73519 KALI DIBACA

Lantunan Doa dan Dzikir Sambut Malam Pergantian Tahun di Medan

Lantunan Doa dan Dzikir Sambut Malam Pergantian Tahun di Medan

Medan  | mediarealitas

                Kalimat doa dan dzikir mengumandang syahdu dari Lapangan Merdeka Medan menyambut malam pergantian tahun, Kamis (31/12). Lebih dari 8.000 jemaah yang berasal dari seluruh penjuru Kota Medan mulai pukul 21.30 WIB sampai detik-detik pergantian tahun dengan khusuk sambil meneteskan air mata melantunkan kalimat dzikir memuji Asma Allah SWT disertai lafaz Shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.

                Doa dan dzikir akbar ini kali pertama dilakukan Pemko Medan dalam menyambut malam pergantian tahun. Selama ini penyambutan malam pergantian tahun selalu diisi dengan hiburan rakyat dan pesta kembang api. Jika pun ada digelar doa dan dzikir, kegiatan itu pun dilakukan pagi sampai menjelang siang hari.  Namun untuk tahun ini hanya doa dan dzikir akbar yang dilakukan sampai detik-detik pergantian tahun tiba.

                Sebelum doa dan dzikir akbar  ini digelar, lebih dahulu dilakukan khatam Al Qur’an oleh 30 orang qori-qoriah yang tergabung dalam Ikatan Persatuan Qori dan Qoriah (IPQOH) Kota Medan sehingga menambah kekhusukan acara doa dan dzikir akbar tersebut. Sedangkan dzikir dipimpin oleh Buya KH Amiruddin MS. Tidak sedikit jemaah yang meneteskan air mata lantaran haru, termasuk Penjabat  Wali Kota Medan Drs H Randiman Tarigan MAP yang hadir bersama istri Hj Suriyati Br Ginting.

                Bersamaan itu kawasan seputaran Lapangan Merdeka semakin padat dipenuhi warga sehingga arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan seperti Jalan Raden Saleh, Jalan kapten Maulana Lubis,  Jalan Balai Kota, Jalan stasiun, Jalan Ahmad Yani, Jalan Pulau Pinang, Jalan Bukit Barisan serta Jalan Perniagaan lumpuh total dan tak dapat dilalui sekalipun berjalan kaki.

                Jelang detik-detik pergentian tahun tiba, warga yang ‘menyemuti’ seputaran Lapangan merdeka pun mulai menyalakan kembang api. Meski suara letusan kembang api silih ganti terdengar namun tidak menghilangkan kekhusukan  para jemaah untuk mengikuti zikir, termasuk mendengarkan tausiah yang disampaikan Al Ustadz Syeh Ali Jaber dari Jakarta sampai doa dan dzikir akbar berakhir.

                Menurut Pj Wali Kota, doa dan dzikir akbar ini digelar sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT. Melalui kegiatan ini diharapkan hati lebih tenang dan menjadi media untuk mendekatkan diri kepada Sang Khalik. Di samping itu asebagai sarana motivasi untuk mengevaluasi diri, guna mewujudkan sumber daya manusia yang semakin berkualitas, beriman dan bertakwa dalam upaya pembangunan masyarakat yang berahlak mulia, maju dan sejahtera.

                “Doa dan dzikir ini juga sebagai sarana intropeksi terhadap segala amal dan perbuatan yang telah dilakukan dalam satu tahun ini. Dengan harapan bahwa tahun baru 2016 akan memberikan harapan baru dalam meningkatkan keimanan dan ketakwaa serta peganbdian  kita kepada bangsa dan negara, khususnya Kota Medan,” kata Pj Wali Kota.

