45319 KALI DIBACA

Marasutan Pantas Dicopot, Jangan Korbankan Siswa

Marasutan Pantas Dicopot, Jangan Korbankan Siswa
Medan | mediarealitas
Soroton tajam terkait buruknya kinerja Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Medan Drs Marasutan terus bergulir. Bahkan, gonjang- ganjing usulan pencopotan Marasutan dari jabatan Kadisdik semakin deras. Seperti Wakil Ketua DPRD Medan Ihwan Ritonga, SE menilai perilaku Marasutan yang kerap sepele kepada lembaga DPRD Medan pantas untuk dicopot.
 
Menurut Ihwan Ritonga yang juga kordinator komisi B DPRD Medan membidangi pendidikan ini kepada wartawan, Jumat (4/9) mengatakan, mencuatnya masalah penerimaan siswa baru hingga tertuduhnya ada siswa ‘siluman’ bukti buruknya kinerja Marasutan.
 
“Marasutan itu kerap menyepelekan lembaga DPRD Medan dan tidak menghargai anggota dewan selaku mitra. Sama halnya kebijakan masalah penerimaan siswa baru, DPRD tidak dilibatkan sehingga terjadi miss komunikasi. Dihubungi saja susah dan selalu menghindar dari anggota dewan. Sebaiknya sesama mitra kerja harus ada kerjasama. Begitu juga masalah daya tampung siswa baru yang diterima seharusnya Marasutan supaya transparan sehingga tidak timbul masalah seperti ini dan sesuatunya dapat dikordinasikan,” ujar Ihwan.
 
Menurut Ihwan, pihaknya sangat menyayangkan perilaku Marasutan yang tidak kooperatif dan tidak komunikatif. “Kita kuatir mutu pendidikan di Kota Medan semakin terpuruk jika kepemimpinan Marasutan dipertahankan. Masalah ini harus disikapi serius karena menyangkut pendidikan moral anak bangsa,” tegas politisi Partai Gerindra ini.
 
Kembalikan Nama Baik Siswa Tertuduh Siswa Siluman
Terkait maraknya tududan istilah siswa ‘siluman’ sudah meresahkan murid dan orang tua murid. Untuk itu. Ihwan mendesak Kepala Dinas dan Kepala sekolah harus memulihkan nama baik siswa. “Kita tidak setuju siswa jadi korban tertuduh siswa ‘siluman’ akibat ulah Marasutan. Ini sangat menggangu fisikologis anak. Siswa tak bersalah dan harus dikembalikan nama baiknya,” tegas Ihwan.
 
Kepada Kepala Dinas dan Kepala sekolah, Ihwan berharap seluruh siswa harus diberlakukan dengan adil dan jangan sampai ada yang dirugikan. Seperti penggunaan fasilitas ruangan, meja, kursi serta mobiler lainnya harus disamakan. “Jangan sampai ada pengkotak kotakan di sekolah,” cetus Ihwan.   
 
 

Subscribe

MEDIA REALITAS