81219 KALI DIBACA

Masyarakat Gampong Luengsa Kecamatan Madat Minta Penegak Hukum Usut Proyek Lening Dibangun Asal Jadi

Masyarakat Gampong Luengsa Kecamatan Madat Minta Penegak Hukum Usut Proyek Lening Dibangun Asal Jadi

Aceh Timur | Realitas – Masyarakat Gampong Luengsa Kecamatan Madat Kabupaten Aceh Timur Provinsi Aceh meminta kepada pihak Kejaksaan Tinggi Aceh (Kejati) Pihak Kepolisian Polda Aceh, agar segera mengusut tuntas pembangunan Lening yang diduga di bangun asal jadi.

Masyarakat di dua Gampong Lueng Sa, dan Matang Guru, lokasi saluran (Lening) yang dibangun asal jadi sangat kecewa terhadap hasil pelaksanaan proyek pompanisasi saluran irigasi yang dibangun melalui dana APBA tahun 2018, dengan pagu anggaran Rp 1,6 Milyar dengan panjang proyek 500 m, namun dugaan sementara masyarakat setempat saluran itu tidak mencukupi panjang dan tinggi sehingga tidak sesuai dengan bestek dalam kontrak proyek itu.

Proyek saluran (Lening) tersebut dibangun oleh PT Ataya Mandiri, sebagai rekanan, setelah selesai di bangun kondisi fisik proyek tidak berkualitas sehingga masyarakat menyebutkan proyek sen sala be atau proyek asal-asalan.

Menurut warga Gampong Luengsa konsultan pengawas pun tidak pernah kelihatan dilapangan sehingga masyarakat Gampong Luengsa sangat kecewa dengan bangunan itu, ujar sejumlah tokoh masyarakat kepada media ini.

Disamping itu warga juga mempertanyakan perencanaan proyek tersebut tidak memiliki pintu buangan, hal tersebut akan berdampak bencana bagi masyarakat Gampong Luengsa terutama Dusun Timur, Gampong setempat di saat musim hujan di pastikan air akan meluap menggenangi rumah-rumah warga sekitar yang sebelumnya warga disekitar itu tidak pernah rumahnya tergenang air walau pun hujan lebat, namun setelah saluran (lening) itu dibangun rumah penduduk sudah sering banjir dan tergenang air, disebabkan air saluran tidak dibangun jalur pembuangan, ujar salah seorang tokoh masyarakat Gampong Luengsa Masri Djafar, kepada Media ini Sabtu (2/12/2018), usai mengikuti rapat dengan pihak pelaksana proyek itu dikantor Desa Gampong Luengsa.

Masyarakat Gampong Luengsa meminta, pertama intinya proyek saluran ini harus segera diperbaiki baik tingginya maupun panjang proyek itu karena panjang proyek tidak mencapai sesuai dengan kontrak sepanjang 500 Meter, Consultan pengawas harus bertanggung jawab terhadap proyek ini.

Yang kedua masyarakat meminta kepada rekanan atau perusahaan pelaksana bangunan lening yang dibangun lebih buruk dan rendah dari pada bangunan lama, dengan badan jalan, ini akan menyebabkan tanah di pinggir jalan akan jatuh ke dalam lening tersebut kita minta agar mereka bertanggung jawab terhadap proyek ini.

Para tokoh masyarakat yang ikut dalam rapat dengan pihak PT pelaksaan bangunan saluran irigasi (Lening) diantaranya Zarkasyi Usma, Abdullah Lidan, Masri Jafar, Zulkifli, A Malek H Ibrahim, Pj Geuchik Bukhari, mantan Geuchik Samsul Azhar, Fauzi Masri, Muhammad, Pelaksana lapangan dari PT Ataya Mandiri.

Media ini belum mendapatkan keterangan resmi baik dari kantor Dinas Pertanian Provinsi Aceh maupun dari Pihak Pelaksana PT Ataya Mandiri.

Sementara itu Mahdi yang dihubungi Media Realitas melalui telpon selular Senin (3/12/2018) sekira jam 11.09 siang mengakui pihaknya yang mengerjakan proyek saluran irigasi (Lening), di Gampong Luengsa, Kecamatan Madat Kabupaten Aceh Timur.

Namun Mahdi mengakui kalau proyek dia dimenangkan oleh PT Ataya Mandiri Banda Aceh, lalu di Sub pekerjaan itu kepada Mahdi, ujarnya.

Menurut Mahdi proyek itu belum selesai dan akan segera diselesaikan menunggu turunnya air besar disungai Gampong Luengsa yang sejak sepekan ini tidak bisa dikerjakan, tutup Mahdi diujung telpon selularnya.
(H A Muthallib)

Subscribe

MEDIA REALITAS