100419 KALI DIBACA

Kejaksaan Negeri Bireuen Berhasil Mengungkap Kasus Korupsi Bersama Tiga Tersangka

Kejaksaan Negeri Bireuen Berhasil Mengungkap Kasus Korupsi Bersama Tiga Tersangka

Bireuen | Realitas – Kejaksaan Negeri Bireuen kembali membongkar kasus dugaan korupsi perbaikan pengaman tebing Krueng Samalanga melalui Dana Siap Pakai (DSP) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), melalui sumber dana APBN sekitar Rp 6,2 miliar pada tahun 2016 lalu.

Kejaksaan Negeri Bireuen mulai serius dalam mengungkapkan kasus korupsi khususnya di Kabupaten Bireuen bukan hanya kasus BPBD yang dibongkar oleh kejaksaan tersebut itu namun Kejaksaan Negeri Bireuen juga sedang mendalami kasus dugaan korupsi lainnya.

Keberhasilan penegak hukum tersebut patut diapresiasi hasilnya bombongkar kedok para koruptor yang ingin merampas uang negara dengan cara yang disusun rapi oleh ketiga tersangka itu, dua diantaranya dari rekanan proyek perbaikan pengaman tebing Krueng Samalanga dan satu lagi sebagai PPK.

Hal itu dibenarkan kajari Bireuen, Mochamad JefrrySH, M. Hum yang digelar pada acara konferensi pers di kantor Kejaksaan Negeri Bireuen, Senin (10/12/2018).

Kajari yang didampingi Kasi Pidum, T. Hendra Gunawan, Kasi intel, Fakhrillah, SH, MH ,Kasi Pidsus Roby Syahputra,SH, bersama Jaksa lainnya, menyebutkan, tiga tersangka dalam kasus tersebut adalah Mulyadi Sulaiman Sebagai Pejabat Pembuatan Komitemen (PPK), lalu T. Bayu Din Pemilik perusahaan dan Nazaruddin selaku Direktur Perusahaan PT. Yedecober Jaya Abadi.

Dirinya melanjutkan kita akan Panggil saksi-saksi dalam minggu ini dan melakukan pemeriksaan kepada ketiganya sebagai tersangka, agar dapat melakukan bukti-bukti baru dan yang bertanggung jawab terhadap proyek tersebut itu dan besar kemungkinan akan hadir tersangka baru namun terkait kasus korupsi kita tidak ada toleransi dan lebih terbuka kepada publik,” ungkap Mochmmad Jefrry.

Didepan awak media Muhammad Jufri melanjutkan kita telah memanggil dan meminta keterangan mantan Kepala BPBD Bireuen Farhan Husein sebagai saksi terkait statusnya nanti Apakah bisa jadi tersangka tergantung hasil pendalaman tim kami.

Namun dalam kerugian negara terkait kasus dugaan korupsi tersebut itu masih dalam perhitungan kami, jika diperkirakan kurang lebih mencapai 1 miliar.

BPBD Kabupaten Bireuen mengalokasikan anggaran Perbaikan Pengaman Tebing Krueng Samalanga, Kecamatan Samalanga sebesar Rp 4.554.395.000.

Dana tersebut untuk membiayai kegiatan Penanganan Darurat pada Masa Transisi Darurat Bencana Banjir dan Tanah Longsor di dua lokasi, yaitu Kecamatan Peusangan dan Samalanga.

Proyek Perbaikan Pengaman Tebing Krueng Samalanga, Kecamatan Samalanga, dilaksanakan oleh PT. Yedecober Jaya Abadi beralamat Jalan Kwarcab No 25 Hagu Teungoh Kota Lhokseumawe.

Dana Siap Pakai dari APBN tersebut selain untuk proyek perbaikan pengaman tebing Krueng Samalanga, juga untuk pengaman tebing di Desa Uteuen Bunta, Kecamatan Peusangan dengan anggaran hampir Rp 2 miliar.

Namun, sebutnya, dari laporan dan setelah turun langsung ke lapangan, tidak ditemukan ada masalah, yang ada hanya kurang rapi, tapi pekerjaanya sesuai dengan spek dan volumenya sesuai.

“Ada temuan kerugian sebesar Rp 37 juta, namun uang tersebut sudah dibayarkan kembali ke kas negara.

Proyek di Uteun Bunta, Peusangan juga dikerjakan PT Yedecober Jaya Abadi”. (M.Reza/iqbal)

Subscribe

MEDIA REALITAS