66419 KALI DIBACA

Megawati Soekarnoputri Sebagai Ibu Demokrasi Indonesia

Megawati Soekarnoputri Sebagai Ibu Demokrasi Indonesia
I Wayan Sudirta, Wakil Ketua DPD PDIP Bali

example banner

Jakarta | Media Realitas- Wayan Sudirta ceritakan sosok Megawati Soekarnoputri pada HUT ke 71 Wakil Ketua DPD PDIP Bali, I Wayan Sudirta hadir sebagai salah satu tamu undangan Hari Ulang Tahun (HUT) Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

 Perayaan HUT ke 71 Megawati ini berlangsung di Theater besar Taman Ismail Marzuki, Cikini Jakarta (23/01).
 Dalam acara tersebut juga sempat dihadiri Presiden Joko Widodo beserta para Menteri Kabinet Kerja dan para tokoh nasional.

Ditemui dalam kesempatan tersebut, Sudirta mengatakan sosok Megawati Soekarnoputri merupakan:

1. Megawati Soekarnoputri sebagai Ibu Demokrasi Indonesia, Dari rahim Megawati Soekarnoputri inilah demokrasi di Negara kita tumbuh.

 Hal ini ditandai ketika beliau menjabat sebagai Presiden kelima Negara Republik Indonesia.

Semasa beliau menjabat sebagai Presiden RI inilah, lahir undang-undang pemilihan Presiden dan Wakil Presiden serta undang-undang tentang pemilu legislatif  yang dipilih secara langsung oleh rakyat secara demokratis.

Selain itu proses amandemen UUD 1945 juga dilanjutkan pada masa kepemimpinannya. Desentralisasi juga diwujudkan beliau dengan meluruskan kembali nilai-nilai otonomi daerah.

Untuk itu sudah sepantasnya jika kita mengatakan bahwa demokrasi Indonesia telah lahir dalam rahim Megawati Soekarnoputri.

2.  Megawati sebagai penjaga rumah kebangsaan, Kepemimpinan Megawati Soekarnoputri ketika menjabat Presiden RI banyak dilalui dengan hadirnya konflik komunal (ambon, poso, sampang).

Namun berkat  kepiawaiannya beliau dapat meredakan semua konfilk yang terjadi.

Beliau merupakan sosok negarawan yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan.

Konsistensi beliau dalam pandangan kebangsaan dan nasionalisme tetap digelorakan sampai dengan saat ini.

Sebagai ketua umum PDIP, beliau tegas menentang ideologi tertutup.

Keberadaan HTI sebagai ormas yang dianggap memiliki ideology tertutup sehingga bertentangan dengan nilai-nilai pancasila dan kebangsaan tidak luput dari perhatiannya.

3. Megawati sebagai negarawan sejati,
Kebesaran Megawati dalam kancah politik di Indonesia tidak didapatkannya dengan mudah.

Beliau mempimpin langsung partai politik dan turut dalam suka dan duka dalam membesarkan PDIP.

Tampil sebagai ketua umum partai politik berhadapan dengan pemimpin partai politik lain yang notabene dikuasai kaum pria, megawati tidak pernah merasa ingin diperlakukan khusus.

 Beliau merupakan Presiden perempuan pertama di Indonesia yang memiliki rasa keibuan namun tetap tegas dalam mensikapi ketidakadilan terhadap rakyat. Beliau dikenal juga sebagai ibu wong cilik.

Saat ini beliau merupakan tempat bertanya, mengadu, dan teman berdiskusi bagi semua politisi dari partai manapun.

Hal tersebut membuktikan bahwa beliau merupakan sosok perempuan/ibu yang tangguh, tegas dan mengayomi dan disegani.

4.      Megawati sebagai pemimpin yang anti korupsi, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lahir pada saat pemerintahan Megawati Soekarnoputri.

KPK saat ini menjadi ujung tombak bagi pemberantasan tindak pidana korupsi di Negara kita.

Konsistensi Megawati dalam pemberantasan korupsi tetap ditunjukannya sampai dengan saat ini.(red)

Subscribe

MEDIA REALITAS