Kanit II Tipiter, Iptu Andrianus, SE, kepada media ini Kamis (28/12/2017) sekitar pukul 15.00 WIb sore, mengakui ada menangkap pelaku beserta barang bukti berupa 33 tabung LPG tiga kilogram yang bersubsidi.

Terangnya dilakukan penangkapan karena pelaku penjual an tanpa memperlihatkan dokumen dan dijual sangat jauh bedanya dengan harga HET, sehingga meresahkan masyarakat.

Sebab harga HET yang ditetapkan oleh Pemerintah Daerah Aceh Selatan, seharga Rp.23.000,_, namun sipelaku menjual Rp.35.000,_/tabung. Ini merupakan sangat menyalahi dengan penjualan dari harga HET.

Lebih lanjut kapolres menerangkan, pada hari Rabu 27 Desember 2017 sekitar pukul 9.40 wib anggota Opsnal Polres Aceh Selatan mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa ada gas di bawa ke wilayah lain dan dijual tidak sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).

Namun setelah mendapatkan informasi tersebut, Personil Sat Reskrim Polres Aceh Selatan, melakukan pengecekan terhadap kebenaran informasi itu, ternyata benar ada mobil R.4 Datsun Pick-up warna hijau napol BL 8197 TA yang ditumpangi dua orang masyarakat atas nama inisial SN, umur 46 tahun pekerjaan pedagang dengan suaminya berinisial AR umur 48 tahun, (pelaku-red) mereka dua-duanya warga Gampong Batu Itam Kecamatan Tapaktuan.

Didalam mobil tersebut terdapat 30 tabung gas Gas LPG sedang diturunkan, karena tidak memiliki dokumen yang sah (resmi), petugas membawa barang bukti (BB) beserta pelaku ke Polres Aceh Selatan, guna dilakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.

Kemudian dari hasil pemeriksaan, ternyata di rumah SN juga ditemukan tabung Gas yang sudah laku terjual tiga tabung, dari keterangan saudari SN dan saudara AR diketahui bahwa gas diperoleh dengan cara membeli dari pangkalan gas elpiji dengan harga di atas ketentuan yang ada.

Sekarang polisi menyita barang bukti (BB) berupa tabung gas, pelaku dan mobil yang bawa gas, kemudian kita periksa saksi-saksi, untuk bisa dilakukan pengembangan lebih lanjut.

Perbuatan yang meresahkan masyarakat ini, dikenakan undang-undang 22 tahun 2001 tentang migas (mnyak dan gas) dan dikenakan ancaman hukuman minimal tiga (3) tahun penjara.

“Tambah kapolres dengan tertangkapnya pelaku dan barang bukti ini, duharapkan bisa tidak ada lagi setelah ini,” harapnya Kapolres AKBP Dedy Sadsono.

Pengakuan pelaku kepada sejumlah awak media, ia mengaku pekerjaan yang ia lakukan sudah berlangsun lima bulan, dan mengakui ia membeli dari pangkalan di seputar Kota Tapaktuan, dengan harga Rp.28.000/tabung dan dijual kepada masyarakat Rp.35.000,-/tabung.(MR.Zulmas)

Subscribe

MEDIA REALITAS