38719 KALI DIBACA

Pj Walikota Medan Prihatin 20 Persen Komunitas Pekerja Hiburan Mengindap IMS  

Pj Walikota Medan Prihatin  20 Persen Komunitas Pekerja Hiburan Mengindap IMS   

example banner

Medan | mediarealitas

            Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Medan sampai saat ini kasus Infeksi Menular Seksual (IMS) pada komunitas pekerja hiburan di Kota Medan masih cukup tinggi sekitar 15 sampai 20 persen, hal ini cukup memprihatinkan mengingat IMS merupakan salah satu pintu masuknya virus HIV/AIDS. Masalah HIV kini bukan hanya menjadi masalah berisiko tinggi bagi Pengguna Narkoba Suntikan (Penasun), Wanita Penjajah Seks (WPS) Waria serta hubungan seksual pria dengan pria  (Gay), namun sudah memasuki kepada faktor resiko tinggi terhadap ibu rumah tangga dan bayi.

            Hal ini dikatakan oleh Pj Walikota Medan diwakili Asisiten Kesmasy H Erwin Lubis SH saat membuka pelaksanaan penguatan komunitas pekerja hiburan peer education, kepada para pekertja hiburan di Kota Medan yakni Oukup, Massage, SPA, Hotel, dan Cafe, Kamis (12/11) di Hotel Antares Medan.

            Erwin mengatakan, pemerintah Kota Medan telah berupaya melakukan pencegahan pencegahan penularan HIV secara seksual salah satunya dengan program Pencegahan Melalui Transmisi Seksual (PMTS), namun secara jujur program ini belum mendapatkan hasil yang diharapkan, perlu membutuhkn usaha yang lebih besar dan luas lagi untuk mengurangi resiko penularan HIV/AIDS di Kota Medan.

            “ Kita ingin meningkatkan wawasan dan pengertahuan para pekerja hiburan guna mendukung pelaksanaan program pencegahan penularan HIV dan IMS melalui transmisi seksual, agar nanti mereka mampu mendorong komunitasnya memenuhi hak-hak dan melaksanakan kewajibannya dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, “ harap Erwin.

            Diharapkan pelatihan penguatan komunitas pekerja hiburan peer education dapat mendorong program PMTS dan melalui penguatan komunitas di lokalisasi terutama pekerja seks selaku kepenetingan utama, sebagai objek sekaligus subjek, dan kepada peserta  diminta untuk tertap hadir  mengikuti kegiatan ini agar menambah pengetahuan dan wawasan sehingga masalah penyakit menular seksual bisa diantisipasi tidak menimbulkan penyakit baik pada diri sendiri, keluaraga dan lingkungannya.

            Kabag Administrasi Kesejahteraan Drs Ahmad Raja Nasution melaporkan, tujuan kegiatan ini untuk memberikan pengtahuan terkini tentang upaya mencegah IMS dan HIV/AIDS kepada pekerja hiburan sekaligus sebagai peer education kepada komunitas dan lingkungannya, agar lebih memiliki kemampuan dalam menyampaikan informasi yang komprehensif tentang pencegahan dan penaggulangan IMS dan HIV/AIDS di Kota Medan.

            Peserta pelatihan sebanyak 40 orang pekerja hiburan antara lain Oukup, Massage, SPA, Hotel, Cafe dan lainnya yang pernah dilatih dasar-dasar sebagai pendidik sebaya, kegiatan berlangsung dari 11 sampai 14 November 2015  di Hotel Antares Medan, dengan nara sumber, dari KPA Kota Medan, KPPA-PIKIR, Dinas Kesehatan Kota Meda, Puskesmas Padan Bulan, Polresta Medan, Tim Pelkasana KPA Kota Medan, Forum LSM Peduli AIDS, dan KDS Wandri.(LR)

Subscribe

MEDIA REALITAS