465819 KALI DIBACA

Keuchik Gampong Bagok Panah Peut Kecamatan Darul Aman Diduga Melakukan Penyimpangan Dana ADG.

Keuchik Gampong Bagok Panah Peut Kecamatan Darul Aman Diduga Melakukan Penyimpangan Dana ADG.

Aceh Timur I Realitas – Sejumlah Masyarakat Gampong Bagok Panah Peut Kecamatan Darul Aman Kabupaten Aceh Timur mengeluh dengan Dana Desa ADG tahun Anggaran 2016 dan 2017 Pasalnya Dana tersebut tidak jelas penggunaannya sehingga masyarakat merasa kecewa dengan sejumlah pembangunan yang dibangun saat ini belum jelas dikerjakan dan tidak rampung seperti awal pada perencanaan sebelumnya, demikian sejumlah masyarakat kepada Media ini Rabu (20/6/2018).

Tim penyidik dari Kejaksaan dan dari kepolisian diminta mayarakat untuk bergerak cepat menuntaskan kasus dugaan korupsi di Gampong Bagok Panah Peut Kecamatan Darul Aman Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh.

Saat ditemui oleh Media ini di Gampong Bagok Panah Peut Kepala Dusun Peutua Mae Azhar 29 tahun menyebutkan bahwa ia sangat dan masyarakat kecewa pasalnya dengan pembuatan sejumlah Proyek digampong tidak rampung bahkan sampai saat ini juga belum selesai seperti yang di musyawarah sebelum dengan masyarakat.

Ada beberapa hal yang belum rampung seperti pengadaan mobil dan truk Anggaran Tahun 2016 Rp:160.000.000 juta yang diplot melalui Program BUMG tidak membawa hasil apa apa buat Gampong, belum lagi hasilnya, dan bahkan tidak pernah ada rapat tentang bagaimana cara pengelolaannya selama satu tahun penuh, dilihat kondisi mobil tersebut juga tidak layak pakai bak seksi mobil tersebut juga patah, sehingga masyarakat mempertanyakan kinerja pengelola Aset BUMG tersebut tidak transparan alias seperti milik pribadi, kalau memang itu milik warga masyarakat, seharusnya diadakan rapat umum Gampong sehingga masyarakat dapat mengetahuinya.

Menurut Azhar, seperti Anggaran tahun 2017 yang tidak jelas diselesaikan diantaranya sumur bor Rp:23.000.000 juta rupiah,rehap balai pertemuan Rp:30.000.000 juta rupiah, kegiatan pembangunan dan pemeliharaan sanitasi lingkungan Rp:49.000.000. juta rupiah, bantuan hari besar Islam Rp:25.000.000.juta rupiah, kegiatan peringatan HUT RI Rp:7.000.000 juta rupiah padahal kami selaku warga masyarakat Gampong ingin mengetahui dikemanakan semua Anggaran tersebut demikian ungkapnya.

Sementara itu ditempat terpisah Ketua pemuda Gampong Bagok Panah Peut Ridwan 26 tahun menyampaikan bahwa ia merasa sangat kecewa dengan hasil sejumlah pembangunan ditempatnya hingga saat ini baru dibangun padahal anggaran tersebut seharusnya tahun 2017 tapi kenapa baru sekarang ini baru dibangun dan banyak yang dikerjakan asal jadi.

Sebagai contoh saja yang sangat menyolok sumur bor padahal masyarakat setempat sangat membutuhkan,dan juga rehap tempat balai pertemuan itu juga sangat penting dimana atap balai tersebut sudah dalam keadaan bocor dan kayu sudah sangat lapuk dimakan usia yang seharusnya sudah dikerjakan, harapan kami selaku masyarakat mengharapkan kepada Aparat Pemerintah, dan aparat penegak hukum dinegeri ini untuk Sudi kiranya dapat menyelidiki Gampong kami, sehingga kami merasa mendapatkan serta berkeadilan demikian ujar, Ridwan.

Keuchik Gampong Bagok Panah Peut Sulaiman Ali melalui handphone selulernya, mengatakan bahwa yang ia lakukan saat ini belum ada yang menyimpang apalagi Terkait dengan pembelian mobil dan truk yang bersumber Anggaran Pada tahun 2016 yang lalu,memang sebelumnya mobil tersebut berjalan dan dapat hasil namun kemudian mobil tersebut banyak mogok dan rusak sehingga untuk beraktivitas berikutnya tidak lagi mendapatkan hasil katanya.

Ketika ditanya media ini apakah mobil tersebut bak seksinya patah, ia membenarkan memang benar katanya,dan Terkait dengan sumur bor dan rehap tempat balai pertemuan belum sepenuhnya dikerjakan ujarnya Sulaiman Ali mengakui memang itu saya terlambat tetapi akan semua dibangun katanya, terkait dengan Anggaran hari besar Islam yang ia gunakan untuk musabaqah, bayar honor guru dari luar untuk meningkatkan anak anak yang ikut dalam persiapan musabaqah katanya,dan khenduri untuk anak yatim serta sumbangan Kepada panti Asuhan, terkait dengan Anggaran Hari HUT RI itu memang tidak digunakan karena ada gangguan sedikit kemarin demikian ujarnya.

Masyarakat Gampong Bagok Paneh Peut meminta kepada pihak tim penyidik baik dari pihak Kepolisian dan Kejaksaan segera melakukan penyelidikan dalam kasus dugaan penyimpangan dana desa tersebut.

Tim penyidik dari kejaksaan dan kepolisian masih di percaya oleh masyarakat, dan Kasus ini harus dapat dipertanggungjawabkan secara hukum ,ujar masyarakat desa itu.

Namun kalau kasus ini diperiksa oleh tim dari inspektorat kami tidak percaya karena tim dari inspektorat seperti Cina dalam satu gedung tidak pernah terungkap banyak kasus dana desa yang diduga raib namun setelah tim inspektorat turun semua kabur, seperti ada kasus yang terjadi beberapa Gampong di Aceh Timur termasuk kasus terakhir di Gampong Peutow Kecamatan Bireuen Bayeun Aceh Timur sampai saat ini belum tuntas, sebut beberapa kalangan masyarakat Aceh Timur.
(Hasbi Abubakar)

Subscribe

MEDIA REALITAS