18019 KALI DIBACA

MPU dan DPRK Abdya Dukung Fatwa Pengharaman Game PUBG

MPU dan DPRK Abdya Dukung Fatwa Pengharaman Game PUBG

Blangpidie, Realitas – Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) bersama anggota DPRK setempat mendukung apa yang sudah di fatwakan oleh MPU Aceh terkait pengharaman game online Player Unknown’s Battlegrounds atau biasa disebut PUBG.

Ketua MPU Abdya, Tgk Muhammad Dahlan, Senin (24/6) mengatakan, bahwa game online berupa PUBG dan sejenisnya itu dipandang banyak mudharatnya, sehingga MPU Aceh mengeluarkan fatwa itu. Akan tetapi, pihaknya mengaku hingga saat ini belum menerima hasil fatwa itu ke Abdya.

“Karena ini sudah menjadi putusan MPU Provinsi maka akan berlaku untuk seluruh Aceh, walaupun  kita di Abdya belum menerima hasil fatwa tersebut,” ungkapnya.

Menurutnya, setelah fatwa itu diterima nanti, MPU Abdya juga akan mengkaji kembali terkait dampak dari permainan game online tersebut. “Nanti akan kita kaji kembali, sebab kami juga belum menerima informasi itu. Kami akan coba konfirmasi dulu ke provinsi,” singkatnya.

Dukungan serupa juga diutarakan, Yusran selaku anggota DPRK Abdya. Ia mendukung penuh terkait fatwa pengharaman game PUBG oleh MPU Aceh tersebut. Katanya, fatwa tersebut sangat rasional jika dilihat kondisi generasi muda hari ini yang sudah terlampau ketagihan game tersebut.

“Selaku anggota DPR, saya mendukung penuh fatwa tersebut, sebab kondisi generasi muda hari sangat memprihatinkan. Jika kita lihat diwarung-warung hampir 80 persennya generasi muda yang disibukkan dengan game PUBG, bahkan lupa dengan waktu,” ungkap Yusran kepada wartawan, secara terpisah.

Yusran menambahkan, hadirnya game PUBG dinilai dapat merusak hubungan silaturrahmi antar sesama. Selain itu, game tersebut juga sudah mewabah ke anak-anak yang seharusnya masih fokus pada dunia pendidikan.

“Tentu fatwa yang dikeluarkan oleh MPU Aceh sudah ada kajian-kajian khusus, sehingga ulama bersepakat untuk mengharamkan game tersebut. Apalagi, game itu dapat membuat prilaku anak-anak rusak,” ujarnya.

Yusran berharap agar para orang tua, dan elemen masyarakat untuk sama-sama saling mengawasi generasi muda dari pengaruh game yang besar mudharatnya tersebut, supaya generasi Kabupaten Abdya dapat kiranya menjadi generasi produktif untuk kedepannya. (Syahrizal)

Subscribe

MEDIA REALITAS