78619 KALI DIBACA

Pemko Langsa Himbau Warganya Tidak Rayakan Malam Pergantian Tahun

Pemko Langsa Himbau Warganya Tidak Rayakan Malam Pergantian Tahun

example banner

Langsa Aceh I Media Realitas – Pemerintah Kota (Pemko) Langsa Provinsi Aceh, menghimbau kepada seluruh warga masyarakat diwilayah hukum pemerintahannya, untuk tidak merayakan kegiatan malam pergantian tahun 2018

Serta tidak melakukan kegiatan seperti meniup terompet, membakar petasan, kembang api, membakar lilin, pesta musik, keyboardb, karoeke, balap kendaraan dan kegiatan hura-hura lainnya di wilayah ini.

Karena perilaku tersebut bukan merupakan tradisi masyarakat Aceh yang dikenal sangat kental dengan nilai nilai religius dan Syari’at Islam.

Menegaskan hal itu, Pemerintah Kota Langsa mengeluarkan surat bernomor 450/ 1000/ 2017 tanggal 21 Desember 2017 yang ditujukan kepada  instansi/institusi pemerintah/swasta, lembaga pendidikan dan seluruh institusi masyarakat demikian dikatakan oleh Kepala Dinas Syariat Islam Pemko Langsa, Drs H Ibrahim Latif, MM kepada awak Media Jumat (30/12/17).

Lebih lanjut Ibrahim Larif menyebutkan isi surat sangat tegas Pemko Langsa meminta kepada semua insitusi pemerintah/ swasta dan masyarakat untuk mengitruksikan/mengimbau seluruh pegawai/karyawan,  mahasiswa/pelajar dan seluruh warga masyarakat tidak merayakan kegiatan/aktifitas malam tahun baru 2018 M atau malam pergantian tahun dengan kegiatan yang bertentangan dengan syariat Islam, ujar nya.

Kepada para pedagang juga dihimbau untuk tidak memperjual belikan petasan, kembang api, terompet dan lain-lain sejenisnya.

Demikian pula bagi pengelola/pemilik karaoke dan pengelola hiburan lainnya supaya pada malam  tahun baru mulai pukul 18:00 sampai pagi pukul 06:00 tanggal 1 Januari 2018 menghentikan segala aktifitasnya secara total.

“Khusus kepada remaja, pemuda-pemudi untuk tidak berkumpul atau berdua-duan, berboncengan dengan yang bukan mahramnya karena dapat mengundang perbuatan khalwat/ ikhtilat, mesum, zina dan lain sebagainya (yang dapat melanggar Qanun Aceh nomor 6 tahun 2014 tentang hukum jinayat),” ujar Ibrahim Larif.

Kepada orang tua, Ibrahim Latif meminta agar dapat menjaga putra-putrinya supaya tidak keluar malam, dan tidak melakukan perbuatan yang melanggar hukum syariat Islam dan hukum qanun jinayat.

“Bagi yang melanggar ketentuan yang telah kita sebutkan dalam surat/imbuan yang telah edarkan, maka kita pasti mengambil tindakan tegas yaitu kita amankan yang bersangkutan baik orang perorangan maupun pengelola hiburan dan sebagainya, pasti kita proses hukum cambuk dan atau kita tindak sesuai dengan dengan hukum perundang undangan yang berlaku,” tegas Ibrahim Latif (R.21)

Subscribe

MEDIA REALITAS