57919 KALI DIBACA

Pabrik Es Rusak, Wabup Abdya Minta Teknisi Pacu Perbaikan Mesin

Pabrik Es Rusak, Wabup Abdya Minta Teknisi Pacu Perbaikan Mesin
Wakil Bupati Abdya, Muslizar MT (Kanan) meninjau proses perbaikan pabrik es di kawasan PPI Ujung Serangga Kecamatan Susoh, Kamis (18/1).

example banner

BLANG PIDIE I MEDIA REALITAS – Wakil Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) Muslizar MT meminta kepada teknisi agar proses perbaikan pabrik es balok di kawasan Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Ujung Serangga, Kecamatan Susoh, segera di pacu. Pasalnya, nelayan banyak yang mengeluh akibat kesulitan mendapatkan es balok hingga terpaksa mendatangkannya dari Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat.

“Kita minta teknisi mempercepat proses pebaikan, paling lama dalam sepuluh hari kedepan pabrik ini akan kembali beroperasi kembali. Karena di Abdya saat ini tidak ada persediaan es balok,” sebutnya saat meninjau kerusakan Pabrik Es, Kamis (18/1/2018) didampingi pihak Dinas Kelautan dan Perikan (DKP) Abdya.

Kata Muslizar, Sudah menjadi hal biasa jika sebuah mesin itu mengalami kerusakan. Namun karena kebutuhan nelayan untuk menjaga kesegaran ikan, tentunya kekosongan es balok menjadi persoalan serius yang harus segera ditanggulangi.

Untuk mengatasi dilema yang dihadapi para nelayan itu, Muslizar menyebutkan bahwa dalam tahun ini akan segera dibangun cold storage (ruang pendingin) kapasitas 100 ton. Selain itu, pabrik es dengan kapasitas produksi mencapai 1200 batang per hari juga telah diusulkan ke provinsi, jadi tinggal menunggu realisasinya saja.

Disamping itu, Muslizar juga sangat menyayangkan sikap para pengusaha yang tidak membaca peluang bisnis di Abdya khususnya dalam hal penyediaan es balok. “Buktinya, tidak ada satu pun pabrik es milik swasta yang beroperasi di Abdya, baik dalam kapasitas kecil maupun kapasitas besar,” sebutnya.

Disisi lain, Plt Sekretaris DKP Abdya, Asmir Agus kepada wartawan, menyebutkan sejak dulu kebutuhan es balok untuk para nelayan di Abdya tidak pernah tercukupi. Walaupun ketika itu ada pabrik es balok milik swasta berskala kecil yang beroperasi. “Saat ini hanya satu pabrik es yang beroperasi di Abdya, jadi sudah barang tentu tidak akan cukup menampung keperluan para nelayan. jadi tepaksa memesan ke kabupaten lain,” tuturnya.

Sejauh ini, umumnya para nelayan masih menaruh harapan kepada pabrik es milik pemerintah dalam hal memenuhi kebutuhan es. Hal itu dikarenakan, pabrik yang dibangun tahun 2009 lalu itu merupakan pabrik satu-satunya di Abdya yang mampu menghasilkan es balok hanya 600 batang per hari.

“Proses perbaikan terus berlanjut, kami harapkan nelayan untuk tetap bersabar,” singkatnya.(SYAHRIZAL)

Subscribe

MEDIA REALITAS