81619 KALI DIBACA

Ketua Umum GPAN Kecewa Atas Keputusan MA Dalam Kasus Terpidana Abdullah : Pindah Ke Lapas Narkotika Langsa

Ketua Umum GPAN Kecewa Atas Keputusan MA Dalam Kasus Terpidana Abdullah : Pindah Ke Lapas Narkotika Langsa
Ketua Umum GPAN ( Generasi Perduli Anti Narkoba) Bob Hasan,SH,MH
Jakarta – Ketua Umum GPAN ( Generasi Perduli Anti Narkoba) Bob Hasan,SH,MH  sebelumnya menyatakan  kecewa dengan keputusan Mahkamah Agung   terhadap terpidana Abdullah dalam kasus Narkoba jenis Shabu seberat 78 Kg, yang ditangkap di Provinsi Aceh, dengan putusan tahanan selama 20 tahun.

Sangat Kecewa dengan keputusan ini. Dapat saya katakan keputusan ini merupakan upaya mengalahkan Negara, walaupun Mahkamah Agung merupakan Representasi Yudikatif tertinggi, namun Oknum Hakim Agung dalam memutuskan ini tidak mempertimbangkan adanya Undang-Undang yang berlaku, “tegas penggiat anti narkoba di Republik ini kepada Jakzone.com pekan lalu.

Menurut Bob yang juga advokasi rakyat ini, akan menjadi preseden buruk bagi penegakan hukum, dan para sindikat akan meremehkan negara. “Saya fikir ini tidak bisa dibiarkan , mereka para sindikat akan menganggap remeh negeri ini. Siap-siap negara kita tetap akan menjadi target para sindikat kartel Narkoba Internasional,”tandas Bob Hasan.

Diungkapkan  Ketum GPAN, awal putusan pengadilan Negeri Aceh memutuskan Pidana Mati untuk Abdullah alias Dullah, diperkuat oleh Pengadilan Tinggi dengan putusan yang sama, yaitu Pidana Mati.  Namun akhirnya diputuskan tahanan  20 tahun oleh Mahkamah Agung dengan alasan hanya kurir dan terpidana masih berusia muda ( 35 tahun).

“Keputusan ini sesungguhnya tidak dapat terpisah dari 2 putusan sebelumnya, dimana dalam pertimbanngannya atau sering disebut sebagai Judex Factie , Hakim sudah meyakini bahwa ini merupakan jaringan Internasional ditambah dengan jumlah berat yang sangat besar, yaitu 78 Kg. Seharusnya dalam memutuskan Hakim Agung melihat berbagai aspek hukum sesuai dan melihat pertimbangan yang ada. Tidak serta merta memutus karena pertimbangan sendiri, apakah tidak sesuai pertimbangan hakim pengadilan negeri dan tinggi itu,”terang Bob Hasan, seraya mengatakan seorang Hakim tidak bisa memutuskan semena-mena  seperti ini.

Menurut Bob, ini justru namanya “Negara Kalah oleh Kejahatan “. Kita tidak dapat menduga- duga atas putusan yang menurut saya keputusan ganjil,  tetapi secara obyektif justru keputusan tersebut merupakan keputusan yang tidak memenuhi Rasa Keadilan Hukum. Sekali lagi saya katakan keputusan tersebut merupakan keputusan yang ” mengalahkan Negara”,pungkasnya,

Sedangkan Penasehat  GPAN, Brigjen Pol  Siswandi  mengutarakan, masih terus bergulir bagi Terpidana Mati akan usaha dengan jalan apapun,  agar hukuman bisa berubah jadi seumur Hidup dan hukuman 20 tahun.

“Ini akibatnya tarik ulur eksekusi mati . Eksekusi yang berjilid  masih 50 orang lebih daftar tunggu yang terpidana mati. Dan semua akan kemungkinan berubah menjadi  berubah,”ungkap  Jenderal yang intens melakukan kegaiatan terkait anti narkoba.

Pindah tahanan:

LaPas Narkotika Kota Langsa

 

terpidana Abdullah dalam kasus Narkoba jenis Shabu seberat 78 Kg , yang sebelum nya di tahan di Lapas kahju Aceh besar dan sekarang di pindahkan ke Lapas narkotika Langsa.

 

Sementara itu Abdullah ( Dolah ) yang sebelum nya di tahan di Lapas kahju Aceh besar setelah putusan pengadilan negeri banda aceh hukuman mati.

Sejak tanggal 31 Juli 2017 pekan lalu sudah di pindah ke Lapas narkotika langsa ujar sebuah sumber di Kumham -aceh kepada media ini.

Dipindah  nya Abdullah ( Dolah ) ke Lapas narkotika Langsa adanya permohonan keluarga nya yang sebelumnya pihak keluarga meminta terhukum 20 tahun pidana dalam kasus narkotika ini minta pindah Pindah  ke Lapas kls II A Banda aceh.

Atas pertimbangan lain pihak pejabat di Kumham Aceh mengeluarkan izin pindah ke Lapas narkotika Langsa untuk menghambuskan masa tahan di Lapas itu.

Sejumlah sumber yang berhasil di himpun media ini Senin ( 7/8) menyebutkan pemindahan Dolah ke Lapas narkotika Langsa sangat diragukan oleh sejumlah pihak diakuatirkan akan ada permainan untuk Dolah ini keluar menghirup udara seger di keluar Lapas.

Namun tetap dalam pengawasan kita di Kumham apabila oknum yang di hukum 20 tahun ini berkeliaran diluar Kalapas baru kota harus bertanggungjawab, ujar salah seorang pejabat di Kumham aceh.

Salah seorang Pejabat penting di kementerian kehakiman RI kepada media ini menyebut kan harus berani tulis beritanya nanti apa bila ada ter pidana kasus narkotika berkeliaran di luar, ujarnya kepada media ini melalui Tlp selular. Wartawan pasti tau kalau ada napi diluar nanti berkeliaran sebut nya dan minta media ini awasi perkembangan napi di Lapas dan rutan di Aceh. (igo/ Red )

Subscribe

MEDIA REALITAS