44719 KALI DIBACA

Menyedihkan , Bacalon Walkot Cirebon Diminta Mahar Politik

Menyedihkan , Bacalon Walkot Cirebon Diminta Mahar Politik

example banner

CIREBON – MEDIA REALITAS – Nyanyian La Nyalla tentang dugaan adanya partai politik (Parpol) yang meminta mahar politik bukan nyanyian  “Tong Kosong Nyaring Bunyinya”. Diduga kondisi yang sama juga dialami oleh Birgjen Pol Siswandi Bacalon Pilwalkot Cirebon 2018.

 

Seperti diketahui Petinggi Polri tersebut diusung oleh Koalisi Umat yang dimotori oleh partai politik Gerindra, Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Namun, niat tulus sang jenderal ingin memimpin kota Cirebon menjadi terkendala. Pasalnya PKS tidak mengeluarkan rekomendasi untuk dirinya maju bertarung diajang Pilwalkot Cirebon diduga karena enggan memberikan mahar politik untuk partai tersebut   

 

Pada awak media Siswandi mengaku dimintai mahar oleh PKS di detik-detik akhir pendaftaran bakal calon wali kota dan wakil wali kota Cirebon. Namun, timnya enggan memenuhi permintaan tersebut. Mahar yang dimaksud di sini adalah permintaan uang agar rekomendasi parpol keluar untuk seorang calon kepala daerah.

 

“Padahal rekomendasi dari PAN dan Gerindra itu tanpa mahar. Saat itu (jelang penutupan), pembicaraannya mengarah ke mahar terus. Hingga menyebut nominal maharnya, bahkan terus naik hingga lima kali lipat,” kata Siswandi saat ditemui di Sekretariat DPD PAN Kota Cirebon di Jalan Kalitanjung, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Sabtu (13/1/2018). Petinggi polri yang sempat menjabat di BNN itu enggan menyebut nominal mahar yang diminta PKS. Pasalnya, sambung dia, yang langsung dimintai mahar oleh pihak PKS adalah timnya.

“Waktu itu saya lagi di kereta menuju Kota Cirebon. Tim saya yang ke kantor PKS. Tim tahu soal angka, intinya sampai miliaran,” ucapnya.

 

Tawar menawar soal mahar politik menurutnya tidak sejalan dengan Koalisi Umat, koalisi yang dibentuk oleh partai-partai Islam. “Saya sudah minta agar persoalan mahar ini tidak ada di koalisi ini,” katanya. Siswandi mengatakan permintaan mahar itu muncul sekitar pukul 20.30 WIB jelang penutupan pendaftaran. Ia menuding hal tersebut hanyalah siasat PKS untuk menjagalnya. 

“Ada oknum dari PKS yang minta mahar saat itu. Katanya rekomendasinya masih di Jakarta, untuk bisa dijemput harus bayar mahar. Padahal itu sudah mau penutupan, mana bisa diantar ke Cirebon dengan waktu yang mepet,” ucap Siswandi.(Detik/Jem)

Subscribe

MEDIA REALITAS