98819 KALI DIBACA

LSM FPRM Minta Polisi Periksa Hasanuddin Ex PT Dwikencana Semesta 7 Tahun Kemana Hasil Panen Sawit.

LSM FPRM Minta Polisi Periksa Hasanuddin Ex PT Dwikencana Semesta 7 Tahun Kemana Hasil Panen Sawit.

Aceh Timur I Realitas – Ketua LSM Forum Peduli Rakyat Miskin ( FPRM) Nasruddin, meminta tim penyidik Polres Aceh Timur yang sedang melakukan penyelidikan dalam kasus pencurian buah sawit yang dilapor oleh perusahaan PT Makmur Inti Bersaudara.

Polisi harus melakukan lebih dalam lagi pemeriksaan Hasanuddin dalam kasus hasil pengambilan buah sawit sejak tahun 2010 sampai dengan sekarang kemana buah sawit itu dibawa dan uang kelana disetor selama ini hasil panen sawit kebun yang sudah kolep sejak tahun 2010, ujar Nasruddin kepada media Realitas Selasa (15/5/2018).

Menurut Nasruddin tidak sedikit hasilnya yang dilakukan sejak tahun 2010, apakah mereka ada menyetor pajak hasil panen atau kemana uang yang di dugaan mencapai Rp 17 Milyar ujarnya.

Polisi dan petugas pajak KPP Pratama Langsa harus segera melakukan audit terhadap PT Dwi Kencana Semesta yang sudah Pailit itu, juga pihak terkait lainnya harus pro aktif, ujar nya.

Setiap perusahaan yang kolep harus diteliti lebih dalam dulu termasuk Pajak dan lain harus jelas kenapa bisa kolep sedangkan hasil panen kota ketahui cukup banyak.

Pihak penyidik harus segera memeriksa pihak yang terlibat di perusahaan itu, jelas Nasruddin lagi.

Curator juga harus lebih teliti dalam hal ini karena mereka lebih tahu perusahaan ini kolep atau pailit, aliran uang hasil panen selama ini kemana dan siapa yang terima kita menduga Hasanuddin yang dijadikan tumbal diperusaan itu.

Dugaan kota sementara dari hasil Investigasi lapangan perusahaan itu pailit atau kolep sejak 2010 dan dilapangan terus diambil hasilnya namun hasilnya tidak diketahui sama sekali, baru diketahui setelah dilakukan ambil alih oleh PT Makmur Inti Bersaudara.

Kita desak pihak penegak hukum agar melakukan penyelidikan terhadap raibnya uang negara untuk sementara dugaan kita mencapai Rp 17 milyar ini dugaan kita sementara bisa jadi lebih, sebut Nasruddin lagi.

Sebagai mana kita ketahui pihak penyidik Polres Langsa sejak pagi kemarin Senin (14/5/2018) melakukan pemeriksaan terhadap Hasanuddin ex Manager PT Dwi Kencana semesta sampai jam 20 malam masih diperiksa di Polres, kita terus pantau kasus ini, ujar pegiat LSM di Aceh.

Penyidik Polres Aceh Timur Memanggil Terlapor Atas Nama Hasanuddin Bin M.Daud 47 tahun selaku terlapor hari ini Senin 14 Mei 2018.

Terkait atas laporan Perwakilan Perusahaan PT. Makmur Inti Bersaudara atas nama Alexander Leonardo Siagian yang telah melaporkan adanya kegiatan yang tidak legal dan tidak diketahui oleh Perusahaan Baru tersebut dengan Nomor:BL/36/1V/2018/SPKT dan tertanggal 23 April 2018 Tentang adanya dugaan Pencurian Kelapa Sawit (TBS) yang dilakukan oleh oknum Hasanuddin, Ex Manager.

Terkait dengan pemanggilan tersebut dan dimintai konfirmasi oleh media ini, Kapolres Aceh Timur melalui Kasat Reskrim polres AKP. Erwin Satrio Wilogo.SH.S.l.K.MSi dan Kanit Pidum 1 Ibda.J.M.Tambunan atas seizin atasannya membenarkan adanya pemanggilan tersebut terhadap Saudara A.N.Hasanuddin bin M.Daud melalui telepon selulernya mengatakan bahwa terkait adanya laporan sebelumnya dari pihak perusahaan PT. Makmur inti Bersaudara tentang adanya dugaan Pencurian Kelapa sawit, yang dilakukan oleh Eks Manager Perusahaan Lama PT. Dwi Kencana Semesta dan apabila Pengaduan dan laporan tersebut serta memenuhi alat dan bukti yang cukup besar kemungkinan permasalahan tersebut dilanjutkan ketahap berikutnya demikian katanya.

Saat media ini melakukan konfirmasi dan menemui Hasanuddin bin M.Daud didepan Mesjid Dilingkungan Kapolres Aceh Timur Senin (14/5/2018), membenarkan bahwa dirinya saat ini memenuhi panggilan penyidik Polres dan ia mengatakan bahwa sebagai warga negara Indonesia yang baik dan patuh terhadap Hukum maka saya memenuhi panggilan dari penyidik serta akan memberikan keterangan terkait dengan persoalan ini dan untuk selanjutnya belum dapat saya berikan keterangan yang lebih rinci demikian ujarnya.

Sebelum nya diberitakan Media Realitas, Selasa (24/4/2018) Perusahaan PT.Makmur Inti Bersaudara Akhirnya Resmi Melaporkan Eks Manager PT.Dwi Kencana Semesta Ke Polres Aceh Timur, terkait dengan Pencurian Kelapa sawit (TBS), yang dikeluarkan secara Ilegal.

Penangkapan tersebut terjadi dijalan dan tepatnya di Gampong Blang Rambong Pukul 1:00 wib Tanggal (23/04/2018) dan barang bukti berupa dua unit Jonder serta -+ lima ton (TBS), Dititipkan di Kapolsek Banda Alam Kabupaten Aceh Timur.

Kapolsek Banda Alam Iptu Zainur yang dihubungi melalui telfon selulernya membenarkan adanya titipan barang bukti berupa dua unit Jonder serta dalamnya -+ 5 ton sawit (TBS) yang diterima olehnya pukul 1:00 wib Tanggal 23 April 2018 dan selebihnya saya tidak tahu bagaimana persoalan ini, karena sebelumnya juga pernah saya mediasi antara Eks Manager Perusahaan Dwi Kencana dengan pihak Pemilik Perusahaan Baru namun tidak ada solusinya, ujarnya di ujung telepon.

Sehubungan dengan permasalahan tersebut eks Manager Perusahaan Dwi Kencana Semesta Hasanuddin yang dihubungi melalui telfon selulernya membenarkan adanya kejadian tersebut tetapi pihaknya mengatakan bahwa sehubungan dengan belum adanya kepastian Karyawan kegiatan panen produksi tetap kami lanjutkan seperti yang telah dibicarakan bersama, oleh kerena itu pihak perusahaan baru tersebut (PT.Makmur Inti Bersaudara) belum ada melakukan serangkaian kegiatan serah terima serta belum ada menginventarisir segala persoalan yang terjadi di lapangan saat ini.

Dan ia menambahkan pihak eks Manager PT.Dwi Kencana Semesta/pengolola atau sebagai pengamanan lama, mengatakan bahwa pihak PT.Makmur Inti Bersaudara tidak memiliki itikad baik untuk dapat mencari solusi bagaimana nasib kami selaku Karyawan yang sudah bekerja selama puluhan tahun sebelumnya, dan ia mengatakan bahwa pada tanggal 5 April 2018 Direktur PT. Makmur Inti Bersaudara telah mengirim surat kepada saya, dalam surat tersebut berbunyi, saya tidak boleh masuk kekebun mulai tanggal tersebut dan diluar perintah beliau dianggap semua kegiatan ilegal (masuk ke kebun panen dll).

Dengan demikian harapan saya kepada PT. Makmur Inti Bersaudara tidak berlaku semena mena, dan semua ada aturan hukum yang berlaku demikian ujarnya.

Ketika media ini menemui Pihak perwakilan Perusahaan PT. Makmur Inti Bersaudara Alexander Leonardo Siagian dimes dikawasan Idi Rayeuk, terkait dengan permasalahan yang telah dilaporkannya terkait dengan Pencurian Kelapa Sawit (TBS) kepada pihak berwajib mengatakan, sebenarnya kami hanya menjalankan tugas sesuai dengan aturan, terkait adanya pengutipan ilegal Tandan Buah Segar (TBS) yang dilakukan oleh Eks Manager lama PT. Dwi Kencana Semesta atas nama inisial HS sudah sesuai aturan, karena yang sebenarnya saat ini Kepemilikan Kebun tersebut sudah beralih tangan kepada pihak PT. Makmur Inti Bersaudara sesuai dengan surat penetapan Pengadilan Negeri Klas I.A Medan dengan No.06/PDT-SUS-PAILIT/PN Niaga Medan Tanggal 21 Maret 2018.

Adapun terkait dengan perubahan kepemilikan Dari Kurator PT. Dwi Kencana Semesta kepada telah mengeluarkan surat Kepada PT. Makmur Inti Bersaudara dengan Nokode:our Red:033/Kurator/DEKS/lll/2018 dengan berbunyi, bahwa segala sesuatu yang menyangkut dengan kebun/perusahaan menjadi kewenangan oleh pemilik baru yaitu PT. Makmur Inti Bersaudara terhitung mulai tanggal 22 Maret 2018 ditetapkan di Bogor.

Alexander Leonardo Siagian menambahkan pihaknya atas dasar tersebut selanjutnya wewenang Penjagaan, Pengelolaan, dan Pemeliharaan atas Aset PT.Dwi Kencana Semesta beralih tangan kepada PT.Makmur Inti Bersaudara sebagai pengelola baru.

Terkait dengan adanya temuan dan penangkapan (TBS) tanggal (23/04/2018) pihak perusahaan PT. Makmur Inti Bersaudara atas nama perwakilan Perusahaan a.n.Alexander Leonardo Siagian, telah resmi melaporkan kepada pihak Kapolres Aceh Timur sesuai dengan Surat Pengaduan/Laporan Polisi No:BL/36/lV/2018/SPKT dan sebagai pihak terlapor a.n.Hasnuddin selaku Eks Manager lama yang dilaporkan atas Pencurian TBS dari kebun bekas eks PT.Dwi Kencana Semesta yang telah mengeluarkan Buah sawit TBS dari kebun dengan cara ilegal, demikian ujarnya.

Kapolres Aceh Timur yang dihubungi oleh media ini melalui telfon selulernya, AKBP Wahyu Kuncoro.S.I.K melalui Kasat Reskrim polres Aceh Timur AKP Erwin Satrio Wilogo membenarkan adanya laporan dan pengaduan tersebut dari PT. Makmur Inti Bersaudara dengan permasalahan dan pencurian Tandan Buah Segar (TBS) dan pengaduan tersebut diterima tadi malam, ujarnya. (Hasbi Abubakar/ H A Muthallib )

Subscribe

MEDIA REALITAS