223019 KALI DIBACA

Pengamat Media Sosial Saber Pungli Didesak Sikapi Video Skandal Dugaan Korupsi Ketua KIP Bireuen

Pengamat Media Sosial Saber Pungli Didesak Sikapi Video Skandal Dugaan Korupsi Ketua KIP Bireuen

Bireuen I Realitas – Berbagai kalangan di Bireuen mendesak satgas sapu bersih pungutan liar (Saber Pungli), merespon video skandal dugaan Korupsi ketua komisioner Komisi Independen Pemilihan (KIP), guna diproses sesuai jalur hukum dan pelanggaran etika berat lembaga penyelenggara pemilu itu.

Rahmat Asri Sufa salah seorang warga yang juga pengamat medsos, mengaku tak habis fikir, ternyata komisioner KIP telah tega berbuat culas dan mengkhianati suara rakyat pada Pemilu tahun 2014 lalu.

Sehingga, dengan mudahnya mendapatkan uang, dari perbuatan mencurangi demokrasi, ujarnya kepada media ini Kamis malam (17/5/2019).

Seperti drama kejahatan yang terekam dalam video rahasia, melibatkan Ketua KIP Bireuen saat melakukan transaksi rencana busuk, di kamar hotel empat tahun lalu.

Semuanya kini sudah terkuak, setelah visual gambar yang ditayangkan media ini, yang juga dilengkapi dengan Vidieo.

Sumber Media Realitas meminta, tim Saber Pungli yang sudah lama dibentuk, agar mau merespon persoalan tersebut,”Video skandal suap KIP Bireuen, sudah jadi bukti kuat untuk diproses hukum.

Kami minta Saber Pungli bisa menyikapi persoalan ini.

Jika kasus itu hilang, kami sarankan tim saber pungli dibubarkan saja, karena tidak mau bekerja,” sebutnya.

Selain itu, sumber ini meminta KPK ataupun lembaga lain, agar memonitor skandal rasuah berjemaah KIP Bireuen.

Mengingat, aparat penegak hukum diprediksi enggan merespon mega skandal itu.

Termasuk, kasus puluhan miliar rupiah dana hibah pilkada 2017, yang kini sudah ditangani Kejari Bireuen.

Bahkan, isunya dugaan korupsi ini tersendat di jaksa, serta tidak jelas endingnya.

Sebelumnya Kamis (17/5/2018) diberitakan Media ini, Heboh, Video Ketua KIP Kabupaten Bireuen Diduga Terima Suap Dari Calon Anggota DPR-RI Tahun 2014.

Masyarakat Bireuen, tiba-tiba dihebohkan dengan beredarnya isu video oknum Ketua Komisi Independen Pemilihan (KIP) Bireuen, Provinsi Aceh DR Mukhtaruddin SH M.Hum yang menerima segepok uang dari salah satu kandidat Caleg DPR RI Tahun 2014 silam.

Video yang diduga hasil rekaman teman dekat Ketua KIP Bireuen kala itu, menuai ragam reaksi masyarakat, di Kabupaten Bireuen.

Banyak yang mengecam pelanggaran etika berat ini, ujar kalangan masyarakat Bireun kepada Media ini Rabu (17/5/2018), Karena sangat berlawanan dengan aturan hukum.

Pasalnya, Oknum Komisioner tersebut terlalu nekat menyimpangi aturan penyelenggaraan pemilu Legislatif 2014 lalu, ujar sejumlah Pejabat di daerah kota Juang Bireun, demi meraup untung, serta memperoleh kepentingan pribadi dan kelompoknya.

Sebelumnya video ini dikabarkan tersebar ke sejumlah wartawan media massa di Wilayah Kabupaten Bireuen dalam gambar dua orang yang mirip Ketua KIP Bireuen, DR Mukhtaruddin SH M.Hum duduk dengan anggota DPR RI 2009-2014 dari F Golkar.

Saat itu Marzuki Daud hendak maju kembali di pileg 2014 lalu.

Dalam rekaman video itu, selain suara perbincangan keduanya yang terdengar cukup jelas, juga terlihat segepok uang diperkirakan ratusan juta rupiah diterima oleh Mukhtarudin dari Marzuki Daud untuk “mengolah” suara pemilih agar Caleg itu, berhasil unggul di Bireuen mengalahkan rekan satu partainya yaitu Firmandez.

