100419 KALI DIBACA

Ketua LPAP – RI Segera Laporkan PT. AJAS Ke Mabes Polri Diduga Melakukan Pencurian Material Ilegal.

Ketua LPAP – RI  Segera Laporkan PT. AJAS Ke Mabes Polri Diduga Melakukan Pencurian Material Ilegal.
Ketua LPAP- RI - Ibnu Hajar, SH.

Langsa I Realitas – Ketua Lembaga Pengawasan dan Advokasi Publik Republik Indonesia (LPAP- RI) Ibnu Hajar SH, Segera melaporkan PT AJAS, ke Mabes Polri RI.

Kita sudah melakukan investigasi terhadap lokasi material Ilegal yang selama ini diambil oleh pihak PT AJAS, ujar Ibnu Hajar, SH kepada Media ini Rabu (27/6/2018).

Menurut Ibnu Hajar SH, Proyek paket preservasi rekontruksi jalan bts – Aceh Utara/Aceh Timur (Panton Labu) Kota Langsa/PN (presv.04-III)yang dikerjakan oleh PT. AJAS dengan nilai kontrak Rp. 44.966.131.000 dana APBN anggaran 2018.

Paket dikerjakan dengan material tanah batu galian C ilegal di Alue Rimung Kota Langsa.

Kami akan membuat pengaduan ke Mabes Polri terhadap dugaan kejahatan tindak pidana Undang-undang Minerba yang sengaja dilakukan oleh Pimpinan PT. Abad Jaya Abadi Sentosa, ujar Ibnu.

Bukti menunjukkan bahwa baru-baru ini Direktur PT. Cipuga bernama Fariz, disebut-sebut adalah anaknya Firmandes anggota DPR RI dari Partai Golkar ditangkap Reserse krimsus Polda Aceh, karena terlibat tindak pidana galian C ilegal disungai sampe dalam Aceh Tengah, patut dipertanyakan kenapa terhadap PT. AJAS Polisi Daerah enggan bertindak? hal ini sangat melukai hati rakyat, terhadap tebang pilih penegakan hukum di Daerah ini.

Hasil investigasi kami dilapangan menunjukkan bahwa tidak hanya menggunakan material galian C yang diduga ilegal tetapi ditemukan kejanggalan terhadap kualitas material lapisan bawah dan lapisan atas diduga tidak sesuai spek, sebut Ibnu Hajar lagi.

Sangat banyak didapati kejanggalan kualitas material yang digunakan, untuk memastikan terhadap volume kerugian Negara maka sesuai amanah Undang-Undang nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, kami telah mengirimkan surat permintaan salinan surat perjanjian kontrak kerja dan RAB ke PPID Balai Pelaksana Jalan Nasional Provinsi Aceh dan saat ini telah memasuki tahap keberatan dan apabila tidak ditanggapi maka atas perbuatan melawan hukum PPID Balai Pelaksana Jalan Nasional akan kami daftarkan menjadi sengketa informasi dan upaya hukum pidana sesuai ketentuan yang berlaku.

Segera kita laporkan kasus ini ke Mabes Polri ini bukan akan ancaman tapi akan kita buktikan nanti, tutup Ibnu Hajar.

Media ini belum mendapatkan konfirmasi dengan pihak PT Abad Jaya Abadi Sentosa.

Rabu pagi (27/6/2018) Media ini mencoba menghubungi pihak PT Abad Jaya Abadi Sentosa, namun belum ada jawaban telpon genggam Pimpinan Perusahaan yang bergerak dibidang pembangunan jalan di Aceh ini tidak aktif. (red)

Subscribe

MEDIA REALITAS