73419 KALI DIBACA

Mahasiswa Fakultas Teknik Unsam PKM Di Desa Matang Payang Langsa Timur

Mahasiswa Fakultas Teknik Unsam PKM Di Desa Matang Payang Langsa Timur

Langsa I Realitas – Mahasiswa Program Studi Kimia Jurusan MIPA Fakultas Teknik Universitas Samudra telah melaksanakan PKM pengabdian kepada masyarakat di balai Desa Matang Panyang Kecamatan Langsa Timur,Provinsi Aceh Selasa (15/5/2018) satu hari penuh.

Tim pelaksana kegiatan terdiri dari 3 orang, Mahasiswi yaitu Rahayu sebagai ketua dan 2 anggota tim, Silvia Ningsih dan Fatira Golda Nehru.

Adapun manfaat dari kegiatan ini untuk masyarakat adalah agar meningkatkan wawasan masyarakat Desa Matang Panyang Kecamatan Langsa Timur Pemko Langsa, akan bahayanya menggunakan obat nyamuk yang mengandung bahan kimia dan mencegah terjadinya penyakit yang ditularkan oleh nyamuk demam berdarah, cikungunyah dan lain-lain bagi masyarakat Desa Matang Panyang.

Karena dilihat dari kondisi Desa Matang Panyang yang terdapat banyak selokan-selokan yang kurang bersih dan dipenuhi semak-semak seperti hutan, maka diperlukan langkah strategis untuk membasmi nyamuk dengan pelatihan pembuatan alat perangkap nyamuk dengan fermentasi gula menggunakan bahan alami yang murah serta ramah lingkungan, ujar kepada Wartawan Selasa sore (15/5/2018) usai melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat.

Alat dan bahan yang digunakan untuk proses pembuatan alat perangkap nyamuk menggunakan fermentasi gula ialah ragi roti, gula merah dan air hangat 250 mL, botol aqua 2 liter, isolasi dan kertas plastik berwarna hitam, sebutnya.

Antusias para warga mengikuti pkm sangat besar, sehingga banyak warga yang penasaran serta banyak yang bertanya akan manfaat dan proses pembuatan alat perangkap nyamuk tersebut.

Ada salah satu warga yang bertanya bernama Ibu Leli” Apa sajakah keunggulan dari perangkap nyamuk tersebut ?

Dan peserta senang menerima ilmu baru karena selama ini masyarakat Desa Matang Panyang hanya mengetahui bahwa solusi untuk membasmi nyamuk adalah hanya dengan menggunakan obat nyamuk bakar dan obat nyamuk spray tanpa mengetahui bahaya penggunaannya.

 

Selain itu ada masyarakat yang bernama Ibu Halimah menanggapi bahwa alat perangkap nyamuk ini lebih murah dan lebih ramah lingkungan dibandingkan jika menggunakan obat nyamuk yang mengandung bahan kimia yang berbahaya.

Pada kegiatan pengabdian masyarakat dihadiri oleh beberapa Dosen Program Studi Kimia, yaitu Ibu Puji Wahyuningsih S.Si, M.Sc (Koordinator Program Studi Kimia), Ibu Halimatussakdiah S.Si, M.Sc (Dosen Pembimbing) dan Bapak Tisna Harmawan S.Si, M.Si serta beberapa Mahasiswa Program Studi Kimia.

Salah satu warga yang bernama Fitri Ayu ingin mencoba langsung bagaimana cara membuat alat perangkap nyamuk menggunakan ragi dan gula merah. ( H A Muthallib )

Subscribe

MEDIA REALITAS