29419 KALI DIBACA

Komisi VII DPR RI Ihwan Datu Adam: konsisten sedikit, Jangan BBM seperti yoyo naik turun

Komisi VII DPR RI Ihwan Datu Adam:  konsisten sedikit, Jangan BBM seperti yoyo naik turun
Ihwan Datu Adam Komisi VII DPR RI (energi) Dapil Kalimantan Timur

Jakarta I Realitas – Apa yang menjadi Kekhawatiran masyarakat akan kenaikan harga BBM akhirnya datang juga, Rabu kemarin (10/10/18) sekira pukul 11.00 WIB, Pertamina menaikkan harga BBM jenis  Pertamax di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya menjadi Rp 10.400/liter, Pertamax Turbo Rp 12.250/ liter, Pertamina Dex Rp 11.850/liter, Dexlite Rp 10.500/liter, dan Biosolar Non PSO Rp.9.800/liter.

Anggota Komisi VII DPR RI Ihwan Datu Adam mengatakan, heran dan terkejut karena Pemerintah menaikkan harga BBM, namun Pemerintah yang kurang yakin dengan keputusannya sehingga membatalkan terkait Harga Premium.

“Kemarin sore tanpa alasan secara tiba-tiba Pemerintah dalam hal ini Menteri ESDM Ignatius Jonan mengumumkan kenaikan harga BBM bersubsidi Premium dan harga BBM non subsidi lainnya. Namun hanya dalam tempo kurang dari satu jam, Menteri Jonan mengumumkan pembatalan kebijakan kenaikan harga premium atas arahan Presiden, patut dipertanyakan ada apa ini? Ini membuat publik bertanya-tanya, apakah tidak ada koordinasi antara Presiden, menteri dan Pertamina ?,” ujar Datu.

Selama di Komisi Energi, Datu berpandangan bahwa pertamina selaku satu-satunya badan usaha yang ditugaskan untuk mengadakan dan menjual premium, sudah hampir dua tahun terakhir ini mengalami defisit yang semakin besar dalam penjualan premium, Hal ini karena kesenjangan biaya pengadaan yang lebih besar dibanding harga jualnya.

Oleh karena itu,  sangat penting bagi Komisi VII DPR RI sebagai lembaga yang membawa aspirasi rakyat dan mengawasi kebijakan pemerintah untuk memanggil Pemerintah dalam hal ini Menteri ESDM guna menjelaskan secara komprehensif hal tersebut.

“Sebagaimana yang kita ketahui, harga pertamina itu ada formulanya, Harga berlaku saat ini masih dibawah formula sehingga mereka rugi, dan beban saat ini semakin berat, Pemerintah harus bertanggung jawab karena tidak cakap dalam mengelola negara, Presiden harus segera evaluasi menteri yang menurut kami ini memberikan pernyataan yang tidak konsisten dan membingungkan masyarakat, Kami akan panggil Mentri ESDM untuk meminta penjelasan, janganlah BBM ini seperti yoyo naik turun, konsisten sedikit,” tegasnya.(Feri)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS