10019 KALI DIBACA

Lapas Narkotika Langkat Dibakar

Lapas Narkotika Langkat Dibakar

Langkat | Realitas – Lembaga Pemasyarakatan (LP) Narkotika Klas III Kecamatan Hinai, Langkat, dibakar warga binaan. Ratusan narapidana kabur. Seribuan lainnya kuasai Lapas, Kamis (16/5/2019) sekira pukul 14.00 Wib.

Informasi dirangkum, kemarahan berujung pembakaran Lapas dipicu tindak kekerasan yang dilakukan sipir terhadap narapidana. Terakhir, seorang napi bernama Edi Syahputra dianiaya hingga mengeluarkan kotoran (BAB).

Penganiayaan dilakukan dihadapan napi lainnya. Dikabarkan, Edi dihajar Sipir karena tertangkap memiliki narkoba jenis sabu-sabu. “Melihat itu mereka (napi) mengamuk, berbalik menyerang petugas dan membakar bangunan lapas serta sepeda motor dan mobil yang berada didalam Lapas,” sebut salah seorang Napi.

Selanjutnya, dari rentetan peristiwa itu, sebanyak 1.635 orang napi meminta petugas lapas membina mereka bukan sebaliknya justru menganiaya dan menyiksa. Selain itu mereka juga meminta pemerintah mengganti Kepala LP Narkoba Hinai.

“Kami butuh pembinaan agar pada waktunya kembali ke masyarakat nanti bisa berubah menjadi lebih baik, bukan diperlakukan secara tidak manusiawi,” ungkap napi tersebut yang dibenarkan oleh ratusan Napi lainnya, usai kerusuhan sekitar pukul 17.15 WIB.

Dari keterangan salah seorang napi, inisial GB, semua berawal dari dugaan penyiksaan yang dilakukan sipir.
Dilansir dari digtara, semua bermula saat pergantian jam jaga (shift) oleh petugas lama ke petugas baru sekira pukul 11.30 WIB.

Begitu petugas yang baru tiga orang, ketiganya langsung masuk ke dalam Lapas dan melakukan penyiksaan terhadap Ajo, salah seorang napi.

“Nyiksanya ngeri kali bang, tiga orang itu langsung masuk kedalam sel dan langsung membawa ke luar dan menyiksa kawan kami,” ungkapnya.

Menurut GB, Ajo kemudian dibawa ke lantai dua, yang diduga sebagai tempat penyiksaan para narapidana. “Selain nyiksa di bawah, si Ajo juga dibawa ke atas lantai 2 bang, disitu katanya dia disiksa juga,” ungkapnya.

Ia mengatakan, saat disiksa di lantai dua, penyiksaan yang dilakukan oleh para sipir itu sangat terlalu, sehingga napi tersebut mengeluarkan kotoran dari duburnya.

“Ngeri kali lah bang nyiksanya, sampai keluar kotorannya bang, makanya disitu kami geram dan langsung marah,” ungkapnya.

Saat ditanyai dari mana mereka mengetahui kejadian itu, ia mengaku mereka para napi mengetahui kejadian itu dari para napi juga yang bekerja dengan petugas lapas. “Kami taunya dari para napi yang kerja di atas bang,” ungkapnya.

Selepas kabar Ajo disiksa, dari satu mulut ke mulut yang lain, diakui GB amarah solidaritas sesama teman muncul. Dan, tanpa dikomandoi langsung buat onar da kerusuhan hingga berujung membakar gedung Lapas.

Keberingasan sipir lapas narkoba Hinai, juga diakui mereka dipicu sering diperas dan meminta uang. Pasca kerusuhan, dari 1.635 napi, seratusan napi dilaporkan melarikan diri. Selebihnya sudah kembali dan berkumpul setelah diamankan aparat gabungan TNI/ Polri. Sedangkan mereka yang kabur, dugaan sementara dikabarkan menuju Aceh dan Medan.

Sedangkan untuk kerusakan, ada 3 unit mobil dan 11 unit sepeda motor dibakar, seluruh kaca gedung LP hancur. Saat ini situasi LP Narkoba telah kembali kondusif. Para warga binaan minta disediakan konsumsi, jika tidak, mereka akan bereaksi lagi.

Komandan Kodim 0203 Langkat, Letkol Inf Syamsul Alam dan Kapolres Langkat AKBP Doddy Hendrawan, memimpin langsung operasi pengamanan kerusuhan LP Narkoba Hinai. “Kini situasi telah bisa diamankan, petugas gabungan TNI/Polri masih ditempatkan di lokasi untuk berjaga-jaga,” pungkas mereka singkat. (pm/red)

Subscribe

MEDIA REALITAS