18619 KALI DIBACA

Pasca-tsunami Selat Sunda, BMKG Ingin Terkoneksi Dengan Sistem Komputer

Pasca-tsunami Selat Sunda, BMKG Ingin Terkoneksi Dengan Sistem Komputer
Jakarta I Realitas – Pasca-tsunami Selat Sunda, BMKG Ingin Terkoneksi Dengan Sistem Komputer
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG) akan berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi ( PVMBG) terkait pencegahan tsunami akibat aktivitas gunung berapi. Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan hal tersebut pasca-tsunami yang melanda wilayah pantai sekitar Selat Sunda, di Anyer, Banten dan Lampung, Sabtu (22/12/2018) malam.
Tsunami Selat Sunda terjadi karena dampak berkelanjutan dari erupsi Gunung Anak Krakatau. “Ini kami sedang koordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan kami segera berupaya untuk ikut mendukung, mengakses data-data tersebut agar bisa memperkuat peringatan dini tsunami akibat dari erupsi gunung yang ada di bawah laut,” kata Dwikorita, di Gedung BMKG, Jakarta Pusat, Senin (24/12/2018).
Ia mengatakan, saat ini BMKG hanya memantau gempa tektonik. Oleh karena itu, BMKG akan berkoordinasi untuk mendapatkan data aktivitas gunung berapi yang menjadi ranah PVMBG.
Menurut Dwikorita, komunikasi antara anggota BMKG dan PVMBG sudah ada terkait situasi geologi di Indonesia. Komunikasi yang ingin dibangun adalah komunikasi melalui sistem komputer. Ia mengatakan, sistem komputer yang sudah ada hanya untuk informasi air bawah tanah.
“Jadi sistem informasi antara BMKG dengan Badan Geologi yang sudah tergabung saat ini terkait dengan air bawah tanah. Yang untuk kegunungapian belum masuk, sehingga kami akan segera mengintegrasikan,” kata Dwikorita.

Jika sudah terintegrasi, BMKG hanya berperan sebagai pendukung agar mempercepat peringatan dini seandainya terjadi bencana atau tsunami lainnya. Berdasarkan data terakhir Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Senin (24/12/2018) pukul 07.00 WIB, korban meninggal dunia akibat bencana ini bertambah menjadi 281 orang. Sementara, korban luka-luka berjumlah 1.016 orang dan korban yang belum ditemukan 57 orang. Kerusakan material meliputi 611 unit rumah, 69 unit hotel dan villa, 60 warung kuliner, dan 420 kapal dan perahu,(kps/ade).

Subscribe

MEDIA REALITAS