123419 KALI DIBACA

Peras Napi Di Lapas Narkoba Langsa,Kakanwil Kumham Aceh Perintahkan Pemeriksaan Serius,YARA Aceh : Polisi Sudah Bisa Panggil TJ

Peras Napi Di Lapas Narkoba Langsa,Kakanwil Kumham Aceh Perintahkan Pemeriksaan Serius,YARA Aceh : Polisi Sudah Bisa Panggil TJ
Kadivpas Edi Hardoyo Bc.IP

example banner

BANDA ACEH I MEDIA REALITAS – Terungkapnya aksi pemerasan yang diduga dilakukan oleh salah satu oknum pejabat Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Langsa TJ, membuat geram Kantor Wilayah Hukum dan HAM (Kanwil Kumham) Aceh.

Setelah menerima bukti adanya pengiriman sejumlah uang ke rekening TJ  oknum pejabat Lapas Narkotika Langsa Kakanwil Kumham Ahmad Yusfahruddin Bc.IP, SH.MH memeritahkan Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) untuk melakukan investigasi dan pemeriksaan serius terhadap dugaan pemerasan yang dilakukan oleh TJ kepada napi di Lapas Narkotika Langsa.

Hal ini diungkapkan oleh Kadivpas Edi Hardoyo Bc.IP kepada Wartawan  Rabu (10/1/2018) melalui telepon selulernya menyampaikan pihaknya telah menindak lanjuti informasi masyarakat yang selama ini beredar adanya perbuatan menyimpang oleh oknum Pejabat Lapas Narkotika.

Edi juga meminta kepada pihak keluarga napi untuk membuat laporan tertulis terkait pemerasan yang dialaminya dengan menyertakan bukti pengiriman uang antar rekening bank.

“ Kami telah diperintahkan oleh Bapak Kakanwil untuk lakukan pemeriksaan dan investigasi terkait informasi pemerasan yang dilakukan oleh oknum pejabat lapas narkotika langsa, kami minta pihak keluarga napi untuk membuat laporan tertulis dan bukti tolong serahkan pada saya “,ungkap Edi secara tegas.

Kemudian melanjutkan ,jika pihak Kantor Wilayah tidak akan mentolerir perbuatan pemerasan maupun pungli dan akan di beri tindakan tegas.

Kadivpas mengakui jika beberapa pekan lalu,tim kanwil juga sempat turun ke Lapas Narkotika dengan agenda yang sama yakni tindaklanjut informasi terkait pemerasan namun pemeriksaan yang dilakukan hanya sebatas mencari tahu disebabkan tim belum memiliki bukti kuat untuk membuat berita acara kepada oknum petugas.

“ Pekan lalu memang ada Tim Kanwil yang turun ke sana tapi dalam rangka mencari tahu karena belum ada bukti kuat , sekarang kita sudah terima bukti pengiriman uang jadi kami sudah cukup dasar untuk memeriksa oknum petugas tersebut “,pungkasnya.

Sebelumnya Ketua YARA Aceh Safaruddin SH meminta Kanwil KumHam Aceh segera copot oknum pelaku Pemeras napi Lapas narkoba Langsa Tj, sudah cukup alat bukti dalam kasus itu’’ ujar Safaruddin SH kepada sejumlah Wartawan di Banda Aceh , Sabtu (6/1/18).

Kita ketahui KumHam sudah menurunkan tim Pemeriksaan ke Kalapas  Narkoba Langsa tapi kita belum Percaya pemeriksa itu dan itu pemeriksa interen saja’’ujar Safaruddin yang juga Ketua Ikatan Advokad Indonesia (IKADIN) Aceh.

Safaruddin sangat meragukan hasil yang diturunkan ke Lapas Narkoba Langsa , jum’at kemarin (5/1/18) di bawah pimpinan Kabidpas Jufri Cs hasil nya sangat di ragukan , tidak mungkin ada hasil yang maksimal yang akan di laporkan ke Kakanwil KumHam Aceh , tidak mungkin jeruk makan jeruk”ujar Safaruddin.

Kita terus pantau hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh Tim Kakanwil ke Langsa nanti kita akan tanyak ke Kakanwil KumHam Aceh’’ujar nya.

Tim dari KumHam Aceh yang ditugaskan pemeriksaan ke Langsa sangat tidak optimal sekali Karena itu sifatnya interen kita akan suratin Dirjenpas nanti kalau perlu kita akan suratin Pak Menteri KumHam nanti, akan kita liat perkembangan nanti nya dari hasil pemeriksaan lapangan.

Kita ada bukti kuat kalau Tj Pegawai Lapas Narkoba Langsa kita juga pegang bukti transfer uang ke rekeningnya’’beber Safaruddin.

