101419 KALI DIBACA

Pabrik Es Balok di Abdya Macet, Nelayan Kesulitan

Pabrik Es Balok di Abdya Macet, Nelayan Kesulitan

Blangpidie, Media Realitas -Para Nelayan di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) dalam sepekan terakhir mengalami kesulitan. Pasalnya, persediaan es balok di daerah setempat kosong akibat pabrik es yang berada di Ujung Serangga, Kecamatan Susoh dalam kondisi rusak.

Untuk itu, para nelayan terpaksa mendatangkan es balok dari Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat yang jarak tempuhnya memakan waktu 2-3 jam menggunakan kendaraan. Namun para nelayan tetap memenuhi kebutuhan es tersebut untuk kebutuhan melaut.

Fardi, salah seorang nelayan di Ujung Serangga, Rabu (17/1/2017) mengaku kesulitan untuk mendatangkan es balok dari Meulaboh. Dengan skala bot yang ia gunakan tergolong kecil, maka akan mengurangi pendapatannya sehari-hari.

“Sebagai nelayan kecil, membutuhkan ongkos besar untuk mendatangkan es balok dari Meulaboh. Jadi terpaksa kami mengurungkan niat untuk mendapatkan es itu, karena kita juga tidak kenal dengan pemilik pabrik es disana,” ungkapnya.

Kalau nelayan yang menggunakan boat katrol, lanjut Fardi tidak sulit mendatangkan es balok dari Meulaboh. Karena mereka memuat sebanyak 150 batang sekali melaut. Makanya, mereka mampu mendatangkan es dari luar daerah.

“Untuk itu, kami berharap pabrik es di Abdya segera berfungsi kembali agar memudahkan nelayan seperti kami ini,” harapnya.

Hal senada juga diminta Syaripuddin salah satu nelayan yang berdomisili di Kecamatan Setia. Pemkab Abdya melalui instansi terkait, segera membenahi pabrik es satu-satunya harapan nelayan, yang berada di Ujung Serangga, Kecamatan Susoh. “Tanpa es balok itu, otomatis kebutuhan rumah tangga akan ikut terganggu seiring pendapatan yang semakin menipis,” tuturnya singkat.

Terkait hal itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Abdya, Mukhlis yang dihubungi terpisah oleh wartawan membenarkan pabrik es di Ujung Serangga, saat ini tidak beroperasi. Pasalnya, terjadi kebocoraan pada amoniak (bahan baku utama pembuatan es). “Jika amoniak bocor, maka proses pembuatan es tidak bisa dilakukan. Jadi, saat ini mesin dalam proses perbaikan,” sebutnya.

Mukhlis mengakui kalau kebutuhan es balok untuk nelayan Abdya tidak tercukupi, walaupun pabrik es dalam kondisi sehat. Dimana tambahnya, pabrik es yang ada di Ujung Serangga, merupakan pabrik es satu-satunya yang masih bisa difungsikan. Sedangkan pabrik-pabrik es lainnya, sudah lama gulung tikar (tutup).

Untuk kapasitas pabrik es di Ujung Serangga hanya mencapai 30 ton perhari, dengan jumlah produk sekitar 600 batang es. Sementara kebutuhan es untuk nelayan Abdya dalam satu hari, sekitar 1500 batang. “Yang tepatnya, pabrik es di Abdya harus berkapasitas 60 ton perhari, dengan jumlah produk es sekitar 1200 batang. Kalau pun belum tercukupi, itu hanya dalam jumlah kecil. Kita sudah ajukan ke Provinsi, tunggu saja bagaimana realisasinya,” demikian pungkas Mukhlis. (Syahrizal)

Subscribe

MEDIA REALITAS