24719 KALI DIBACA

Polda Metro Jaya Berhasil Bongkar Kasus Pedofilia Live Via Skype

Polda Metro Jaya Berhasil Bongkar Kasus Pedofilia Live Via Skype

Jakarta | Media Realitas – Dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), perbuatan yang dikenal sebagai pedofilia adalah perbuatan cabul yang dilakukan seorang dewasa dengan seorang di bawah umur, dalam hal ini telah diatur dalam Undangan-Undangan No. 23 Tahun 2002, tentang Perlindungan Anak dan Pasal 290 KUHP, Ancaman pidana bagi orang yang melakukan perbuatan cabul dengan anak yang memiliki jenis kelamin yang sama dengan pelaku perbuatan cabul, Hukuman maksimal bagi pelaku pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur adalah 15 tahun penjara dan denda sekitar Rp 60.000.000 – Rp. 300.000.000.

Ancaman tersebut diatas sepertinya tidak memberikan efek jera terhadap para pelaku pedofilia, terbukti Polda Metro Jaya kembali mengungkap kasus kekerasan seks terhadap anak atau pedofilia yang disebarkan melalui media sosial Skype secara live atau langsung.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan dalam kasus ini, Polda Metro Jaya berhasil mengungkap dan menangkap pelaku tunggal berinisial AI alias DA (41tahun).

“Penangkapan dipimpin langsung oleh Direktur Reskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Wahyu Hadiningrat, kasus ini terungkap melalui kegiatan patroli siber yang terus digalakkan pasca-operasi Candy, “ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono, di Mapolda Metro Jaya, Rabu, 24/5/2017.

“Lebih lanjut Kombes Pol Argo menjelaskan, “sejak operasi Candy yang pertama, jajaran cyber crime tidak berhenti sampai di situ, Polda Metro Jaya terus mencari dan sampailah pada operasi Candy 2 dan berhasil menangkap seorang pelaku.

“Operasi Candy 2 yang dilakukan Subdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya ini bekerjasama dengan US Immigration and Customs Enforcement (ICE) untuk mendapatkan data-data di level internasional, “ungkap Kombes Pol Argo.

Polda Metro Jaya lanjut Kabid Humas Kombes Pol Argo, mengolah perkara ini mulai 6 April 2017 sejak adanya informasi dari cyber patroli.

“Setelah mengkaji secara mendalam, kami akhirnya menangkap pelaku di Kembang Janggut, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, pada Sabtu 6 Mei 2017, mirisnya, korban kejahatan seksual ini merupakan anak kandung dan keponakan pelaku sendiri berinisial DAE (17 tahun) dan DAL (10 tahun), “jelas Kabid Kombes Pol Argo.

“Tersangka menggunakan media Skype, dan tersangka ini mencabuli korbannya serta live streaming melalui media Skype di grup atau person to person.

“Akibat perbuatannya itu, pelaku dijerat dengan pasal berlapis yakni Pasal 4 ayat 1 Jo Pasal 29 dan Pasal 6 Jo Pasal 32 UU No 44 Tahun 2008 tentang Pornografi. Juga Pasal 27 ayat 1 Jo Pasal 45 ayat 1 Jo Pasal 52 ayat 1 UU No 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Dan, Pasal 76 D Jo Pasal 81 UU No 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, “tutup Kombes Pol Argo.(Kar)

Subscribe

MEDIA REALITAS