111019 KALI DIBACA

Kejari Nagan Raya Periksa 25 Saksi Rekanan, Kasus Bantuan Rumah Transmigrasi.

Kejari Nagan Raya Periksa 25 Saksi Rekanan, Kasus Bantuan Rumah Transmigrasi.
Kejari Nagan Raya Sri Kuncoro

example banner

Nagan Raya – Aceh I Media Realitas– Terkait bantuan rumah Transmigrasi,  Kejari Nagan Raya sekarang periksa 25 saksi rekanan.
Sebelumnya penyidik Kejari Nagan Raya juga sudah memanggil mantan Bupati HT.Zulkarnaini dalam kasus tersebut sebagai saksi.

Kasus dugaan korupsi Pembangunan pemukiman rumah Transimgrasi Nagan Raya. Ampon Bang di panggil Kejari Nagan Raya beberapa minggu yang lalu oleh Kajari   setelah 46 hari habis masa jabatan sebagai Bupati Nagan Raya terhitung 8 Oktober 2017. T.Zulkarnaini ini sudah memimpin Nagan Raya selama 15 tahun sejak tahun 2002 silam. Setelah pemekaran dari Kabupaten Aceh Barat.

Sementara itu giliran ke 25 saksi di panggil kejari  dalam  kasus dugaan korupsi pembangunan pemukiman rumah Transimgrasi bersumber APBN tahun anggaran 2015 sebesar Rp 3,8 miliyar.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Nagan Raya Sri Kuncoro kepada Wartawan di ruang kerjanya Kamis (7/12) menyebutkan , semua saksi sudah kita minta keterangan namun kasus ini akan dilanjutkan sesuai berkas yang sudah ada.
Karena dalam kasus korupsi ini sudah ada 4 orang tersangka.

Saat di singgung akan adanya pemanggila lagi mantan Bupati Nagan Raya T.Zulkarnaini  Kuncoro menjelaskan, kemungkinan akan kita lakukan pemeriksaan lagi, akan tetapi waktu belum kita tentukan ujar nya.

Kasus dugaan korupsi pembanguna pemukiman rumah Transimgrasi di Dusun Ketubong Tunong, Kecamatan Seunagan Timur, Nagan Raya.Empat tersangka masing-masing, Kadisnakertrans Mt, Kabid Transmigrasi Rs, Rekanan pekerjaan Ir, dan Kosultan AH.

“Dalam hal ini sudah ada tiga berkas yang di siapkan setiap yang bersangkutan kita panggil maupun, karena rekanan ada yang membawa nama orang mantan no satu ini, kata Kuncoro lagi.

Kejari  juga menambahkan,sedangkan untuk pemangilan kembali sebagai saksi terhadap mantan Bupati Nagan Raya T.Zulkarnaini, penyidik masih mendalami dan masih melakukan pemberkasan perkara itu.

Kasus dugaan korupsi tersebut setelah  melakukan pengeladahan sebanyak tiga instaksi Pemerintahan Nagan Raya masing-masing, ruangan Unit Layanan Pengadaan (UPL) Setdakab Nagan Raya, Ruang Kepala Dinas Sosial, dan ruang Kabid Transmigrasi.

Dalam kasus proyek dari Anggaran Pendapatan dan Belaja Negara (APBN) malalui Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrsi Republik Indonesia tahun 2015 lalu sebesar Rp 3,8 miliyar.

Dalam kasus tersebut, penyidik juga menemukan ada nya kerugian Negara diperkirakan berkisar Rp 500 juta. Dari anggaran Rp 3,8 miliyar antara lain untuk pengawasan Rp 150 juta dan untuk pekerjaan fisik Rp 3,2 miliyar. ( mj)

Subscribe

MEDIA REALITAS