44419 KALI DIBACA

Petani Mengeluh, Harga TBS di Abdya Semakin Turun

Petani Mengeluh, Harga TBS di Abdya Semakin Turun
Foto: Petani Sawit di Babahrot, Kabupaten Abdya tengah memanen TBS.

Blangpidie | Realitas – Harga tandan buah segar (TBS) sawit di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mulai mengalami penurunan.

Sehingga, para petani mulai mengeluh dengan harga komoditi perkebunan andalan masyarakat Abdya itu berkisar antara Rp.950-1.150 per kg.

Sementara pada April lalu harga kondisi perkebunan ini masih berkisar antara Rp. 1300-Rp.1350 per kg

Dengan kondisi harga seperti itu, kalangan petani sawit yang memiliki areal perkebunan di wilayah Kecamatan Babahrot, Kuala Batee, Jeumpa, Susoh dan sejumlah wilayah lainnya mengeluhkan harga TBS tersebut.

Sukardi, salah seorang petani sawit di Kecamatan Babahrot, Rabu (13/6/2018) kepada Wartawan, membenarkan kondisi harga TBS tersebut.

Kondisi harga yang semakin turun itu, membuat para petani sawit menjadi khawatir.

Katanya, harga TBS itu turun telah berlangsung sejak beberapa pekan terakhir yang membuat para petani menjadi serba salah.

Kalau tidak dipanen, maka kualitasnya dikhawatirkan akan menurun dan jika dipaksakan para petani akan rugi.

“Besar harapan jika harga TBS ini stabil, tentu dapat membantu petani dalam mencukupi kebutuhan menjelang lebaran Idul Fitri yang hanya tingga beberapa hari lagi.

Tapi kondisi itu tidak sesuai dengan yang diinginkan petani, bahkan harganya semakin turun,” ungkapnya.

Kondisi tersebut jelas tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan para petani untuk perawatan dan pemeliharaan tanaman.

Sebab, tidak sedikit biaya yang dikucurkan para petani guna menghasilkan TBS sawit yang berkualitas.

Namun setelah upaya itu selesai dan memasuki masa panen, petani malah dirugikan dengan harga sawit yang tidak menentu.

Anehnya, harga TBS sawit sudah sekian lama berada diposisi terendah, hingga saat ini belum juga menampakan tanda-tanda akan adanya perubahan harga.

Menurutnya, para petani tidak mungkin mempertahankan ratusan ton sawit untuk disimpan sambil menunggu harga kembali stabil, sebab TBS akan membusuk dan akan mengarah pada kerugian.

Sehingga dengan sangat terpaksa, mereka menjual TBS sawit kepada para agel pengepul meskipun dengan harga terendah.

Petani lainnya, Murdani juga mengeluhkan hal yang serupa.

Dengan harga yang serendah itu, petani sawit jelas sangat merugi.

Apalagi TBS harus dijual ke Kabupaten Nagan Raya yang jaraknya 100 km lebih.

Dari harga yang rendah dipotong lagi biaya transportasi, akhirnya para petani sawit tidak mendapat apa-apa, kondisi ini sangat memprihatinkan.

“Andai Kabupaten Abdya punya PKS, meskipun dengan harga TBS murah, paling tidak dapat membantu para petani sawit dalam menekan biaya transfortasi saat panen tiba,” cetusnya. (Syahrizal)

Subscribe

MEDIA REALITAS