75819 KALI DIBACA

Kontraktor Diduga “Sunat” Volume Material Pengaspalan Jalan Perumnas Langsa

Kontraktor Diduga “Sunat” Volume Material Pengaspalan Jalan Perumnas Langsa
Seperti Ini Kondisi Jalan Perumnas Yang di Bagun Oleh CV.Pinang Baris Dengan Anggaran 1,3Milyar tahun 2017

example banner

LANGSA I MEDIA REALITAS –  Untuk meraih keuntungan yang lebih signifikan, kontraktor pelaksana pembangunan pengaspalan jalan Perumnas Kota Langsa diduga telah menyunat volume material pekerjaan dimaksud. Akibatnya, pengaspalan jalan sepanjang 210 meter dengan lebar badan jalan sekitar  9 meter  yang telah selesai dikerjakan pada 18 November 2017 lalu, diragukan kualitasnya. Bahkan warga Perumnas Kota Langsa menyaksikan jalan yang baru selesai dikerjakan itu bisa bertahan lama, dan dikhawatirkan dalam waktu dekat akan rusak kembali.

 

Berdasarkan keterangan yang diperoleh wartawan , Senin (1/1/18), Pengaspalan jalan Perumnas Kota Langsa sepanjang lebih kurang 210 meter dengan lebar 9 meter,  bernilai Rp 1,3 Milyar lebih yang bersumber dari Dana Infrastruktur Daerah (DID) Kementerian PU tahun anggaran 2017. Pekerjaan tersebut dilaksanakan oleh kontraktor  yang menggunakan perusahaan CV Pinang Baris.

Salah seorang Warga Perumnas Langsa yang minta tidak disebutkan namanya, kepada mediarealitas.com, mengungkapkan sejak awal pekerjaan pengaspalan jalan itu, warga sudah mencium aroma tak sedap. Sebab, jalan yang dibangun kualitasnya sangat tidak baik dan tampaknya tidak akan bertahan lama. “Kami yang selalu melintasi jalan ini menilai sepertinya jalan ini dikerjakan asal-asalan dan tidak sesuai dengan ketentuan. Kualitasnya tergolong buruk dan kami perkirakan dalam waktu dekat badan jalan akan rusak kembali,” katanya.

Sumber lain yang memahami  secara teknis pengerjaan pengaspalan, menyebutkan pengaspalan jalan Perumnas Kota Langsa diduga tidak dikerjakan dengan baik dan benar. Bahkan pekerjaan tersebut terkesan asal jadi. Apalagi volume basecourse seperti dikurangi dari yang seharusnya, sehingga bisa berakibat merusak badan jalan dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi. Tak hanya volume material jenis basecourse yang kurang, pembangunan talud (saluran air) di pinggir jalan juga tidak sesuai. Talud dibangun lebih tinggi dari badan jalan, sehingga bila hujan, endapan air akan membuat badan jalan semakin cepat rusak. “Kalau jenis basecourse nya memang sepertinya sudah benar jenis basecourse A dan B. Tapi volumenya kok malah dipangkal jalan saja yang sesuai, sedangkan semakin ke ujung jalan semakin berkurang basecourse nya. Kalau ini dibiarkan maka jalan akan cepat rusak dan Pemerintah serta rakyat bisa dirugikan,” demikian ujar sumber tersebut.

Sementara itu, kontraktor pelaksana dari CV Pinang Baris yang menggerjakan pekerjaan dimaksud, tidak berhasil dihubungi wartawan untuk dimintai konfirmasi serta klarifikasinya. Malah ketika dihubungi via ponsel, rekanan tersebut tetap tidak bisa terhubung.(ZAL)

Subscribe

MEDIA REALITAS