28119 KALI DIBACA

Kepala Perwakilan YARA Aceh Timur Minta Kepada Aparat Usut Pelaku Penganiayaan Dan Perampokan

Kepala Perwakilan YARA Aceh Timur Minta Kepada Aparat Usut Pelaku Penganiayaan Dan Perampokan

example banner

Bagok – Aceh Timur | Realitas – Kepala Perwakilan YARA Aceh Timur Tgk Indra Kusmeran.SH meminta kepada Aparat Penegak hukum untuk mengusut tuntas peristiwa tindak pidana pencurian disertai dengan tindakan Kekerasan yang terjadi di Dusun T.Berdan Desa Cot Asan Kecamatan Nurussalam Kabupaten Aceh Timur pada hari Sabtu tanggal 22 Desember 2018, sekira Pukul 05.30 WIB, Kejadian seperti ini sudah sangat meresahkan warga masyarakat setempat, dimana pelaku hingga saat masih bebas berkeliaran dan dikhawatirkan akan terulang kembali kejadian yang sama, maka dari itu kita meminta kepada Aparat kepolisian setempat untuk mengejar pelaku  untuk diadili sesuai dengan perbuatannya, demikian harapannya, Sabtu (22/12/2018).

Lebih lanjut ia menyebutkan bahwa korban  sangat trauma atas kejadian tersebut Rukiyah binti Husen ,58 tahun yang kesehariannya sebagai Ibu Rumah Tangga, yang beralamat Dusun T. Berdan Desa Cot Asan Kecamatan Nurussalam Kabupaten Aceh Timur.

Dihubungi terpisah oleh media ini melalui telepon selulernya Kapolsek Nurussalam Ibtu Seogiono membenarkan kejadian tersebut yang terjadi Pada hari Sabtu tanggal 22 Desember 2018 sekira pukul 05.30 WIB telah terjadi tindak pidana Pencurian dengan kekerasan Di Toko milik Korban Saudari Rukiyah Binti Husen, yang mana kejadian tersebut terlapor (masih dalam penyelidikan) masuk kedalam toko milik Korban dan kemudian terlapor mengambil barang yang ada ditoko berupa 1 (satu) unit Hp Nokia warna biru dan uang yang ada di dalam laci sebesar Rp 350 .000 (Tiga Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah).

Setelah mengambil uang dan HP pelaku masuk ke dalam kamar korban yang pada saat itu korban sedang tidur kemudian dan di kamar keadaan gelap lampu mati kemudian terlapor membangun korban yang sedang tidur dan setelah itu korban terbangun lalu pelaku menutup mulut korban dengan tangan pelaku sambil menodongkan sebuah pisau ke arah korban dan pelaku mengatakan kepada korban untuk menyerahkanbuang namun korban menjawab tidak ada uang.

Saat itu pelaku melihat cincin yang ada di tangan korban kemudian pelaku merampas cicin yang ada di tangan korban namun korban sempat melakukan perlawan sehingga telapak tangan kanan korban terkena pisau yang ada di tangan pelaku dan pelaku berhasil membawa lari cicin korban.

Melihat pelaku kabur, korban menjerit dan meminta pertolongan warga.

lebih lanjut Kapolsek Nurussalam, Iptu Soegiono menyebutkan bahwa pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap pelaku Pencurian dan penganiyaan, demikian ujarnya.

Sebelumnya media ini memberitakan Perampok Beraksi Di Bagok, Korban Hendak Dibunuh Dan Harta Dijarah, Sabtu (22/12/2018).

Aksi kriminal menggunakan senjata tajam bahkan senjata api kerap terjadi di Aceh Timur. Kali ini lokasinya di Pasar Ulee Ateung, Bagok, Nurussalam, Aceh Timur.

Aksi perampokan yang disertai upaya pembunuhan tersebut menimpa Rukiah Husein (58 Tahun) yang sedang terlelap tidur di tempat usahanya, Sabtu 22 Desember 2018 sekitar Pukul 05.00 WIB menjelang subuh.

“Perampok menggunakan bahasa Indonesia logat Aceh saat menanyakan di mana saya simpan uang, Perampok juga mengancam akan menembak saya bila tidak kasih tahu dimana uang saya simpan,” sebut Rukiah Husein.

Sebelum berupaya membunuh korban, perampok duluan menggeledah seisi rumah toko tempat korban berjualan sehari hari.

Dalam aksinya, perampok menggunakan kain penutup wajah sebagai upaya penghilangan jejak.

“Topeng tertinggal dan mamak selamat namun tangan terluka kena pisau perampok,” ujar Rusli Ismail menantu korban.

Saat perampok hendak membunuh, korban segera meminta tolong dan sempat memberi perlawanan sehingga tangannya terluka akibat terkena senjata tajam.

“Saat mamak minta tolong, tetangga segera membantu,” ujar Rusli.

Dari pengakuan korban, ciri ciri pelaku masih diingatnya termasuk jenis dan warna pakaian yang dipakai.

Kemungkinan besar masih warga sekitar dan kerap melakukan aksi kejahatan.

“Kalau bukan warga setempat mustahil mengetahui seluk beluk tempat dan sasaran,” duga korban.

Dalam kejadian tersebut, perampok turut merampas harta korban berupa cincin emas sebanyak 3 (tiga) mayam, kain dagangan, HP, dan sejumlah uang.

“Pelaku juga membawa kabur isi celengan,” ungkap menantu korban.

Sebelumnya korban telah pernah kehilangan uang puluhan juta rupiah yang disimpan di dalam lemari.

Namun hingga saat ini pelaku belum ditemukan, meskipun seseorang sempat dicurigai, karena sebelum kejadian, ada seseorang yang sering bolak balik ke tempat usahanya.

“Dulu maling pernah mencuri uang mamak juga,” sebut Rusli lagi.

Kejadian tersebut langsung dilaporkan kepada pihak kepolisian setempat dan aparat kepolisian segera turun ke lokasi untuk mengumpulkan barang bukti guna mengusut dan menangkap siapa pelaku perampokan tersebut. 

Sampai berita ini diturunkan belum mendapatkan keterangan resmi dari pihak kepolisian setempat. (Hasbi Abubakar/red)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS