10419 KALI DIBACA

Melanggar, Ratusan Kendaraan Terjaring Razia Ops Zebra Rencong Di Abdya

Melanggar, Ratusan Kendaraan Terjaring Razia Ops Zebra Rencong Di Abdya
Foto: Realitas/Syahrizal Ratusan kendaraan terjaring Razia Ops Zebra Rencong yang berlansung dijalan Sentral, Blangpidie, Kamis (8/11/2018).

Blangpidie | Realitas – Satuan Lantas Polres Aceh Barat Daya (Abdya), sejak pencanangan Operasi Zebra Rencong, Selasa (30/10/2018) lalu terus melakukan operasi di lapangan.

Memasuki hari kesembilan, ratusan kendaraan berhasil diamankan lantaran melanggar aturan berlalulintas.

Dalam operasi tersebut, pihaknya juga melibatkan Personel Subdenpom Blangpidie dan Petugas Dinas Perhubungan setempat.

Pantauan wartawan, Kamis (8/11/2018), operasi gabungan itu dilaksanakan sejak Pukul 08.00 WIB di Jalan Sentral, Desa Pasar Blangpidie.

Dimana, kawasan tersebut merupakan areal tertib berlalulintas.

Setiap kendaraan yang melintas baik dari arah Tapaktuan atau sebaliknya diarahkan anggota Satlantas ke pinggir dan setelah memberi hormat kepada pengendara, personel Lantas meminta surat kelengkapan berkendara termasuk memeriksa atribut kendaraan lainnya.

Kapolres Abdya, AKBP M Basori SIK melalui Kasat Lantas, Iptu Adek Taufik SIK mengatakan, hingga kemaren, terdapat sekitar 266 pelanggaran yang ditilang oleh petugas saat menggelar razia.

“Sejauh ini kita baru mencatat pelangaran yang ditemukan sejak kemaren 266 tilang.

Kemungkinan saja dengan hari ini akan bertambah lagi,” kata Kasat Lantas Iptu Adek disela berlansungnya razia Ops Zebra Rencong.

Adapun pelangaran yang ditemukan bermacam-macam, karena jenis pelangaran juga berbeda-beda.

Seperti tidak memakai helm bagi kendaraan roda dua, tidak memiliki Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), tidak memiliki SIM dan tidak memakai sabuk bagi kendaraan roda empat.

“Khusus untuk kendaraan yang tidak memiliki STNK, akan ditilang selanjutnya kendaraan diamankan ke Pos Gardu Lantas.

Bagi pemilik yang akan mengambil kendaraannya, diminta untuk membawa tanda surat tilang dan bukti setoran membayar denda ke bank sekaligus memperlihatkan STNK asli,” ungkap Adek.

Dikatakan Adek, upaya membayar denda ke Bank itu untuk mempermudah pemilik kendaraan jika tidak bisa hadir dalam sidang.

Hal itu sebagaimana diatur dalam pasal 267 ayat tiga (3), pelanggar sebagaimana dimaksud pada ayat dua (2) dapat menitipkan denda kepada bank yang ditunjuk oleh Pemerintah.

Jumlah denda yang dititipkan kepada bank sebagaimana yang dimaksud pada ayat (3), sebesar denda maksimal yang dikenakan untuk setiap pelanggaran lalulintas dan angkutan jalan.

Terakhir, Iptu Adek menyebutkan, target dalam Ops Zebra hingga berakhir tanggal 12 November nanti sebanyak 400 kasus pelanggaran.

Jika melihat hari kesembilan saja sudah mencapai ratusan, bisa jadi akan melebihi target tersebut.

Pihaknya juga menyetakan, kalau razia selama Ops Zebra tersebut tidak hanya terfokus dalam kawasan kota Blangpidie saja, akan tetapi juga akan digelar pada sejumlah titik lokasi kawasan Abdya.

“Beberapa hari lalu cuaca sering hujan, jadi cukup sulit untuk melakukan diluar wilayah Blangpidie.

Jika cuaca mendukung, maka razia juga akan digelar disejumlah titik lokasi lainnya.

Untuk itu, kami menghimbau masyarakat agar melengkapi surat-surat kendaraan dan kelengkapan berkendara lainnya,” demikian tuturnya. (Syahrizal)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS