78619 KALI DIBACA

Penumpang KMP. Labhuhan Haji Pergi Ketawa Pulang Menangis

Penumpang KMP. Labhuhan Haji Pergi Ketawa Pulang Menangis
Kapal Penyeberangan KPM. Labuhan Haji Rute Aceh Singkil Simeluwe masih sandar di Pelabuhan Singkil tertunda keberangatan selam lima hari.(Media Realitas/Rostani).

example banner

Aceh Singkil I Media Realitas – “ Kami penumpang Kapal KMP. Labuhan Haji belayar rute dari Simeluwe-Aceh Singkil, Pergi ketawa pulang menangis”. Demikian Hadianis Koodinator Posko Penumpang keberangkatan dari Singkil ke Simeluwe, Jum’at (1-12-20170) mengatakan pada Media Realitas.

Faktor cuaca yang ekstrim melanda perairan Aceh Sumatra, Pihak ASDP terpaksa menunda keberangkatan Kmp. Labuhan Haji ke Sinabang (Simeluwe) dan ratusan penumapang gelisah akibat tertunda keberangkatan sudah selama lima hari.

Menurut Staf ASDP Cabang Singkil Rivai kamis kemaren (30-11-17) menyebutkan, jadwal keberangkatan Fery ASDP. Senin (27-11-2017), pukul 19.00. wib. namun hingga kamis sore (30-11-2017 ) sampai jumat Subuh (1-12- 2017) bila cuaca sudah membaik rencananya akan berangkat akan bertolak dari Pelabuhan Aceh Singkil berlayar ke Sinabang, Simeluwe.

Hardianis Koordinator Posko penumpang keberangkatan KMP. Lahuhan Haji ke Simeluwe kepada Media Realitas mengatakan, Sesuai dengan jadwal keberangkatan kapal, hari senin (27-11-2017), calon-calon penumpang sudah mulai berdatangan, setelah terjadi ada pengumuman dari Pihak ASDP tidak memberakatkan Kapal Karena Paktor Cuaca sangat ekstrim, maka para penumpang merasa gelisah.

Pada hari selasa (28-11-2017) ia mengajak kawan-kawan untuk mengambil inisiatif langkah yang diambil, dengan kesimpulan kami menghadap pihak ASDP, namun pihak ASDP tidak bisa menjadwalkan keberangkatan kapal, karna kondisi cuaca tidak memungkinkan, lalu jalan keluarnya kami di arahkan ke-Syahbandar. terang Hadinais.

Para penumpang mengambil makanan yang disiapkan di Dapur umum yang di buka BPBD Kabupaten Aceh Singkil (Media Realitas/Rostani)

Syahbandar mau mengeluarkan Surat Izin Belayar (SIB) abila sudah ada surat permohonan ASDP. Cabang Singkil, Selanjutnya kami bekoordinasi dengan pihak pemda simelue, melalui Dinas Perhubungan Simeluwe dan dari DPRK. Simeluwe kami dibantu berupa uang kontan sebanyak 5 juta rupih. Ini sudah kita pakai sejak kemaren malam (30-11-2017), setelah itu kita membentuk panitia Posko. Dan dana yang ada ditangan bendahara sejak penunutupan posko seumuanya dalam keadaan nihil, sebut Hardianis

Selanjutnya pihaknya berkoordinasi dengan pihak BPBD Simeluwe, kemudian BPBD Simeluwe berkoordinasi ke- pihak BPBD Aceh Singkil, Alhamdulilah dari kemaren dan hari ini telah membuka kembali kedua kalinya dapur umum dan bigitu juga dengan posko kekesehatan

Sejumlah penupang mengeluh dan mengalami sakit diantara hipertensi dan Mah mendapat pelayanan di Posko Kesehatan yang disiapkan Pemda Aceh Singkil di terminal Pelabuhan ASDP Cang Singkil, mulai 30-11 s/d 1-12-2017. (Media Realitas/Rostani)

Dikesempatan itu kami seluruhnya mengucapkan terima kasih atas paran aktif dan partisifasinya dari Pemeritah Kabupaten Aceh Singkil melalui Dinas BPBD dan Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Singkil.

Sedianya kemaren posko kesehatan dan dapur umum tersebut dibuka satu hari karena ada pengumumman dari pihak ASDP Canbang Singkil Kapal berangkat kemaren malam, akan karna masih disebabkan fakator cuaca yang ektrim keberangkatan ditunda kembali dan rencananya setelah koordinasi kami dengan ASDP. akan berangkat Saptu pagi (2-12-2017).

Hardianis berharap kepada Pemda Simeluwe, terkait dengan truk masih tertahan seharusnya turut berangkat karena disitu kebutuhan sebilan bahan pokok yang diangkut kesana, karena itu adalah kebutuhan masyarakat Simeluwe, sebab Sembilan bahan pokoknya ada disini.

Juga Hardianis menyebutkan kepada Media Realitas, menurut keterangan dari teman-teman kita dari simeluwe mengatakan semua barang-barang disana sudah merangkak naik, mencontohkan harga cabe merah mencapai Rp. 100,000,- satu kg. kalau normalnya harga cabe itu Rp.30.000,- satu kg. sementara barang barang itu ada disini sudah tertahan selam lima hari dan ini dipastikan ini sudah membusuk, banyak para pedagang kami sudah merugi.(R.tan).

Subscribe

MEDIA REALITAS