Unsur sudah terpenuhi dan Tj sudah bisa di jerat ke unsur Pidana. Unsur-unsurnya bisa ditelaah dari pasal 368 ayat (1) KUHP: “Barangsiapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, memaksa seseorang dengan kekerasan atau ancaman kekerasan untuk memberikan sesuatu barang, yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang itu atau orang lain .

Apabila memang benar itu pemerasan, tapi kasus ini masih kontroversi antara korban dan pemeras. Kalau menurut saya buat laporan saja dulu biar semua jelas, serahkan kepada pihak yang berwajib nanti di pengadilan kita tahu siapa yang salah.

Oknum pejabat di Lapas Narkoba Langsa diduga keras selama ini melakukan pemerasan  narapidana (Napi) yang selama ini untuk pembinaan ternyata menjadi sapi perasan dari oknum tertentu di Lapas narkoba’’tutup Safaruddin dan juga Tokoh muda Aceh.

Sebelumnya diberitakan media ini, Sejumlah narapidana (napi) yang menghubungi Media Realitas, Kamis pekan lalu (28/12/17) menyebutkan selama di Lapas Narkoba Langsa sering diperas oleh oknum TJ, kasubsie admisi orientasi, diperas dengan sebagai alasan dengan dalih membantu dan macam – macam.

Alasan Tj kepada kami macam macam mulai dari dalih untuk buka warung, penjual sembako dan untuk kebutuhan keluarga’’ujar salah seorang napi kepada media ini dengan menunjukkan bukti transfer uang ke rekening oknum Tj, dan menyerahkan bukti itu kepada wartawan untuk bahan lebih lanjut nanti apabila TJ berkilah alasan tidak menerima .

Uang harus dikirim oleh keluarga napi yang saat ini berada di luar Lapas, ujar napi lainnya. Ketika media ini meminta buktinya sejumlah napi menyebutkan ada bukti ini kalau perlu nanti akan kami laporkan kepada polisi sebut salah seorang napi yang sudah lama menjadi penghuni Lapas Narkoba Langsa.

Kami di peras sangat bervariasi antara Rp.2juta sampai Rp.20juta  .Kalau perlu nanti kami serahkan bukti ini di kepolisian ujarnya lagi. Banyak napi sudah menjadi korban di Lapas narkotika akibat ulah oknum Tj, selama ini. Napi yang melaporkan kasus ini juga menyerahkan bukti dan No kontak pribadi oknum TJ.

Sementara Tantawi Jauhari  yang dihubungi Media Realitas melalui sambungan telepon selulernya, Kamis siang pekan lalu (28/12/17) merasa terkejut dengan informasi jika dirinyalah  ada mengambil atau meminta uang pada napi di lapas narkotika mulai  Rp.2juta hingga  Rp.20juta.

Bukti Transfer dari keluarga napi dan ada bukti lainnya yang di simpan oleh wartawan media ini.

Tantawi membantah tudingan tersebut, dirinya merasa sama sekali tidak pernah menerima uang yang dikirimkan oleh napi ke rekening miliknya. Tantawi mengatakan jika dirinya siap berurusan dengan hukum ataupun bertanggung jawab bila nantinya dirinya memang terbukti mengambil uang napi seperti dituduhkan.

Dirinya yakin jika ada orang-orang yang sengaja ingin menghancurkan nama baik dan kariernya untuk menutupi kebusukan yang selama ini dijalankan oleh orang-orang tersebut di lapas narkotika.” Saya tidak pernah meminta ataupun menerima uang Rp.2juta sampai Rp.20juta dari napi,apalagi dikirim ke rekening saya,mungkin yang lapor salah orang,setahu saya napi berduit’’ujar nya.

Kepala Kantor wilayah Kumham Aceh, A YUSPAHRUDDIN, Bc.IP,SH, MH, yang di hubungi Redaksi media Realiatas menyebutkan pihak nya belum mengetahui kasus adanya pemerasan terhadap napi di Lapas Narkoba Langsa, namun demikian akan menghubungi Kepala Lapas Narkoba Langsa untuk pengecekan secara langsung dan akan kita turunkan tim untuk pemeriksaan oknum Tj yang disebut sebut oleh napi diperas.

Dalam waktu singkat ini kita akan turunkan tim ke Langsa untuk pemeriksaan kelapangan kalau terbukti kita minta segera di tarik onum ini ke kantor Kanwil Kumham Aceh dan pemeriksaan terus kita lakukan secara merathon’’ujar Yuspahruddin.

Segera kita lakukan pemeriksaan secara mendalam dan tidak ada ampun kalau oknum pejabat Lapas peras napi ini sudah sangat luar biasa dan tidak akan kita telorir kasus seperti ini’’ujar nya di ujung telpon ketika diwawancara oleh Media ini.(red)

 

Subscribe

MEDIA REALITAS