Meskipun usaha ini gagal dan akhirnya Marzuki Daud batal kembali ke Senayan, karena kursi parlemen direbut oleh Firmandez.

“Jika video ini benar, maka demokrasi di Bireuen terbukti telah dihancurkan oleh Oknum Komisioner KIP.

Demi ambisinya, tega mengorbankan suara rakyat, ini jadi indikasi bobroknya sistem penyelengara pemilihan umum oleh KIP Bireuen,” sebut sumber media ini.

Dia menambahkan, bukti ontentik dalam visual video berdurasi 5 menit 37 detik.

Jadi indikasi kemungkinan kecurangan pilkada Bupati Bireuen pada Februari 2017 lalu.

Konon lagi hingga kini skandal money politic, masih melekat diingatan publik dan tak pernah diungkap.

Sehingga, kedua skandal ini ditengarai memiliki keterkaitan, akibat perbuatan culas Oknum Ketua Komisioner KIP Bireuen seperti terekam di video tersebut.

Berdasarkan data visual yang diterima Media Realitas, tiga terduga permainan politik kotor itu sedang berada di kamar hotel.

Mereka dipastikan sebagai Marzuki Daud, Mukhtaruddin dan Haji Adi Jeunib yang merekam pertemuan itu.

Ketiga aktor yang menjual suara pubik ini sedang mendiskusikan trik, agar Marzuki Daud berhasil memperoleh 50 ribu suara pemilih di Kabupaten Bireuen.

Yaitu dengan mengintervensi (menyuap) penyelenggara pemilihan secara struktur dan sistematis.

Mereka bertiga rencana menyusun strategi, melalui PPK dan KPPS yang dibayar selaku ujung tombak pemungutan suara dan proses rekapitulasi sesuai aturan maupun sistem yang berlaku.

Supaya mereka mau “mengolah” suara pemilih untuk caleg Marzuki Daud.

Mukhtaruddin terdengar mengatakan, jika ini bukan persoalan jumlah uang tapi karena niat ingin membantu kader Partai Golkar itu,”Jino long peugah aju pak keon.

Atee long gleih, memang ingin long bantu (sekarang saya bilang ya pak. Hati saya ini bersih, memang ingin membantu),” demikian suara Ketua KIP diawal video itu.

Selanjutnya, trafik komunikasi berjalan alot yang sekali-kali terdengar celutuk, dari si perekam.

Terlebih di saat rencana membelikan mobil CRV, suara lelaki yang memvideokan detik-detik mega skandal ini.

Terdengar langsung memaksa agar jangan beli Ford, tapi CRV saja sebagai hadiah untuk Mukhtaruddin.

Pembicaraan tersebut, berakhir sesaat setelah oknum ketua KIP ini menerima segepok uang, diperkirakan seratus juta rupiah.

Untuk menyuap KPPS dan PPK, serta sebagian lagi jatah KIP dalam pesta demokrasi 2014.

Sejumlah pihak, mendesak aparat penegak hukum mau mengusut kasus tersebut.

Lalu, diproses sesuai hukum dan Undang-Undang yang berlaku.

Apalagi, kejahatan politik harus menjadi atensi utama penegakan hukum karena sangat merugikan masyarakat.

“Kami minta Polisi dan Jaksa jangan lagi tutup mata, tapi harus menindak lanjuti skandal ini hingga tuntas,” sebut sumber Media Realitas di Bireuen.

Ketua KIP Bireuen, DR Mukhtaruddin SH M.Hum yang dikonfirmasi lewat selulernya, mengaku tidak tahu terkait isu video itu.

Dia enggan memberi penjelasan, karena Dalih tidak mengerti masalah yang ditanyakan kepadanya.

Meski sudah disampaikan konfirmasi itu, untuk hak jawab tapi Mukhtaruddin tetap menolak dan tak ingin menanggapi persoalan tersebut.

“Saya no comment,” ujarnya singkat dari balik perangkat seluler tadi malam.

Sementara itu media Realitas sampai saat ini belum mendapatkan konfirmasi dari Calon Anggota DPR- RI Marzuki Daud, yang disebut sebut dalam Video itu, menyerahkan mobil jika dirinya mendapatkan suara terbanyak dan menduduki kursi DPR- RI Tahun 2014. (reza)

Subscribe

MEDIA REALITAS