108419 KALI DIBACA

Ketua YARA Aceh Safaruddin SH : Minta Kanwil Kumham Aceh Copot Oknum Pemeras Napi dan Polisi Diminta Segera Periksa Pelaku

Ketua YARA Aceh Safaruddin SH : Minta Kanwil Kumham Aceh Copot Oknum Pemeras Napi dan Polisi Diminta Segera Periksa Pelaku
Ketua YARA Aceh Safaruddin SH

example banner

BANDA ACEH I MEDIA REALITAS – Ketua YARA Aceh Safaruddin SH meminta Kanwil kumham Aceh segera copot oknum pelaku Pemeras napi Lapas narkoba Langsa Tj, sudah cukup alat bukti dalam kasus itu’’ ujar Safaruddin SH kepada sejumlah Wartawan di Banda Aceh , Sabtu (6/1/18).

Kita ketahui Kumham sudah menurunkan tim Pemeriksaan ke Kalapas  Narkoba Langsa tapi kita belumPercaya pemeriksa itu dan itu pemeriksa interen saja, ujar Safaruddin yang juga Ketua Ikatan Advokad Indonesia (IKADIN) Aceh.

Safaruddin sangat meragukan hasil yang diturunkan ke Lapas Narkoba Langsa , jum’at kemarin (5/1/18) di bawah pimpinan Kabidpas Jufri Cs hasil nya sangat di ragukan , tidak mungkin ada hasil yang maksimal yang akan di laporkan ke Kakanwil KumHam Aceh , tidak mungkin jeruk makan jeruk”ujar Safaruddin.

Kita terus pantau hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh Tim Kakanwil ke Langsa nanti kita akan tanyak ke Kakanwil Kumham Aceh’’ujar nya.

Tim dari KumHam Aceh yang ditugaskan pemeriksaan ke Langsa sangat tidak optimal sekali Karana itu sifatnya interen kita akan suratin Dirjenpas nanti kalau perlu kita akan suratin pak Menteri Kumham nanti, akan kita liat perkembangan nanti nya dari hasil pemeriksaan lapangan.

Kita ada bukti kuat kalau Tj Pegawai Lapas Narkoba Langsa kita juga pegang bukti transfer uang ke rekeningnya’’beber Safaruddin.

Unsur sudah terpenuhi dan Tj sudah bisa di jerat ke unsur Pidana. Unsur-unsurnya bisa ditelaah dari pasal 368 ayat (1) KUHP: “Barangsiapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, memaksa seseorang dengan kekerasan atau ancaman kekerasan untuk memberikan sesuatu barang, yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang itu atau orang lain .

Apabila memang benar itu pemerasan, tapi kasus ini masih kontroversi antara korban dan pemeras. Kalau menurut saya buat laporan saja dulu biar semua jelas, serahkan kepada pihak yang berwajib nanti di pengadilan kita tahu siapa yang salah.

Oknum pejabat di Lapas Narkoba Langsa diduga keras selama ini melakukan pemerasan  narapidana (Napi) yang selama ini untuk pembinaan ternyata menjadi sapi perasan dari oknum tertentu di Lapas narkoba’’tutup Safaruddin dan juga Tokoh muda Aceh.

Sebelumnya diberitakan media ini, Sejumlah narapidana (napi) yang menghubungi Media Realitas, Kamis pekan lalu (28/12/17) menyebutkan selama di Lapas Narkoba Langsa sering diperas oleh oknum TJ, kasubsie admisi orientasi, diperas dengan sebagai alasan dengan dalih membantu dan macam – macam.

Alasan Tj kepada kami macam macam mulai dari dalih untuk buka warung, penjual sembako dan untuk kebutuhan keluarga’’ujar salah seorang napi kepada media ini dengan menunjukkan bukti transfer uang ke rekening oknum Tj, dan menyerahkan bukti itu kepada wartawan untuk bahan lebih lanjut nanti apabila TJ berkilah alasan tidak menerima.

Uang harus dikirim oleh keluarga napi yang saat ini berada di luar Lapas, ujar napi lainnya. Ketika media ini meminta buktinya sejumlah napi menyebutkan ada bukti ini kalau perlu nanti akan kami laporkan kepada polisi sebut salah seorang napi yang sudah lama menjadi penghuni Lapas Narkoba Langsa.

Kami di peras sangat bervariasi antara Rp.2juta sampai Rp.20juta  .Kalau perlu nanti kami serahkan bukti ini di kepolisian ujarnya lagi. Banyak napi sudah menjadi korban di Lapas narkotika akibat ulah oknum Tj, selama ini. Napi yang melaporkan kasus ini juga menyerahkan bukti dan No kontak pribadi oknum TJ.

Sementara Tantawi Jauhari  yang dihubungi Media Realitas melalui sambungan telepon selulernya, Kamis siang pekan lalu (28/12/17) merasa terkejut dengan informasi jika dirinyalah  ada mengambil atau meminta uang pada napi di lapas narkotika mulai  Rp.2juta hingga  Rp.20juta.

Bukti Transfer dari keluarga napi dan ada bukti lainnya yang di simpan oleh wartawan media ini.

Tantawi membantah tudingan tersebut, dirinya merasa sama sekali tidak pernah menerima uang yang dikirimkan oleh napi ke rekening miliknya. Tantawi mengatakan jika dirinya siap berurusan dengan hukum ataupun bertanggung jawab bila nantinya dirinya memang terbukti mengambil uang napi seperti dituduhkan.

Dirinya yakin jika ada orang-orang yang sengaja ingin menghancurkan nama baik dan kariernya untuk menutupi kebusukan yang selama ini dijalankan oleh orang-orang tersebut di lapas narkotika.” Saya tidak pernah meminta ataupun menerima uang Rp.2juta sampai Rp.20juta dari napi,apalagi dikirim ke rekening saya,mungkin yang lapor salah orang,setahu saya napi berduit’’ujar nya.

Kepala Kantor wilayah Kumham Aceh, A YUSPAHRUDDIN, Bc.IP,SH, MH, yang di hubungi Redaksi media Realiatas menyebutkan pihak nya belum mengetahui kasus adanya pemerasan terhadap napi di Lapas Narkoba Langsa, namun demikian akan menghubungi Kepala Lapas Narkoba Langsa untuk pengecekan secara langsung dan akan kita turunkan tim untuk pemeriksaan oknum Tj yang disebut sebut oleh napi diperas.

Dalam waktu singkat ini kita akan turunkan tim ke Langsa untuk pemeriksaan kelapangan kalau terbukti kita minta segera di tarik onum ini ke kantor Kanwil Kumham Aceh dan pemeriksaan terus kita lakukan secara merathon’’ujar Yuspahruddin.

Segera kita lakukan pemeriksaan secara mendalam dan tidak ada ampun kalau oknum pejabat Lapas peras napi ini sudah sangat luar biasa dan tidak akan kita telorir kasus seperti ini’’ujar nya di ujung telpon ketika diwawancara oleh Media ini.(red)

Subscribe

MEDIA REALITAS