                Selain Pj Wali Kota, doa dan dzikir akbar ini turut dihadiri Plt Gubsu Ir H T Erry Nuaradi MSi, Laksamana TNI Yudo margono mewakili Danlantamal I Belawan, Kombes Pol Heri AS mewakili Kapoldasu,Sekda Kota Medan Ir Syaiful Bahri Lubis, Kapolresta Medan Kombes Pol mardiaz Kusin Dwihananto SIK, Dandim 0201/BS Kol Inf Maulana Ridwan, Danyon Marinir  Mayor  Nur Rofik, pimpinan SKPD, camat, lurah, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda serta ibu-ibu pengajian.

                Plt Gubsu Ir H  Erry Nyaradi MSi dalm sambutan singkatnya mengatakan, atas nama masyarakat dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara sangat mengapresiasi digelarnya doa dan dzikir akbar ini. Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh masyarakat dan pemerintah dapat meningkatkan tali sialturahmi dan bersinergi dalam kebaikan, sehingga bisa membawa Kota Medan dan sumatera Utara menjadi daerah terbaik di Kota Medan.

                “Kita sangat mengapresiasi digelarnya doa dan dzikir akbar ini. Kita tidak ingin malam pergantian tahun berkesan euphoria dan hura-hura, sebab kita ketahui Sumatera Utara saat ini masih perlu dukungan. Dengan demikian kita minta dukungan doa dari sleuruh masyarakat agar kondisi Sumatera Utara bisa bangkit kembali,” ungkap Plt Gubsu.

                Melalui doa dan dzikir akbar ini, Erry juga berharap agar masyarakat Kota Medan dan Sumut semakin mendekatkan diri dengan Allah SWT. Kemudian bermohon dan berdao agar semua mendapat pentujuk dan jalan yang benar dari Allah SWT, terutama dalam menjalankan tugas-tugas yang hari demi hari akan semakin berat.

                Puncak doa dan dzikir akbar ini diisi dengan tausiah yang disampaikan Al Ustadz Ali Jaber. Penceramah kelahiran Madinah ini mengajak seluruh jemaah untuk selalu berbuat kebaikan seperti yang dilakukan Nabi Muhammad SAW semasa hidupnya. Selanjutnya, Ali mengingatkan agar selalu mengingat kematian. Hal itu penting dilakukan agar manusia tidak macam-macam dan selalu mengingatkan kepada Allah.

                “Dengan mengingat kematian akan mengajarkan kita semua sadar bakal menghadap Allah nantinya. Untuk itulah kita harus membersihkan diri dari perbuatan dosa dan selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT,” kata Ali.

                Di kesempatan itu penceramah berusia 40 tahun ini mengingatkan, tujuan hidup di dunia ini untuk menyelamatkan diri dan keluarga dari neraka jahanam. Untuk itu selama hidup di dunia harus selalu bebruat kebaikan, melaksanakan segala perintah Allah dan menjauhi selua larangan-Nya.

                “Harus disadari bahwa dunia ini tempat ujian menghadapi segala macam musibah. Jika ingin bahagia selamanya hanya bisa dirasakan di surga. Jadi marilah kita semua yang hadir ini berupaya agar bis amasuk surga,” pesannya.

                Sebelumnya Asisten Kesejahteraan Masyarakat, Erwin Lubis selaku ketua panitia doa dan dzikir akbar sempat resah. Sebab, sore hari hujan deras mengguyur sehingga menyebabkan Lapangan Merdeka digenangi air. Untuk saja lokasi doa dan dzikir akbar diploring dengan papan sehingga posisinya lebih tinggi dari permukaan tanah.

                Erwin pun khawatir peserta doa dan dzikir akbar akan sedikit, apalagi hujan benar-benar reda menjelang Maghrib. Ternyata kekhawatiran Erwin meleset, masyarakat datang berbondong-bondong hadir mengikuti doa dan dzikir akbar. Kapasitas tenda yang disediakan untuk 8.000 jemaah ternyata tidak cukup. Akibatnya banyak warga yang berdiri di seikitar tenda namun tetap mengikuto pelaksanaan doa dan dzikir sampai selesai.(LR)

Subscribe

MEDIA REALITAS