29319 KALI DIBACA

Plh.Walikota : Seni dan Budaya Jangan Hanya Jadi Busana

Plh.Walikota : Seni dan Budaya  Jangan Hanya Jadi Busana

Medan  | mediarealitas

                Medan adalah kota multikultural. Oleh karena itu, keragaman suku, etnis dan budaya merupakan potensi pembangunan yang memiliki keunggulan masing-masing. Berbagai keunggulan tersebut tentunya harus dikelola dengan baik agar menjadi modal sosial yang besar dalam membangun kota.

                Demikian disampaikan Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Medan Ir Syaiful Bahri Lubis ketika  membuka Pagelaran Seni Budaya Multi Etnis Kota Medan Tahun 2015 di Lapangan Merdeka Medan, Jumat malam (4/9).

                Selain itu jelas Syaiful lagi, kesenian juga dapat membawa kepada kesatuan dan perasatuan, persaudaraan yang hakiki, membangun hubungan emosional yang kuat diantara sesama, serta dapat menyatukan perbedaan. Melalui persatuan dan kesatuan akan terbangun partisipasi pembangunan secara kolerktif dan partisipatif tanpa terkecuali dalam membangun kota.

                Itu sebabnya Plh Wali Kota sangat mendukung dan mengapresiasi  dilaksanakannya Pagelaran Seni Budaya Multi Etnis yang digagas Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Medan ini. Dia berharap kegiatan  ini mampu membangun kecerdasan pluralitas (perbedaan) yang baik antar suku, etnis dan budaya untuk memelihara kondisi kota  sehingga selalu kondusif.

                Tidak itu saja ungkap mantan kepala Bappeda Kota Medan ini,  pagelaran akan memperkaya khasanahkesenian daerah. Di sisi lain, kesenian daerah harus menjadi tuan rumah didaerahnya sendiri. “Seni dan budaya ini jangan hanya jadi busana dalam berbagai acara saja, akan tetapi harus menjadi ruh di tengah-tengah kehidupan masyarakat!” kata Plh Wali Kota.

                Selanjutnya Plh Wali Kota mengajak semua untuk terus memperkenalkan sekaligus menanamkan nilai-nilai moral seni  budaya, khususnya  kepada generasi muda sejak usia dini sebagai bekal; yang cukup untuk memagari diri dari pengaruh-pengharuh negatif budaya asing, sekaligus jug memperkuat jati diri dan karakter bangsa.

                Di samping itu Syaiful mengingatkan semua untuk terus menjaga harmonmisasi sosial dan menjadikan perbedaan budaya sebagai aset seni budaya bangsa yang terus terpelihara. “Mari terus kita perkuat persatuan dan kesatuan demi kemajuan pembangunan Kota Medan yang kita cintai ini,” ungkapnya.

                Pembukaan Pagelaran Seni Budaya Multi Etnis Kota Medan 2015 ini turut dihadiri Dandim 0201/BS Letkol Inf Maulana Ridwan, Wakapolresta Medan AKBP Hondawan Naibaho, H Salman Al farisi mewakili Ketua DPRD Medan Plt Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Disbudpar)Kota Medan Drs Hasan Basri MM, pimpinpinan SKPD, camat, lurah, para pemerhati budaya, seniman serta undangan lainnya.

                Plt Kadisbudpar Kota Medan Drs Hasan Basri MM dalam laporannya menjelaskan, tujuan pagelaran ini digelar  sebagai ajang publikasi keberagaman etnis guna menarik minta wisatawan untuk mengunjungi Kota Medan. Kemudian memperkenalkan seni budaya tradisi sehingga menambah cakrawala para pengunjung, terutama bagi anak-anak selaku generasi penerus bangsa.

                Mantan Kadis Pendidikan ini menjelaskan, pagelaran seni budaya  ini menampilkan 14 etnis suku yang ada di Kota Medan seperti Melayu, Karo, Tapanuli Selatan, Tapanuli tengah, Toba, Simalungun, Dairi, Nias, Jawa, Aceh, Minang India, China dan Arab. Pagelaran berlangsung selama 2 hari 4-5 September sehingga diharapkan dapat memberikan hiburan atraksi seni dan budaya kepada masyarakat.

                Adapun rangkaian kegiatan yang dilaksanakan, jelas Hasan, berupa pagelarans eni budaya 14 etnis, tari kolosal multi etnis, peragaan busana dan fashion karnaval pakaian adat 14 etnis. Kemudian penampilan grup band lokal dan ibukota. Serta menampilkan stand-stand kuliner khas Kota Medan dan produk UMKM.

                “Untuk memariahkan pagelaran ini, sengaja kami undang sanggar budaya yang mewakili etnis Aceh di Medan berasal dari Kabupaten Biruen. Semoga semua pertunjukan yang ditampilkan mampu menghibur masyarakat. Di samping itu, masyarakat terutama kalangan generasi muda bisa mengenal lebih jauh seni budaya 14 etnis yang mndiami Kota Medan,” papar Hasan.

                Pembukaan ditandai dengan pemukulan gendang yang dilakukan Plh Wali Kota bersama Dandim 0201/BS, Wakapolresta Medan, mewakili Ketua DPRD Medan didamopingi Plt Kadisbudpar Kota Medan. Setelah itu dilanjutkan dengan penampilan tarian dengan mengusung 14 etnis  yang ada di Kota Medan, serta penampilan .(LR)

Subscribe

MEDIA REALITAS